
"Apa Sasya lupa sama kita ya gara, dia tidak menghubungi kita, kamu masih ada di hubungi nya kemaren, nah aku, sama sekali tidak pernah dia hubungi, aku pernah mau coba hubungi dia, tapi aku takut mengganggu nya" ucap Indra dengan wajah murung.
"Sudah lah, jangan di pikirkan, nanti dia juga bakalan hubungi kamu, tunggu aja, cepat habisin makan nya, aku mau segera pulang ni" ucap Anggara yang juga segera menghabis kan makanan nya.
"Ia".
Selesai mereka makan, mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
"Nek" panggil Anggara yang baru saja masuk ke dalam rumah nya, karena tidak melihat Nenek.
"Nenek kemana ya" ucap Anggara memeriksa ke kamar Nenek, tapi Nenek juga tidak ada di kamar nya. Anggara terus mencari keberadaan Nenek.
"Nek, Nenek di mana?.. " teriak Anggara lagi.
"Gara, Nenek di kamar mandi" jawab Nenek dari dalam kamar mandi. Mendengar itu Anggara langsung menuju kamar mandi, Anggara sangat sayang pada Nenek nya, jadi Anggara khawatir jika terjadi sesuatu pada Nenek.
"Nenek tidak apa-apa ya di dalam? apa Nenek butuh bantuan?" tanya Anggara dari depan pintu kamar mandi.
"Tidak apa-apa, Nenek hanya sedang mandi" jawab Nenek.
"Baik lah, gara masuk kamar dulu ya nek, gara mau mandi" ucap Anggara.
"Ia".
Anggara pergi ke kamar nya, lalu dia menggantung tas, dan membuka baju nya, terlihat badan Anggara yang kekar, perut nya yang berbentuk kotak-kotak, otot di lengan nya yang sedikit besar, kulit nya yang bersih, di tambah lagi wajah nya yang tampan, membuat para wanita jika melihat nya akan terpana.
__ADS_1
Sebelum pergi mandi, dia melihat foto di atas meja, yaitu foto dia bersama Sasya dan Indra, foto itu mereka ambil saat berada di taman tempat biasa mereka berkumpul. Momen di saat itu adalah momen yang paling bahagia bagi Anggara, karena sekian lama dia tidak pernah pergi keluar dan bersenang-senang dengan teman, bagi Anggara, Indra dan Sasya adalah orang yang penting di dalam hidup nya selain Nenek. Anggara melihat foto itu dengan wajah murung, bercampur rasa sedih, karena dia rindu pada Sasya, kehadiran Sasya lah yang membuat hari-hari Anggara bersinar kembali.
"Sasya, kapan kita bisa bertemu lagi, aku rindu pada mu, senyuman mu yang bisa membuat hati ku juga ikut bahagia, hanya melihat senyum mu saja, aku sudah senang, ada apa dengan diri ku, kenapa aku sangat merindukan Sasya, kenapa rasanya aku tidak bisa jauh dari nya, tidak mendengar suara nya saja rasanya aku gelisah, aku ingin tau kabar nya, ingin mendengar suara nya, Sasya, bagaimana kabar mu sekarang? sudah lama kamu tidak menghubungi ku, sudah tiga bulan lama nya, kamu tidak menghubungi ku, apa kamu baik-baik saja di sana? "ucap Anggara sambil menatapi foto dia bersama Sasya dan Indra.
"Gara" panggil Nenek dari luar kamar Anggara.
"Ia nek" jawab Anggara, langsung mengambil handuk nya, dia hanya menggunakan celana pendek untuk pergi ke kamar mandi.
"Ada apa nek?" tanya Anggara ketika keluar kamar.
"Kamu sudah makan? Nenek tadi masak lauk buat kamu" ucap Nenek, sambil duduk di meja makan, karena kamar Anggara tidak terlalu jauh dari meja makan.
"Gara sudah makan di luar tadi nek, gara makan bersama Indra di Caffe, tapi nanti gara mau makan lagi nek, karena gara masih lapar" jawab Anggara dengan tersenyum, Anggara tidak mau mengecewakan Nenek karena sudah masak buat diri nya.
"Baik lah, kamu mandi ya?"
"Gara, Nenek kasian sama kamu, dari kecil kamu sudah di tinggal kan kedua orang tua mu, kamu hidup bersama Nenek dan Kakek, kamu pasti merasa kesepian, saat kamu bersama orang tua mu, terlihat kamu sangat bahagia sekali, maaf Nenek dan Kakek tidak bisa membahagia kan mu gara, sekarang Nenek sering sakit-sakitan, Nenek tidak bisa kayak dulu lagi, yang menguruskan makan kamu setiap pagi nya, sekarang kamu yang mencuci baju Nenek, kamu sama sekali tidak memperlihat keluh kesah mu pada Nenek"ucap di dalam hati Nenek ketika melihat Anggara yang masuk ke kamar mandi.
Sambil menunggu Anggara selesai mandi, Nenek pergi duduk menonton televisi.
"Nek, Nenek sudah makan ya?" tanya Anggara yang baru selesai mandi dan keluar dari dalam kamar mandi, sambil mengusap-usap rambut yang basah menggunakan handuk.
"Belum, Nenek nunggu gara pulang" jawab Nenek.
"Ya udah, ayok kita makan nek" ucap Anggara yang sedang menggantung handuk di gantungan.
__ADS_1
"Ia" Nenek berdiri dengan perlahan, dan berjalan menuju meja makan. Anggara sedang mengambil kan piring untuk makan, dan di letak kan di atas meja.
"Nek, lain kali, Nenek makan duluan aja, gara mungkin bisa lama pulang nya, kayak hari ini, nanti Nenek kelaparan karena nungguin gara" ucap Anggara sambil menyendok kan nasi ke dalam piring, lalu memberikan nya pada Nenek.
"Emang kenapa kamu pulang telat hari ini?"
"Gara kerjakan tugas dulu tadi nek, dengan Indra, karena Indra tidak paham sama tugas yang di berikan, jadi gara membantu menjelaskan nya"
"Kenapa Indra tidak pernah datang lagi ke rumah gara, dulu dia sering ke sini bersama Sasya"
"Gara juga tidak tau nek, mungkin dia tidak ada waktu mau main ke rumah gara".
"Ia lah".
Selesai makan, Anggara pun pergi ke kamar nya begitu juga dengan Nenek.
Saat Anggara sedang duduk di kasur, tiba-tiba dia mendengar suara di depan rumah nya, Anggara langsung mengeluar kan kekuatan tembus pandang nya, untuk melihat apa yang ada di dekat rumah nya, dan ternyata ada seorang laki-laki berpakaian serba hitam, dengan penutup di wajah nya, sekitar tiga orang, menaiki pagar rumah Anggara, tidak tau siapa mereka, apa mereka bermaksud untuk maling ke rumah Anggara, melihat itu Anggara langsung keluar kamar. Anggara mengambil kayu untuk berjaga-jaga. Dia tidak mau jika sesuatu terjadi pada Nenek.
Orang itu semakin mendekat ke rumah Anggara, mereka membuka kunci dengan ahli nya, bisa membuka kunci tanpa menggunakan kunci, hanya bermodal kan besi kecil yang sudah mereka siap kan. Anggara sengaja menunggu di dalam, saat pintu terbuka, Anggara langsung memukul kepala laki-laki tersebut, tapi yang terpukul tidak jatuh pingsan, dia hanya terjatuh, dan bangun lagi.
"Siapa kalian!" tanya Anggara dengan tegas.
"Kami akan membawa mu dengan paksa" ucap mereka.
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote ya😊