
Mendengar jawaban dari Anggara, Sasya menjadi tersenyum melihatnya.
"Dia sangat aneh, jawabannya juga unik, rata-rata banyak yang suka jika di lihat banyak orang, tapi dia tidak, dia malah tidak suka memamerkan kepandaiannya, dia sangat pintar, tapi dia tidak sombong sama sekali, aku menjadi suka dengannya" ucap di dalam hati Sasya sambil melihat Anggara yang sedang membaca buku.
Sasya terus tersenyum ketika melihat Anggara yang sedang membaca buku. Tak lama kemudian, Ibu Guru yaitu ketua Wali di kelas Anggara, datang memasuki ruangan kelas mereka.
"Selamat pagi anak-anak" ucap Guru dengan suara yang bergema di dalam kelas.
"Selamat pagi bu Guru" jawab semua siswa dengan serentak.
"Apa kalian sudah tau tentang perlombaan yang akan di adakan di sekolah kita?"tanya Ibu Guru ke pada semua siswa.
"Sudah bu" jawab mereka
"Siapa yang akan ikut perlombaan itu?"Ibu Guru bertanya
"Jelas aku dong bu, aku kan selalu mengikuti semua perlombaan" jawab Dika
"Apa ada yang lain?"tanya Ibu Guru lagi
"Anggara bu"jawab Sasya dengan suara lantang, mendengar itu semu siswa melihat ke arah Sasya.
"Benar itu Anggara? Apa kau ingin mengikuti lomba ini?"tanya Ibu Guru untuk memastikan ke pada Anggara
Anggara diam, dia tidak bisa membuka bibir nya untuk menjawab pertanyaan Ibu Guru, karna di dalam hati nya dia tidak ingin mengikuti perlombaan itu, tapi karna ke dua temannya yang memaksa, dia dengan terpaksa mengikuti perlombaan itu.
"Ayo Anggara, jawab iya sama bu Guru, kamu mau kan ikut perlombaan ini?"ucap Sasya untuk meyakinkan Anggara lagi.
Jika melihat Sasya yang meminta nya, dia tidak bisa menolak, rasanya dia selalu ingin menuruti kemauan Sasya, dia tidak tau kenapa dia merasakan hal itu, dia hanya ingin melakukan apa yang Sasya minta padanya.
"Baik lah sya" jawab Anggara
"Anggara, apa benar kau ingin mengikuti lomba ini?"tanya Ibu Guru lagi pada Anggara.
"Iya bu, aku berencana mengikuti perlombaan ini" jawab Anggara
__ADS_1
"Apa! Kau ingin mengikuti perlombaan ini, apa kau tidak tau diri, apa kau bisa melukis"kata Dika dengan lantang nya mengejek Anggara.
"Dika! Kenapa berkata seperti itu pada Anggara" tegas Ibu Guru pada Dika
"Maaf bu" Dika berhenti mengejek Anggara.
"Jadi benar Anggara, kau ingin mengikuti perlombaan ini? Selama ini kau tidak pernah mengikuti perlombaan apa pun, tapi bagus lah Anggara, Ibu suka jika kau sudah ingin mengikuti perlombaan" kata Ibu Guru
"Iya bu" jawab Anggara.
"Bagus gara, kau pasti akan memenangkan perlombaan ini" kata Sasya sambil tersenyum melihat ke arah Anggara yang duduk di samping nya.
"Iya sya" jawab Anggara sambil melihat ke arah Sasya.
Sasya tersenyum dan Anggara membalas senyumannya, mereka saling bertatapan mata.
"Perasaan apa ini, kenapa aku merasakan nyaman jika melihatnya, dan jantung ku, kenapa jantung berdegup kencang"ucap di dalam hati Sasya.
"Sya, kenapa? Kenapa kau menatap ku seperti itu?"tanya Anggara karna melihat Sasya yang tidak memalingkan matanya ketika menatap Anggara.
"Haa..tidak.. tidak kenapa gara" Sasya langsung mengalihkan pandangannya ke arah meja.
"Dia sangat terlihat tampan dan manis jika di pandang saat dia belajar, rasanya aku tidak bisa memalingkan pandangan ku dari nya" ucap di dalam hati Sasya.
Dua jam telah berlalu, lonceng istirahat sudah berbunyi, para siswa-siswi berduyungan keluar dari kelas dan pergi ke kantin. Sedangkan Anggara dan Sasya masih berada di dalam kelas, Dika dan temannya juga terlihat masih duduk di bangku nya.
"Gara, ayo kita ke ruang OSIS, kita harus segera mendaftar kan nama mu dalam perlombaan itu" kata Sasya sambil memasukan buku ke dalam tas
"Iya Sasya, ini aku juga sedang bersiap-siap u untuk ke sana" kata Anggara
"Aku dengar kalian ingin pergi ke ruang OSIS untuk mendaftar" kata Dika yang masih duduk di bangku nya
"Iya, kenapa?"jawab Sasya dengan cetus
"Sudah lah.. jangan ikuti perlombaan itu, kalian juga akan kalah nanti nya" ucap Dika
__ADS_1
"Apa kau tidak ada kerjaan lain, selain mengurusi kehidupan kami, kau urus saja urusan mu sendiri, dan aku ingatkan, kau harus menjalani kesepakatan kita kemarin" ucap Sasya dengan tegas dan membuat Dika langsung terdiam.
"Ayo kita pergi gara, jangan dengarkan omongan mereka" kata Sasya menarik tangan Anggara dan meninggalkan Dika dan temannya di dalam kelas.
"Dik, sepertinya kita akan menjadi anak buah mereka, kita sudah kalah dalam permainan yang kau buat sendiri dik" ucap Bowo
"Iya dik, habis lah kita dik, kita juga tidak bisa menganggu mereka lagi"sambut Ari dari perkataan Bowo
"Diam lah kalian! lihat saja, aku tidak akan kalah dalam perlombaan ini" ucap Dika dengan tegas pada temannya.
"Indraaaa.." panggil Sasya dari kejauhan ketika melihat Indra sudah menunggu di persimpangan.
"Sasya.. Anggaraa.." teriak Indra saat mendengar panggilan Sasya.
Sasya dan Anggara terus berjalan menghampiri Indra.
"Ayo gara, kita harus segera ke ruang OSIS, aku lihat, tadi banyak siswa yang ke sana untuk mendaftar" ucap Indra saat Anggara dan Sasya tiba di dekat nya.
"Benarkah? Ayo kita segera ke sana" ucap Sasya
Anggara, Sasya dan Indra langsung berjalan menuju ruang OSIS. Setibanya mereka di ruang OSIS, di sana sangat banyak siswa yang mengantri di depan pintu, di sana para siswa mendaftar untuk mengikuti perlombaan yang di adakan di sekolah mereka.
"Lihat lah sya, semua siswa mengantri, kita juga akan mengantri di sini" kata Indra
"Iya ndra, kita akan menunggu di sini" jawab Sasya
Ketika sedang berdiri di antrian para siswa, Dika dan temannya datang dan langsung memotong antrian para siswa, dia berjalan sambil melanggar bahu Anggara menggunakan bahu nya, dan berjalan mendahului antrian Anggara. Dia terus berjalan dan memotong atrian siswa-siswa
"Hei, Dika, kenapa kau memotong antrian begitu saja, seharus nya kau berdiri di belakang kami" teriak Sasya karna tidak menerima Dika yang memotong antrian begitu saja.
"Benar, kenapa kau memotong antrian kami, seharus nya, kau mengikuti aturan untuk mengantri" ucap para Siswa yang sudah di potong antriannya oleh Dika.
"Diam kalian! Terserah aku dong, aku mau mengantri apa tidak, aku tidak mau menunggu, dan aku akan mendaftar lebih dulu dari pada Anggara" ucap Dika dengan wajah sombong nya.
"Tidak bisa begitu lah, emang nya kau siapa, kau memotong antrian begitu saja"ucap Sasya dengan tegas.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa like dan komennya😊