Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Zidan mulai mengganggu Sasya


__ADS_3

"Kamu di ruangan mana sya?" tanya Anggara karena belum mengetahui letak ruangan Sasya.


"Di ruangan kamu dan Indra, aku di letakan di sana" jawab Sasya.


"Ooh, aku gak tau kamu di ruang yang sama dengan ku"


Mereka berjalan menuju ruangan Anggara, setibanya di ruangan Anggara, Raisa sedang duduk dan menunggu Anggara.


"Anggara" kata Raisa memanggil Anggara yang baru saja masuk ke ruangan.


Anggara tidak memperdulikan nya, dia tetap berjalan bersama Sasya.


"Tempat duduk kamu di mana sya?" tanya Anggara.


"Ini, di depan meja kamu gar" jawab Sasya meletakan tas nya ke atas meja.


Raisa datang mendekati Anggara, karena dia masih ingin mendekati Anggara.


"Anggara, kamu kemana aja tadi, kenapa kamu lama datang nya?" tanya Raisa.


"Apa urusan nya dengan mu" jawab Anggara cetus.


"Aku mau tau aja, kenapa kamu datang bersama wanita ini"


"Aku mau datang sama siapa pun, bukan urusan mu kan" Anggara tidak menyukai Raisa.


Anggara langsung duduk di tempat nya, dan ngobrol bersama Indra, melihat Anggara tidak memperdulikan diri nya, Raisa kembali ke tempat duduk nya dengan wajah yang cemberut.


"Siapa sih wanita itu, dia sangat dekat dengan Anggara, lihat saja nanti, aku akan membuat perhitungan dengan nya" ucap di dalam hati Raisa.


"Dia siapa ya? kenapa dia begitu terhadap Anggara, seperti ingin mengetahui apa saja yang di lakukan Anggara, aku lihat, Anggara tidak menyukai nya, tidak mungkin kan, dia gebetan Anggara" ucap di dalam hati Sasya.


Jam pelajaran sudah di mulai, Dosen yang mengajar sudah masuk ke ruangan Anggara, dan mengajar teori yang harus di pelajari.


Jam istirahat, Anggara dan Sasya ke kantin bersama, namu mereka berdua di datangi oleh Zidan dan keempat teman nya.


"Hay cantik" ucap Zidan duduk di samping Sasya, di saat Sasya hanya bersama Anggara, karena Indra ke toilet.

__ADS_1


"Zidan, kamu jangan ganggu Sasya" ucap Anggara dengan tegas.


"Aku tidak mengganggu nya, aku hanya ingin berkenalan dengan nya" jawab Zidan. Sasya tidak memperdulikan Zidan.


"Siapa nama kamu cantik?" tanya Zidan.


Sasya tidak menjawab, karena Sasya tidak menyukak sikap Zidan seperti itu.


"Cantik, kenapa kamu diam aja" kata Zidan sambil menyentuk rambut Sasya.


"Jangan sentuh aku!" tegas Sasya karena marah Zidan bersikap seperti itu, melihat itu, Anggara langsung berdiri, dan menarik tangan Zidan, agar dia beranjak dari tempat itu.


"Hey, santai bro, jangan kasar begitu" ucap Zidan, ke empat teman nya hanya tersenyum.


"Apa maksud kamu ganggu Sasya seperti itu, jika kamu berani menyentuh nya, kamu akan berhadapan dengan ku" kata Anggara marah pada Zidan.


"Kamu siapa haa, mengancam aku seperti itu"ucap Zidan.


"Aku pacar Anggara" jawab Sasya dengan lantang, mendengar itu, Anggara terkejut, tapi Anggara tidak menentang ucapan Sasya.


"Kamu pacar Anggara, aku tidak salah dengar ni, masa kamu mau jadi pacar dia, mending kamu sama aku aja" kata Zidan dengan percaya diri.


"Gara, sya, kalian mau ke mana?" tanya Indra melihat Anggara dan Sasya berjalan berdua, dan menghampiri Anggara dan Sasya.


"Kami mau kembali ke ruangan aja ndra" jawab Sasya namun dia belum melepas kan genggaman nya yang masih menggenggam tangan Anggara.


"Kenapa kembali ke ruangan? kita gak jadi makan siang di kantin?" tanya Indra lalu dia melirik ke bawah dan melihat Anggara dan Sasya sedang bergandengan tangan.


"Ada yang mengganggu kami di kantin tadi, jadi aku tidak mau makan di kantin lagi" jawab Sasya.


"Tapi aku laper ni gar, sya, kita makan di mana dong?" tanya Indra.


"Kita makan di warung yang ada di depan kampus ni aja, bagaimana?" kata Anggara, dan saat itu mereka masih berpegangan tangan, tidak menyadari bahwa Indra sedang memperhatikan tangan nya.


"Boleh juga tu, ayo kita ke sana" ucap Indra.


Anggara, Sasya dan Indra berjalan menuju ke depan kampus, dan Anggara melepaskan genggaman nya, karena dia merasa tidak enak terhadap Indra.

__ADS_1


Sesampai nya di warung makan yang ada di depan kampus, mereka memesan makanan dan minuman.


"Emang siapa sih yang mengganggu kalian di kantin tadi?" tanya Indra yang sedang makan.


"Zidan" jawab Anggara.


"Anak itu lagi, dia tidak bosan-bosan nya ya, ganggu kamu gar"kata Indra.


" Emang nya, dia itu sering ganggu Anggara ya?"tanya Sasya.


"Ia sya, hampir tiap hari, dia tidak henti-henti nya ganggu kami berdua, terutama Anggara, aku juga tidak tau kenapa dia seperti itu, padahal ya, Anggara dan aku tidak pernah mengganggu dia, apa lagi berurusan dengan nya" kata Indra.


"Lalu kenapa dia mengganggu Anggara seperti itu?"


"Itu yang membuat aku bingung sya, kami aja tidak tau apa penyebab nya"


"Tapi tadi, Zidan tidak mengganggu ku ndra, melain kan dia mencoba menggoda Sasya" ucap Anggara.


"Sekarang, dia mau mengganggu Sasya lagi, apa sih mau anak itu" ucap Indra dengan emosi.


"Sudah lah, jangan di pikir kan soal mereka, kita tidak perlu memperduli kan nya, kita juga jangan berurusan dengan nya, aku tidak mau, menjadi masalah di kampus ini" ucap Anggara.


"Ia gar, aku juga males berurusan dengan nya" kata Indra.


Anggara, Indra dan Sasya melanjut kan makan nya, lalu selesai mereka makan, mereka pun kembali ke dalam kampus.


Sepulang nya dari kampus, Sasya ingin pergi ke rumah Anggara bersama Indra dan Anggara, karena Anggara hanya membawa satu motor, Sasya menggunakan ojek ke rumah Anggara.


"Aku mau ke pasar ni, mau beli bahan makanan di dapur, soal stok di kulkas sudah habis, kalian tunggu di sini ya" ucap Anggara yang baru saja sampai di rumah nya.


"Aku ikut gar, aku mau mencoba belanja sayuran ke pasar" ucap Sasya, karena dia sama sekali tidak pernah pergi ke pasar, apa lagi membeli bahan makanan di pasar.


"Kamu tidak apa ndra nunggu di rumah?" tanya Anggara pada Indra.


"Ia tidak apa gar, kalian pergi aja" jawab Indra.


"Baik lah, aku ambil jaket dulu" ucap Anggara, masuk ke dalam kamar dan mengambil jaket, setelah itu Anggara dan Sasya pergi ke pasar menggunakan sepeda motor.

__ADS_1


"Sasya, tadi di kantin kenapa kamu bilang kamu pacar aku?" tanya Anggara.


__ADS_2