
"Ini lukisan yang indah gara, sangat indah" ucap Sasya merasa kagum dengan hasil lukisan Anggara.
"Terima kasih sya" jawab Anggara
Setelah perlombaan selesai, dan pemenangnya sudah di umumkan, dan hadiah sudah di berikan ke pada para pemenangnya, semua siswa kembali ke dalam kelas. Anggara, Sasya dan Indra berjalan menuju kelas.
Semua siswa merasa senang jika Anggara yang memenangkan perlombaan itu, sedangkan Dika, dia sangat merasa marah, karna dia tidak bisa memenangkan perlombaan tersebut.
Anggara memasuki kelas, dan semua siswa mengucapkan selamat padanya, Sasya merasa senang melihat Anggara yang tersenyum.
"Gara, sepertinya semua orang senang melihat mu yang menang"ucap Sasya
"Iya sya, ini juga berkat kamu, kamu yang menyemangati ku untuk mengikuti perlombaan ini" jawab Anggara.
Hari demi hari mereka lewati, Anggara, Sasya dan Indra sering bersama, pertemanan mereka semakin erat, Anggara yang semula pendiam, seiring waktu mulai menjadi aktif berbicara, dia lebih sering meluangkan waktu bersama temannya, mereka saling tertawa bersama. Kemana-mana mereka selalu bersama, Sasya merasa lebih nyaman jika saat bersama Anggara, Anggara yang kepribadiannya tertutup, dengan adanya Sasya dan Indra di sisinya, dia menjadi lebih terbuka, tetapi dia tidak memberitahukan pada Sasya dan Indra tentang kekuatannya, karna dia takut jika mereka tau, mereka akan menjauhi nya.
Beberapa tahun kemudian, Anggara bertumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan dan manis, ketika dia berjalan bersama Sasya dan Indra, semua wanita melirik padanya, hingga tidak ada yang mengkedip kan mata sama sekali.
Sedangkan Sasya, bertumbuh menjadi wanita yang cantik, sudah banyak lelaki yang menyatakan cinta padanya, tetapi semuanya dia tolak, tidak ada satupun pria yang berhasil mendapatkannya, kepribadiannya masih sama, dia sangat berani dan sangat tegas, dia tidak suka jika ada yang mengusik Anggara, jika ada yang meremehkan Anggara, dia lah yang paling pertama menentangnya. Dan Indra bertumbuh menjadi pemuda yang tidak bisa jauh dari buku nya, dia sangat suka membaca, dia tidak bisa jauh dari kaca mata dan buku nya.
Suatu hari, Anggara keluar bersama Sasya dan Indra, mereka pergi ke suatu tempat, di mana tempat itu adalah tempat yang sering mereka kunjungi bersama, mereka selalu ke sana ketika tidak ada kerjaan di rumah. Itu adalah taman yang berada di tepian danau, di sana pemandangan sangat indah, danau yang tenang, dan rumput serta pohon-pohon tumbuh menghijau. Mereka selalu duduk di bawah pohon.
"Gara, sekarang kita sudah selesai dari pendidikan kita, orang tua ku, ingin aku melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi" ucap Sasya sambil memandangi danau.
Anggara, Sasya dan Indra baru menyelesaikan pendidikan jenjang menengah atas.
"Tentu saja kau harus melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi sya" jawab Anggara
__ADS_1
"Iya sya, kami ikut senang jika bisa berhasil nanti nya"sambung Indra dari perkataan Anggara.
"Tetapi, aku tidak mau jika aku berjauhan dengan kalian, orang tua ku, ingin aku melanjutkan ke luar negeri" kata Sasya dengan melihat ke arah Anggara dan Indra.
"Tidak apa sya, kau bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri, jika itu kemauan orang tua mu"ucap Anggara
"Apa kalian juga akan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi?"tanya Sasya pada Anggara dan Indra.
"Kalau aku tidak sya, Nenek ku tidak memiliki banyak uang untuk membiayai ku ke pendidikan yang lebih tinggi" jawab Anggara, mendengar jawaban Anggara, Sasya menjadi patah semangat, dia tidak mau jika jauh dari Anggara.
"Sebenar nya aku belum pernah bilang sama Nenek mau melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi, karena aku takut Nenek kepikiran soal uang" ucap di dalam hati Anggara.
"Aku akan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi sya, tapi aku melanjutkannya di kota ini" jawab Indra
Sasya berdiam, karna dia bingung, harus menuruti perkataan orang tuanya, atau melanjutkan pendidikan di kota ini saja, dan dia masih bisa berdekatan dengan Anggara.
"Iya gara.." jawab Sasya
"Kenapa kau diam sya, apa kau akan pergi ke luar negeri?"tanya Anggara
"Uumm aku bingung gara, aku tidak bisa berjauhan dari kalian, tapi ke dua orang tua ku, ingin aku ke luar negeri melanjutkan pendidikan" jawab Sasya
"Sudah lah sya, gimana pun, orang tua mu kan ingin yang terbaik untuk dirimu sendiri, jadi turuti aja kemauan orang tua kamu Sasya" ucap Anggara
"Baik lah gara" jawab Sasya
Di hari itu, mereka berjanji akan saling mengingat satu sama lain, dan tidak akan melupakan pertemanan mereka walau mereka berjauhan, di hari itu juga, Anggara memberikan sesuatu pada Sasya dan Indra, yaitu tanda persahabatan mereka, Anggara memberikan sebuah gelang yang warna nya sama.
__ADS_1
Karna Sasya akan pergi jauh, mereka melewati hari itu dengan bersenang-senang dan saling tertawa.
"Sungguh senang nya hari ini gara, kita bisa bersama seperti ini, tapi setelah ini, aku tidak tau kapan kita akan bersama seperti ini lagi" kata Sasya sambil duduk di rerumputan.
"Iya, tapi suatu hari nanti, kita pasti akan bertemu lagi, dan bersama lagi" ucap Indra
"Iya sya"jawab Anggara
Beberapa jam kemudian, hari sudah semakin sore, Anggara, Sasya dan Indra pun bersiap-siap untuk pulang ke rumah, mereka tidak lagi menggunakan sepeda jika bepergian, Anggara membawa sepeda motor milik Kakeknya, sedangkan Indra membawa sepeda motor milik nya sendiri, dan Sasya berboncengan dengan Anggara.
"Gara, kau tau, aku sangat tidak ingin berada jauh dari mu"Sasya berkata dengan suara yang terdengar sedih, saat itu mereka sedang di jalan menuju rumah Sasya, dan Indra mengikuti dari belakang.
"Sasya, tadi kita kan sudah membicarakan ini, kita bertiga tidak akan saling melupakan, kita pasti akan bertemu lagi"jawab Anggara tidak mau jika Sasya tidak menuruti kemauan orang tua nya, karna itu untuk kebaikannya sendiri.
Sasya diam, dia tida berbicara apa pun lagi, sedangkan Anggara terus mengendarai sepeda motor nya, dengan mata yang melihat ke depan tapi terlihat jelas bahwa dia tidak rela jika Sasya pergi jauh.Tak lama itu, mereka tiba di rumah Sasya. Sasya turun dari sepeda motor Anggara, rumah Sasya sangat lah besar, di perkarangan rumah nya banyak bunga yang bewarna-warni, dan pohon yang tidak terlalu besar tumbuh di sepanjang pagar sekeliling rumah, sehingga jika berada di rumah Sasya, sangat terasa sejuk.
"Gara, Indra, ayo masuk ke dalam" ajak Sasya pada Anggara dan Indra
"Baik lah sya" jawab Anggara.
Anggara dan Indra masuk ke dalam rumah Sasya. Di dalam rumah sudah ada orang tua Sasya yang sedang duduk santai, karna di hari itu, mereka sedang libur kerja.
"Selamat sore om" sapa Anggara ketika melangkah masuk ke dalam rumah Sasya.
Bersambung..
Jangan lupa like dan komennta, serta vote ya😊
__ADS_1