Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Sasya akan berangkat ke Inggris


__ADS_3

"Nenek takut kamu kenapa-kenapa gara, Nenek tidak mau terjadi sesuatu pada mu" ucap Nenek yang mengkhawatir kan Anggara


"Sudah, Nenek jangan khawatir lagi ya, dan jangan takut, Anggara ada di sini bersama Nenek, tidak akan ada terjadi sesuatu pada Anggara, dan Anggara akan terus menjaga Nenek" ucap Anggara "Nenek kenal orang yang datang ke rumah kita?" Tanya Anggara untuk mencari tau siapa yang sudah datang ke rumah nya dan membuat Nenek seperti sekarang.


"Nenek tidak mengenali nya gara, dia memakai jas hitam dan berkaca mata hitam" jawab Nenek.


"Ber jas hitam dan berkaca mata hitam? Gara tidak pernah melihat orang seperti itu nek, gara juga tida pernah mengenali mereka, kenapa mereka mencari gara?"ucap Anggara yang bingung siapa orang itu.


"Nenek juga tidak pernah melihat orang itu gara, tapi kenapa dia mengobrak abrik rumah kita hanya untuk mencari mu" kata Nenek.


"Sudah lah nek, Nenek jangan pikir kan itu ya, mungkin mereka hanya salah orang" kata Anggara menenangkan Nenek.


"Iya gara" jawab Nenek, Nenek kembali tidur karna masih merasa sakit di tubuh nya.


Melihat Nenek tertidur, Anggara keluar dari ruangan agar Nenek bisa beristirahat.


Sambil duduk di kursi depan ruangan Nenek, Anggara berpikir tentang kejadian yang menimpa nya.


"Siapa orang itu? Kenapa dia mencari ku? Aku harus mencari tau, karna dia sudah melukai nenek ku, karna nya Nenek ku menjadi patah tulang di punggung nya, maaf kan gara nek, gara tidak mengatakan tentang derita Nenek yang Nenek alami sekarang, gara tidak mau, Nenek menjadi kepikiran" ucap Anggara merenungkan tentang kejadian itu.


Anggara duduk di depan ruangan Nenek, karna merasa lelah, dia pun berbaring di kursi, dan dia tertidur di kursi tersebut.


Keesokan hari nya, Anggara terbangun dari tidur nya tepat di pagi hari, di mana matahari belum terbit. Anggara berjalan dan memasuki ruangan Nenek, melihat Nenek masih tertidur dengan pulas. Anggara pergi ke toilet untuk mengambil wudhu karna dia mau sholat subuh. Setelah itu, dia pun sholat subuh di dalam ruangan, dia sholat beralaskan kain yang seadanya.

__ADS_1


"Ya Allah, sembuhkan lah Nenek, berikan lah dia kesehatan ya Allah, angkat lah penyakit nya, beri lah hamba titik terang agar hamba bisa menemukan orang yang sudah membuat nenek hamba sakit ya Allah... amiinnn" do'a Anggara setelah selesai sholat nya.


Lalu dia pun melipat kembali kain yang dia gunakan untuk sholat nya.


"Nek, gara pulang ke rumah dulu ya, nanti gara ke sini lagi, gara mau membereskan rumah kita yang berserakan, dan gara mau mengambil baju untuk Nenek" kata Anggara berkata pada Nenek yang masih tertidur pulas.


Dia pun keluar dari ruangan dan meninggalkan nenek yang sedang tidur dengan nyenyak, dia pulang ke rumah nya menggunakan sepeda motor. Saat itu matahari sudah mulai terbit.


Sesampainya di depan rumah, Anggara pun memarkir sepeda motor nya, lalu dia masuk ke dalam rumah, dia pun berjalan ke dalam kamar, dan terlihat di kamar nya yang sangat berserakan, dia pun membereskan kamar nya, dari buku-buku yang terjatuh ke lantai, dia susun kembali ke atas meja belajar, baju-baju yang berserakan di atas lantai dia lipat kembali dan di susun rapi ke dalam lemari, kasur yang terlepas dari alas nya dia pasang kembali, setelah semua tersusun rapi seperti semula, Anggara pun mengambil handuk untuk mandi.


Setelah beberapa menit di kamar mandi, Anggara pun keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaian, saat mengenakan baju, ada telpon masuk di handphone nya.


"Halo gara"ternyata Sasya yang menelpon Anggara.


"Hari ini aku akan berangkat ke Inggris gara, di sana lah Papa ku ingin aku melanjutkan pendidikan"jawab Sasya.


"Apa secepat ini sya, bukannya kemarin kau bilang lusa kau akan pergi, tapi tidak bilang jika hari ini kau akan berangkat" Anggara terkejut karna Sasya pergi secepat ini.


"Iya gara, tapi Papa ku ingin aku berangkat sekarang, karna pendaftaran nya besok" jawab Sasya


"Baik lah sya" kata Anggara sedikit merasa kecewa.


"Aku ingin kita bertemu sebelum aku pergi, tadi aku juga sudah bilang dengan Indra, dia akan datang ke rumah ku nanti, apa kau akan datang ke rumah ku gara?"tanya Sasya dengan penuh harapan.

__ADS_1


"Iya, aku akan datang sya" jawab Anggara.


"Baik lah gara, aku akan bersiap-siap" kata Sasya


"Iya sya" kata Anggara dan menutup telponya.


"Sasya akan pergi hari ini, aku harus cepat, tapi bagaimana dengan rumah ku, aku belum membereskan semua nya, aku akan membereskan nya dulu baru aku pergi ke rumah Sasya" kata Anggara.


Anggara langsung memakai pakaiannya, lalu dia membereskan seluruh rumah yang sudah berserak, dengan waktu yang cepat Anggara membereskan rumah nya, dari menyusun barang-barang yang berjatuhan ke lantai, dan kamar Nenek yang berserakan, serta tanaman kesayangan Nenek, untung nya tanaman Nenek tidak banyak yang berjatuhan, hanya beberapa saja, sehingga pekerjaannya tidak terlalu banyak. Ketika Anggara ingin berangkat, dia teringat akan nenek di rumah sakit yang belum makan, dia pun membali ke dalam rumah, Anggara mengambil beras dan memasak bubur untuk Nenek. Setelah memasak bubur, dia isi ke dalam rantang, lalu dia mengambil pakaian di dalam lemari nenek untuk pakaian ganti Nenek.


Setelah semua nya sudah siap, Anggara mengunci pintu rumah dan pergi menggunakan sepeda motor, tapi saat dia ingin berbelok ke jalan menuju rumah Sasya, dia teringat Nenek tinggal sendirian di rumah sakit, dan dia harus memberikan makan terlebih dahulu untuk Nenek, jika dia pergi untuk memberi makan Nenek terlebih dahulu, Anggara takut Sasya berangkat dan dia tidak sempat untuk bertemu dengannya.


"Bagaimana ini, apa aku ke rumah Sasya aja, tapi untuk ke sana masih perlu beberapa menit, dan Nenek belum makan, aku harus memberi nenek makan dulu, karna Nenek yang lebih penting" Anggara pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit terlebih dahulu. Setibanya di rumah sakit, Anggara langsung berjalan menuju ruangan nenek, saat itu Nenek sudah terbangun.


"Nenek" kata Anggara sambil membuka pintu kamar ruangan Nenek.


"Gara.. kau dari mana saja?"tanya Nenek yang masih terbaring di atas ranjang rumah sakit.


"Tadi gara pulang ke rumah nek, gara membereskan semua barang kita yang berserakan, sekarang Nenek makan ya, gara sudah memasak bubur untuk Nenek" kata Anggara sambil berdiri di samping Nenek.


Bersambung..


Jangan lupa like, dan komen ya😊serta dukunnya nya juga teman, jangan lupa saran nya juga jika ada yang kurang

__ADS_1


__ADS_2