
Anggara kembali ke rumah sakit, di perjalanan pikiran Anggara hanya memikirkan Sasya, dia meyakinkan Sasya bahwa dia akan bertemu lagi, tapi dirinya sendiri bahkan tidak yakin apakah bisa bertemu dengan Saysa kembali. Anggara tidak menyadark perasaannya itu adalah rasa suka pada Sasya, dia tidak pernah berkencan dengan wanita mana pun, karena kepribadiannya dulu yang sangat dingin.
Sesampainya di rumah sakit, dia langsung menuju ke ruangan Nenek nya, di sana ternyata ada Indra yang sedang menunggu Anggara.
"Indra, kamu di sini?" kata Anggara saat masuk ke dalam ruangan.
"Ia, karena tadi aku tidak melihat kamu untuk melihat Sasya pergi, tadi aku ke rumah nya" jawab Indra
"Tadi aku tidak sempat ke rumah nya, karena keadaan di rumah aku yang sangat berserakan,tapi aku sudah sempat berpamitan dengan Sasya di bandara"
"Kenapa Nenek kamu sampai begini gara, apa sebenar nya yang terjadi"
"Aku juga kurang pasti, kata Nenek ada seseorang yang mencari aku, terus orang itu menggeledah semua rumah aku"
"Apa mereka pencuri? "
"Sepertinya bukan, soalnya kata Nenek mereka menggunakan jas berwarma hitam, tidak mungkinkan pencuri kok pakai jas warna hitam, terus di rumah gak ada barang yang hilang"
"Aku jadi penasaran, siapa mereka"
"Ia ndra, aku akan mencari tau siapa mereka, dan akan membalas perbuatan mereka karena sudah mencelakai Nenek aku" ucap Anggara dengan mata yang penuh amarah
"Sudah lah gara, sekarang kan Nenek tidak kenapa-napa lagi, Nenek juga bentar lagi akan sehat" ucap Nenek
"Ia lah nek, Nenek haru cepat sembuh ya, agar kita bisa kembali ke rumah dan Nenek bisa beraktifitas seperti biasanya"
"Ia gara" jawab Nenek
"Ya sudah, Nenek istirahat aja ya, gara dan Indra keluar"
"Ia".
Anggara dan Indra pun keluar dari ruangan Nenek.
"Gara, apa kamu yakin kita bisa bertemu dengan Sasya lagi?"tanya Indra
"Aku tidak yakin ndra, ya sudah lah, hanya takdir yang bisa mempertemukan kita kembali" ucap Anggara sambil tersenyum
"Ia gara, aku pulang dulu ya gara, kemungkinan lusa aku mau mendaftar ke universitas"
"Ia ndra, semoga berhasil ya"
__ADS_1
"Ia"
Indra pergi meninggalkan Anggara sendiri yang sedang duduk di kursi, tepat di depan ruangan Nenek nya.
"Bagaimana dengan biaya pengobatan Nenek, tabungan ku pasti tidak cukup, di mana aku akan mencari uang" ucap Anggara sambil duduk termenung.
Kruuk kruuk kruukk.
Suara perut Anggara mulai terdengar, tandanya Anggara sedang lapar.
"Perut ku lapar, dari tadi aku emang belum makan, sebaik nya aku pergi cari makan dulu aja"ucap Anggara, dia pun pergi keluar untuk mencari makan.
Setibanya di rumah makan, dia langsung memesan makanan, dan duduk di kursi makan.
Setelah makanan Anggara di antar kan, dia pun segera memakannya dengan lahap, karena rasa lapar di perut nya.
Selesai sudah Anggara makan, dia kembali ke rumah sakit, tetapi saat sedang di perjalanan, tiba-tiba seorang Nenek di copet, Anggara yang melihat itu, langsung mengejar copet tersebut menggunakan sepeda motor nya, karena tukan copet juga menggunakan sepeda motor. Mereka berkejar-kejaran.
"Hey, berhenti kalian, kembali kan tas Nenek itu" teriak Anggara di jalanan raya.
Pencopet itu semakin kencang menarik gas sepeda motor nya, Anggara sedikit tertinggal, tiba di sebuah lorong, Anggara kehilangan pencopet tersebut. Tetapi Anggara menggunakan kekuatan tembus pandangnya, dia terus mencari keberadaan pencopet itu, dan kekuatan tembus pandang nya berhasil menemukan pencopet tersebut, mereka berada dalam suatu rumah kecil. Anggara yang melihat itu langsung berjalan pelan menuju rumah tersebut, dengan cepat Anggara membuka pintu, dan ternyata benar, mereka berada di rumah itu.
"Bagaiamana kau bisa menemukan kami, padahal tadi sudah tertinggak jauh" ucap Pencopet tersebut
"Hahaha, anak ini ternyata sok mau jadi jagoan ya" pencopet tersebut berjalan mendekati Anggara dengan wajah songong nya, sedangkan teman nya yang memegang tas Nenek berada di belakang nya, Anggara yang melihat itu melangkah kan kaki nya dengan cepat untuk mengambil tas yang ada di tangan teman pencopet, tetapi tangan Anggara di tahan oleh pencopet satunya.
"Hey nak, lawan aku dulu jika kamu mau jadi pahlawan"
Anggara tidak banyak bunyi, tangan pencopet yang sedang memegang pergelangan tangannya langsung dia pulas hanya dengan membalikan tangan pencopet menggunakan pergelangan tangannya tadi, lalu Anggara tendang bagian kaki nya, dan pencopet itu langsung tersungkur. Setelah itu Anggara berjalan mendekati teman nya, temannya juga melawan Anggara dengan mengarahkan pukulan ke wajah Anggara, dengan sigap Anggara menangkis pukulan itu, dan menendang bagian kaki nya juga. Terjadi lah perkelahian di rumah kecil yang sudah kosong itu. Pencopet itu berhasil di kalahkan oleh Anggara, tas yang di copet Anggara ambil, dia pun langsung pergi dari tempat itu.
Sesampainya di tempat Nenek tadi.
"Nek, ini tas Nenek" ucap Anggara sambil memberikan tas pada Nenek.
"Terimkasih ya nak, sudah membantu mengejar pencopet itu, terimkasih banyak"kata Nenek tersebut.
Ternyata di sana, ada seorang wanita yang sedang berdiri bersama Nenek itu, dia adalah cucu Nenek tersebut, tepat di depan sebuah toko pakaian.
" Terimkasih ya mas sudah menolong kami"kata wanita itu
"Sama-sama, kalau gitu saya pamit ya nek" ucap Anggara
__ADS_1
"Maaf, kalau boleh tau nama mas siapa? " tanya wanita itu
"Nama saya Anggara" jawab Anggara
"Nama saya Kiki" ucap Kiki sambil mengarahkan tangannya agar berjabatan dengan Anggara, melihat itu Anggara membalas jabatan tangannya.
"Sampai bertemu lagi ya Anggara" kata Kiki dan pergi masuk ke dalam mobil
"Ia" jawab Anggara.
Anggara pergi meninggalkan tempat itu, dan kembali ke rumah sakit.
"Gara, kamu kemana aja tadi?" tanya Nenek pada Anggara yang baru saja tiba
"Tadi gara keluar cari makan nek"
"Kenapa lama sekali"
"Tadi ada Nenek-nenek di copet, gara membantunya dan mengejar copet itu"
"Terus apa tas nya dapat? "
"Ia nek, udah gara kasih juga sama Nenek nya"
"Bagus lah kalau gitu, oia gara, tadi suster datang kemari, katanya nyuruh wali Nenek untuk membayar administrasi"
"Ia nanti gara bayar nek"
"Uang Nenek ada di rumah, sebaik nya menggunakan uang itu aja gara"
"Tabungan gara ada nek"
"Tidak perlu pakai tabungan kamu, uang Nenek cukup, di bank uang Ayah dan Kakek kamu ada, itu juga banyak, uang itu nanti nya akan jadi milik kamu"
"Baik lah nek"
"Apa kami akan melanjutkan ke perguruan tinggi?"
"Tidak nek, gara pikir biaya nya gak ada"
"Kamu harus melanjutkan ke perguruan tinggi gara, karena uang Ayah kamu ada sama Nenek, dan itu cukup untuk biaya pendidikan kamu nantinya, uang itu emang untuk kamu"
__ADS_1
Bersambung...
bantu like, komen dan vote ya teman, jika ada kekuarangan bantu sarannya ya😊