
"Ia sya, bagaimana keadaan kaki mu sya? apa sudah membaik?" tanya Indra.
"Sudah mendingan kok ndra, tadi Anggara yang membantu aku berjalan ke ruangan, soal nya masih agak susah sih berjalan sendiri"
"Ooh, kamu di antar supir mu ya?"
"Ia ndra"
"Gar, kamu pasti merasa kehilangan di rumah kan?" tanya Sasya pada Anggara.
"Ia sya, biasa nya yang nemani makan itu Nenek, tapi sekarang Nenek sudah tidak ada lagi"
"Bagaimana, malam ini kita makan di luar bersama" ucap Indra.
"Kita bertiga?" tanya Anggara.
"Ia, kita bertiga gar, dari pada kamu sedih terus di rumah kan, mending kita makan bersama malam ini, aku juga lagi malas makan di rumah, karena orang tua ku bertengkar terus" ucap Indra.
"Ide bagus tu, boleh-boleh, tapi kita makan nya di mana?"
"Eemm, kita sudah lama banget ni tidak makan di tempat kita dulu makan" ucap Indra.
"Oo ia, dulu kan kita sering makan di tempat itu, ayo kita ke sana, sudah lama banget kita gak ke sana" ucap Sasya.
"Bagaimana gar? kamu mau nggak?" tanya Indra.
"Ia aku mau, di rumah aku juga sendirian, mending aku pergi bersama kalian" jawab Anggara.
"Kalian sedang membicarakan apa? aku boleh gabung nggak" ucap Raisa datang menghampiri Anggara.
"Aku juga mau gabung dong" datang Zidan menghampiri.
Wajah Anggara, Indra dan Raisa langsung berubah, ketika mereka berdua datang menghampiri dan ingin duduk gabung bersama mereka.
"Kenapa? kami tidak boleh ikut gabung"
Saat itu, Dosen pun datang, Zidan dan Raisa langsung kembali duduk ke tempat mereka.
"Untung aja Dosen datang, aku males banget mereka duduk bersama kita" ucap Indra.
"Ia ndra, kalau ada mereka, pasti bakalan rusuh, apa lagi Zidan, datang cuman mencari masalah sama kita"ucap Anggara.
Mereka belajar seperti biasa nya.
Jam istirahat, Anggara, Indra dan Sasya pergi ke kantin, Anggara membantu Sasya berjalan. Di jalan menunu kantin, Susi datang menghampiri mereka.
"Kenapa kaki kamu sya?" tanya Susi.
__ADS_1
"Terkilir si" jawab Sasya.
"Kelihatan nya kaki mu membengkak" ucap Susi.
"Ia, tapi ini sudah mendingan kok"
"Kalian mau ke kantin ya?" tanya Susi.
"Ia, mau ikut?" ucap Sasya.
"Ia"
"Ayo, barengan sama kita" ucap Sasya.
Susi pun ikut pergi ke kantin bersama Anggara, Indra dan Sasya, setiba nya di kantin, mereka memesan makanan dan minuman lalu duduk di kursi.
Saat sedang duduk menunggu makanan, Zidan datang menghampiri Sasya.
"Hay, nama kamu Sasya ya?" ucap Zidan.
"Ia" jawab Sasya dengan cetus.
"Boleh minta nomor handphone kamu nggak?" Zidan memberikan handphone nya pada Sasya, namun Sasya tidak mengambil nya.
"Aku tidak memberikan nomor handphone ku ke sembarang orang" jawab Sasya.
"Ayo lah, kita bisa berkenalan lebih dekat nanti nya" ucap Zidan.
"Zidan! Sasya tidak mau memberi nomor handphone nya, kamu jangan memaksa dia" tegas kan Anggara pada Zidan.
"Kamu jangan ikut campur ya" ucap Zidan.
"Apa kamu lupa, kalau dia pacar aku" ucap Sasya, hal itu membuat Indra dan Susi terkejut.
"Aku ingat kok, kan baru juga pacar, belum suami, masih ada dong celah aku buat dapetin kamu" ucap Zidan.
"Mending kamu pergi dari sini, jangan ganggu aku lagi" ucap Sasya.
"Baik lah, aku pergi"Zidan pun pergi dari sana.
"Gar, sya, jadi kalian berpacaran?" tanya Indra.
"Itu bisa aku jelasin ndra" jawab Anggara.
"Apa yang mau kamu jelasin gar, kamu kan tau, kalau aku suka sama Sasya, kamu sengaja ya, mempermain kan perasaan ku terhadap Sasya" ucap Indra.
"Tidak ada yang mempermain kan perasaan kamu ndra, kamu dengerin dulu penjelasan kami" ucap Sasya pada Indra.
__ADS_1
"Gak ada yang bisa di jelasin lagi, sudah jelas tadi, kamu yang bilang kalau kalian berpacaran, aku tidak tuli sya, gar, kalian tega ya, di belakang aku, kalian bersembunyi dan pacaran, tanpa aku ketahui" ucap Indra dengan rasa marah, Indra langsung pergi meninggal kan kantin, karena dia merasa telah di hianati dengan Anggara dan Sasya.
"Indra, tunggu dulu ndra" ucap Anggara lalu berdiri dan mengejar Indra.
"Indra, dengar kan dulu penjelasan aku dan Sasya" ucap Anggara memegang bahu Indra.
"Gar, kita sudah berteman lama, aku juga bilang sama kamu, kalau aku suka sama Sasya, tapi kenapa kamu tidak bilang ke aku kalau kalian sudah berpacaran"ucap Indra memberhenti kan langkah nya.
"Ia, aku jelasin dulu sama kamu ndra, kamu tenang dulu"
"Sudah lah gar" Indra langsung pergi meninggal kan Anggara. Anggara kembali duduk di kantin bersama Sasya dan Susi.
"Bagaimana gar? apa Indra mau mendengar kan kamu?" tanya Sasya.
"Tidak sama sekali sya, dia tidak mau mendengarkan penjelasan aku" jawab Anggara.
"Sudah lah, nanti kalau dia sudah tenang, kita jelas kan pada nya, sekarang kita makan dulu, ini makanan kita sudah datang"
"Makanan Indra ini bagaimana?" tanya Susi.
"Nanti aku yang bawa in ke dia" jawab Sasya.
Anggara, Sasya dan Susi makan bersama, dengan wajah Anggara yang merasa bersalah pada Indra.
"Kalian memang pacaran ya?maaf kalau pertanyaan ku lancang" ucap Susi yang sedang makan.
"Tidak si, kami tidak berpacaran, cerita nya panjang, maka nya aku sebut gitu tadi di depan Zidan" jawab Sasya.
"Begitu ya, ya sudah lah, aku tidak mau ikut campur urusan kalian, tadi kelihatan nya Indra sangat marah sama kalian berdua" ucap Susi.
"Ia, nanti aku akan mencoba menjelas kan nya lagi pada nya"kata Sasya.
" Ayo lanjut kan makan nya, jam istirahat hari ini cuma sebentar, katanya para Dosen mau pergi rapat, jadi jam pelajaran di percepat hari ini"ucap Susi.
"Benar kah, aku tidak tau soal itu" ucap Sasya.
"Tadi aku dengar dari mahasiswa lain nya"
"Ooh, baik lah kalau gitu"
Anggara, Sasya dan Susi mempercepat makan nya, selesai makan, mereka membayar lalu kembali ke ruangan bersama. Setiba nya di pintu depan ruangan Anggara, terlihat dari depan pintu Indra yang sedang duduk sendiri.
"Lihat teman kalian tu, kelihatan dia masih sedang marah" ucap Susi.
"Ia, aku akan mencoba menjelas kan pada nya" ucap Anggara.
"Ya udah, aku duluan ya" ucap Susi.
__ADS_1
"Ia, bye" kata Sasya dan melambaikan tangan nya pada Susi begitu pun Susi juga membalas lambaian Sasya.
Anggara dan Sasya masuk ke dalam ruangan secara bersamaan, Indra melihat mereka masuk. langsung memaling kan wajah nya, karena dia masih marah dengan Anggara dan Sasya.