Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Pria pakain hitam datang kembali


__ADS_3

"Baik lah pak, terimakasih ya pak" ucap Anggara.


"Sama-sama"


Anggara pun pergi meninggal kan makam, dia pulang ke rumah, setelah mengirim kan do'a untuk Ayah, Ibu dan Nenek nya. Tetapi, pria berpakaian hitam tadi telah mengganggu pikiran Anggara.


"Siapa dia ya, aku jadi penasaran dengan dia, aku kira hanya aku yang datang ke makam Ayah, tetapi ternyata ada orang lain yang juga datang, tapi aku tidak tau itu siapa, dari tubuh nya aku seperti mengenal seseorang, tetapi itu siapa, siapa orang yang aku kenal itu" kata Anggara sambil mengendarai sepeda motor nya menuju rumah.


Di perjalanan, Anggara di cegat dengan mobil berwarna hitam, Anggara langsung mengerem sepeda motor nya secara mendadak.


"Hey, siapa yang berhenti tiba-tiba seperti itu" kata Anggara marah pada mobil tersebut.


Seseorang berpakaian jas hitam keluar dari dalam mobil, dan berjalan ke arah Anggara, bertubuh kekar tinggi, dan berwajah garang, Anggara diam dan melihat dia berjalan ke arah nya.


"Kamu Anggara kan?" tanya nya pada Anggara.


"Siapa kamu?"


Terus dia memanggil teman nya, dan dua orang laki-laki juga keluar dari dalam mobil menggunakan pakaian yang sama yaitu jas warna hitam.


"Apa yang ingin kalian lakukan?"Anggara bertanya-tanya karena dia sama sekali tidak menyenali mereka.


"Cepat bawa dia" perintah laki-laki tadi pada teman nya itu, untuk membawa Anggara pergi.


"Apa yang kalian ingin kan" kata Anggara.

__ADS_1


Dua orang itu langsung menendang sepeda motor Anggara, dan Anggara langsung terjatuh ke jalanan, siku nya terluka karena terkena benturan ke aspal.


"Apa mau kalian haa!" Anggara menjadi kesal, karena dia tidak tau apa-apa, tiba-tiba mereka menyerang Anggara.


"Cepat bawa dia ke dalam mobil" ucap pria tersebut, dan kedua teman nya itu langsung bergerak dan ingin membawa Anggara dengan secara paksa. Tentu saja Anggara melawan, ketika tangan Anggara di pegang dengan kedua pria itu, Anggara langsung menarik tangan nya dengan kuat tenaga nya.


"Kalian siapa haa! ingin membawa ku dengan paksa seperti ini, apa mau kalian" kata Anggara secara emosional.


"Kamu tidak perlu tau, jika tidak mau kami membawa mu dengan secara kasar, lebih baik kamu ikut kami sekarang" kata pria itu.


"Aku tidak mau, buat apa aku ikut kalian, aku aja tidak kenal kalian"


"Cepat bawa aja dia, jika dia melawan kalian pukul aja dia" perintah pria itu, ke dua pria tersebut pun langsung mematuhi perintah nya, mereka pun langsung memukul perut Anggara, Anggara langsung mengeluarkan darah dari mulut nya, dengen itu Anggara semakin emosi, dia pun melawan, Anggara memukul balik pria satu nya yang di sebelah kanan nya, dia memukul wajah pria itu, dan pria itu langsung terpaling wajah nya karena terkena pukulan Anggara. Teman satu nya langsung juga mengayun kan tangan nya dan mengarah ke wajah Anggara, Anggara dengan sigap menahan pukulan dengan tangan nya. Terjadi lah perkelahian di tepi jalan, banyak warga melihat mereka, tapi tidak ada yang berani mendekati, karena yang melihat adalah para wanita dan lelaki yang sudah tua, tentu saja mereka tidak berani mendekat karena takut terlibat dalam perkelahian tersebut. Anggara terus melawan pukulan dua pria itu, dan tidak ada satu pun pukulan mereka terkena ke Anggara. Dua pria itu lah yang terkena pukulan oleh Anggara dan mereka sudah babak belur di pukul oleh Anggara.


"Kalian ini sama sekali tidak becus ya, melawan pria muda seperti ini aja tidak bisa" ucap pria yang hanya berdiri melihat perkelahian tadi.


Pria yang di panggil bos itu pun maju mendekati Anggara, dan tanpa basa-basi dia mengayun kan tangan nya mengarah pada wajah Anggara, Anggara yang sedang berdiri langsung menahan pukulan pria itu, dia menggenggam kepalan tangan pria itu dengan kuat, wajah pria itu pun langsung berubah.


"Jika kalian masih mengganggu ku lagi, aku tidak akan tinggal diam" ucap Anggara menatap mata pria itu sambil menggenggam kepalan pria itu yang ingin memukul wajah Anggara, tepat di depan wajah Anggara kepalan pria itu terhenti.


"Lihat aja, kamu akan terus di hantui oleh kami, bakal akan ada yang terusan datang untuk membawa kamu" ucap nya pada Anggara.


"Coba saja kalau bisa membawa ku, aku tidak ada urusan dengan kalian, dan aku tidak kenal kalian, mau apa kalian membawa ku" ucap Anggara langsung melepas kan genggaman nya.


"Kamu akan tau alasan kami membawa mu jika kamu bersedia ikut dengan kami"

__ADS_1


"Sudah lah, aku tidak akan pernah mau ikut kalian, lebih baik kalian pergi dari sini"


"Lihat saja, kami akan datang kembali" ucap pria itu dan langsung pergi meninggal kan Anggara.


Anggara langsung berdiri kan sepeda motor nya, dan dia naik ke sepeda motor, menghidup kan mesin sepeda motor, lalu dia pun langsung pulang ke rumah nya.


Setiba nya di rumah, Anggara pun langsung pergi ke kamar, membuka pakaian, mengambil handuk lalu dia pergi ke kamar mandi. Anggara membersih kan baju nya yang terkena darah dari. mulut nya tadi.


"Siapa orang itu, sudah dua kali nya orang datang untuk membawa ku, dan siapa yang menyuruh mereka, apa urusan mereka dengan ku, aku sama sekali tidak ada musuh" ucap Anggara sambil mencuci baju nya.


Setelah itu Anggara pergi ke kamar dan memakai pakaian nya. Lalu dia pergi ke dapur, mengambil beras dan menyukat nya ke dalam megicom, mencuci beras tersebut hingga bersih dan menanak nya, sambil menunggu nasi masak, Anggara mengeluar kan sayuran, cabe dari dalam kulkas, dia pun mulai memasak lauk dengan seada nya.


"Astagfirullah, aku lupa, kan malam ini mau makan di luar bersama Sasya dan Indra, kenapa aku masak nasi sama lauk, ya sudah lah, sudah terlanjur, nasi nya bisa untuk besok aja, dan lauk yang sudah aku masak, aku masukan aja ke dalam kulkas agar tidak basi" ucap Anggara.


Selesai memasak, Anggara menuju depan televisi dan duduk di kursi sambil menonton televisi.


Malam hari, Anggara bersiap-siap untuk pergi makan di luar bersama Sasya dan Indra.


"Apa mereka sudah pergi ya, janjian nya kan jam tujuh, aku telepon aja Sasya" ucap Anggara mengambil handphone lalu menelepon Sasya.


"Halo sya" ucap Anggara ketika telepon nya di angkat oleh Sasya.


"Ia gar, ada apa?"


"Jadi ya malam ini kita makan di luar?"

__ADS_1


"Jadi dong, ni aku sudah siap-siap"


__ADS_2