Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Indra di kroyok


__ADS_3

"Indraaa" teriak Anggara memanggil Indra. Karena masih belum menemukan Indra, Anggara melihat sekeliling nya, dan keadaan di dekat nya sedang sepi, dia langsung menggunakan kekuatan tembus pandang nya, mata Anggara berubah menjadi warna ungu. Anggara terus mencari-cari keberadaan Indra, dan ternyata Indra berada di belakang kampus, di mana itu adalah tempat pergudangan yang sudah lama tidak di gunakan, di sana ada Zidan dan keempat teman nya, Anggara melihat Indra sedang di kroyok oleh mereka. Anggara dengan cepat langsung berlari menuju belakang kampus, di tempat pergudangan tersebut. Sesampai nya di sana, Anggara langsung menahan tangan Zidan, dia hendak memukul Indra.


"Apa yang kalian lakukan pada Indra!" ucap Anggara dengan marah. Wajah Indra saat itu penuh lebam, dan bagian bibir nya berdarah.


"Hahaha, ada pahlawan Indra ni datang" ucap Zidan.


"Kenapa kalian memukul Indra? salah apa Indra dengan kalian haa!"ucap Anggara.


"Heh! kamu jangan sok-sok jadi pahlawan deh di sini" ucap Fahri.


"Asal kamu tau ya, dia sudah mengejek kami di toilet tadi, siapa pun yang berani mengejek kami, akan terima balasan nya" ucap Zidan mendekati Anggara.


"Siapa pun yang berani menyentuh teman ku, akan aku balas perbuatan mereka" ucap Anggara menatap ganas pada mata Zidan. Melihat tatapan Anggara, Zidan menjadi sedikit takut, tapi dia tidak memperlihatkan nya karena malu dengan ke empat teman nya itu.


"Hahaha, akan membalas, menggunakan apa kamu akan membalas nya, jangan banyak omong deh kamu" ucap Zidan.


Anggara tidak memperdulikan omongan Zidan, dia membantu Indra untuk berdiri, karena saat itu Indra sedang lemah.


"Yok ndra, kita pergi dari sini" ucap Anggara.


Ketika Anggara hendak membantu Indra berdiri, tiba-tiba Zidan ingin menonjok wajah Anggara, dengan sigap Anggara menahan pukulan itu yang hampir saja kena ke pipi nya. Anggara menggenggam kepalan tangan Zidan dengan sangat kuat.


"Jangan berani-berani nya kamu memukul wajah ku"ucap Anggara.


"Kalian lihat apa sih! cepat tahan dia" ucap Zidan memberi kode pada teman nya. Fahri, dan Budi langsung menahan tangan Anggara.


"Mau apa kalian" ucap Anggara.


"Kamu tenang aja" ucap Zidan dengan suara pelan.


Anggara tiba-tiba di pukul oleh Zidan di bagian perut nya, tentu saja itu membuat Anggara terkejut dan merasakan sakit. Namun Anggara tidak diam begitu saja, dia mulai memberontak, dengan kekuatan tubuh, kedua tangan nya melepas kan pegangan Fahri dan Budi.


"Kenapa kalian lepas kan pegangan nya! cepat pegang dia lagi" ucap Zidan marah.


Saat Fahri dan Budi hendak memegang tangan Anggara, Anggara langsung menepis tangan Budi dan Fahri.

__ADS_1


"Kalian ini tak becus ya, menahan dia aja tidak bisa" ucap Zidan, lalu Zidan mengayunkan kepalan tangan nya menuju wajah Anggara, Anggara dengan cepat dia menepis pukulan Zidan dan mengembalikan pukulan Zidan ke wajah nya dengan tangan Anggara sendiri. Wajah Zidan pun langsung terpaling karena pukulan Anggara yang mengenai wajah nya. Zidan menjadi semakin marah.


"Heh! kalian nunggu apa sih, cepat habisin dia" ucap Zidan.


Zainal dan Fahri yang maju untuk mengroyok Anggara, Indra dengan badan nya yang sudah lemah karena telah di kroyok oleh Zidan dan keempat teman nya, tidak lagi berdaya untuk berdiri sendiri, dia hanya duduk melihat Anggara.


"Gara, hati-hati" ucap Indra dari belakang Anggara. Terjadi lah perkelahian antara Anggara, Fahri dan Zainal, saat itu bukan lah Anggara yang di kroyok melain kan, Fahri dan Zainal yang habis babak belur di pukul oleh Anggara, Anggara melakukan itu karena membela diri nya serta ingin menyelamatkan Indra dari kroyokan mereka.


"Sudah lah dan, biar aja lah mereka pergi" ucap Fahri karena tidak bisa lagi melawan Anggara, melihat teman nya babak belur, Zidan pun membiar kan Anggara dan Indra pergi.


"Baik lah, kalian bisa pergi" ucap Zidan.


Anggara langsung membantu Indra, dan memopong Indra keluar dari tempat itu.


"Terimakasih ya gara, sudah membantu ku" ucap Indra.


"Sama-sama, sekarang kita harus mengobati luka mu dulu, dan kompres dulu wajah mu" ucap Anggara sambil berjalan dan memopong Indra.


"Ia gara, aku tidak bisa pulang ke rumah jika keadaan wajah ku seperti ini"


"Ke rumah ku aja, kamu bisa nginap dulu di rumah ku, hingga wajah mu tidak kelihatan lebam lagi, soal motor kita tinggalkan aja di parkiran"


"Ia ia"


Anggara membawa Indra ke parkiran.


"Kamu ada gembok untuk gembok motor kamu gak ndra?" tanya Anggara mendudukan Indra di motor nya.


"Ada di dalam jok motor aku, ni kunci nya, kamu ambil aja di dalam jok" jawab Indra memberikan kunci sepeda motor nya.


Anggara membuka jok sepeda motor Indra dan mengambil gembok yang ada di dalam jok motor, lalu Anggara menggembok cakram sepeda motor Indra.


"Sekarang baru aman motor mu di tinggalkan di sini, ya udah yuk, sekarang kita pulang ke rumah aku" ucap Anggara.


Anggara membonceng Indra pulang ke rumah nya, dengan keadaan wajah Indra babak belur dan bibir nya yang terluka.

__ADS_1


"Kenapa kita ke sini gara?" tanya Indra karena mereka berhenti di depan apotik.


"Tentu lah beli obat buat wajah mu itu, bibir mu kan luka, di rumah aku obat merah sedang habis, jadi aku mau beli dulu, kamu tunggu di sini" ucap Anggara, dan meninggalkan Indra duduk di sepeda motor nya, sedang kan dia masuk ke dalam apotik untuk membeli obat.


Setelah membeli obat, mereka pun pulang ke rumah Anggara.


"Assalamu'alaikum" ucap Indra memberi salam saat masuk ke rumah Anggara.


"Waalaikum salam" jawab Nenek dari dalam rumah.


"Siapa?" tanya Nenek karena Nenek tidak mengenali suara Indra.


"Ini gara nek, gara datang bersama Indra" jawab Anggara.


"Yuk masuk ndra"


"Ia"


Indra masuk ke dalam rumah Anggara, berjalan menuju kamar Anggara. Karena kamar Anggara tidak jauh dari dapur, terlihat lah Nenek yang sedang masak.


"Gara, kamu sudah makan ya? Nenek baru masak" ucap Nenek.


"Belum nek" jawab Anggara.


"Indra kamu masuk lah ke kamar ya, nanti aku nyusul" ucap Anggara.


"Ia"


Indra masuk ke dalam kamar Anggara dan meletakan tas nya di atas kasur.


"Nek, kenapa Nenek masak, kan gara bisa masak sendiri" ucap Anggara mendekati Nenek yang sedang masak.


"Nenek tidak ada juga kerjaan di rumah, jadi Nenek masak buat kamu, itu teman kamu Indra yang kemarin ya?"


"Ia nek, Indra teman nya gara sekolah dulu"

__ADS_1


Bersambung..


Jangan lupa like, komen dan vote ya teman😊 mohon dukungan nya


__ADS_2