
"Aku mau ke rumah Sasya, kamu ikut gak?" tanya Indra.
"Mama Sasya lagi sakit ndra, mending kita gak usah ke sana, takut nya ganggu" jawab Anggara.
"Kita bawain aja buahan gara, buat Mama nya Sasya"
"Apa boleh kita ke sana, takut nya malah ganggu Mama nya Sasya"
"Coba tanya Sasya nya, boleh gak kita ke sana"
"Ok, aku tanya Sasya dulu ya, nanti aku kabari"
"Ia".Indra menutup telepon nya.
Setelah Indra menutup telepon, Anggara langsung menelpon Sasya.
"Halo gara, ada apa?" ucap Sasya mengangkat telepon.
"Aku sama Indra boleh gak ke rumah kamu? aku tau Mama mu sedang sakit, maka nya aku tanya dulu, boleh apa gak, aku juga sudah bilang sama Indra, kalau Mama mu sedang sakit, kalau kami datang takut nya malah ganggu Mama kamu, tapi Indra nya tetap nyuruh nanya kamu dulu"
"Boleh kok, datang aja, aku malah seneng jika kalian datang ke rumah, Mama juga sudah mendingan sekarang, tadi sudah berobat sama dokter, kata dokter cuma demam biasa"
"Jadi boleh ni kami berdua datang ke rumah kamu sya?"
"Tentu saja boleh, aku tunggu ya"
"Ia, sebentar lagi kami ke sana ya"
Anggara menutup telepon nya, dan kembali menelpon Indra.
"Halo ndra, tadi aku sudah tanya sama Sasya"
"Apa katanya gara?"
"Tidak apa kalau kita ke rumah nya, Mama nya Sasya juga sudah mendingan, sekarang dia nunggu kita di rumah nya"
"Baik lah, aku ke rumah mu ya, kita satu motor aja, nanti aku jemput kamu"
"Ok, aku tunggu"
Percakapan itu pun berakhir dengan Anggara menutup telepon, Anggara berganti pakaian nya dengan yang lebih bagus, karena dia tidak enak jika datang ke rumah Sasya menggunakan pakaian yang jelek.
"Nek"Anggara mengetuk pintu kamar Nenek.
"Ia gara"jawab Nenek membuka pintu kamar nya.
"Gara sama Indra pergi ke rumah Sasya dulu ya nek, sekalian jenguk Mama nya Sasya sedang sakit" ucap Anggara.
"Mama Sasya sakit apa?"
"Cuma demam biasa nek"
"Ooh, hati-hati ya"
__ADS_1
"Ia nek, Nenek istirahat lah ya, jangan banyak berkerja"
"Ia"
Nenek kembali masuk ke dalam kamar nya, dan Anggara menutup pintu kamar Nenek.
Anggara duduk di depan rumah menunggu Indra datang.
"Kok Indra lama banget datang nya, katanya dia langsung ke sini" ucap Anggara yang sedang menunggu Indra.
"Anggara" panggil Indra dari depan pagar rumah Anggara. Anggara pun langsung pergi ke tempat Indra menunggu.
"Lama banget kamu ndra, kemana aja?" ucap Anggara sambil duduk di belakang Indra.
"Tadi aku nungguin motor ini dulu, soal nya di pakai sama Abang aku" jawab Indra.
"Abang kamu ada ya, bukan nya dia masih di luar kota kuliah nya"
"Malam tadi dia sampai di rumah, katanya kuliah dia sedang libur"
"Ooh, ya sudah lah, ayo kita berangkat sekarang"
"Siap"
Anggara dan Indra berboncengan menggunakan sepeda motor milik Indra.
"Ndra, kita tidak beli buahan dulu" ucap Anggara.
"Ia"
Setibanya di toko buah, Anggara dan Indra membeli buahan, mereka membeli dengan keranjang masing-masing.
"Sudah beli buahan, baru kita ke rumah Sasya" ucap Indra.
"Ia ndra"
Di rumah Sasya
Ting nong..ting nong.. Anggara memencet bel rumah Sasya, karena saat itu mereka tidak melihat tukang kebun yang biasa menyiram tanaman di halaman rumah Sasya.
"Maaf, ada apa ya?" tanya seorang pembantu yang berkerja di rumah Sasya ketika membuka pintu rumah.
"Kami teman nya Sasya buk, apa Sasya nya ada?" ucap Indra.
"Ada, sebentar saya panggil kan non Sasya dulu ya, kalian masuk lah dulu" ucap pembantu tersebut.
"Ia buk" ucap Anggara.
Anggara dan Indra masuk ke dalam rumah Sasya, lalu mereka duduk di kursi tamu, sambil menunggu Sasya datang.
"Anggara, Indra" panggil Sasya dari atas tangga sambil berjalan turun ke bawah.
Anggara dan Indra langsung menoleh ke atas asal suara Sasya.
__ADS_1
"Aku sudah lama nunggu kalian tadi, aku pikir kalian tidak jadi datang" ucap Sasya, duduk di dekat Anggara dan Indra.
"Kami tadi beli ini dulu sya, ini buat Mama kamu" ucap Indra sambil memberikan bungkusan buahan pada Sasya, begitu pun juga Anggara.
"Terimakasih banyak ya, Mama ku sudah mendingan kok, kalian gak usah repot-repot beli buahan ini segalak" ucap Sasya.
"Tidak apa sya, kami juga sudah lama gak ke sini, semenjak ya kamu pergi kuliah" ucap Indra.
"Kalian mau minum apa?"
"Gak usah repot-repot sya, es jeruk peras aja" jawab Indra.
"Ndra" ucap Anggara menyenggol bahu Indra.
"Haus gar" ucap Indra.
"Tidak apa gara, bentar ya, aku suruh bibi buatin es jeruk peras nya dulu, kalau kamu gar, mau minum apa?"
"Sama aja sya dengan Indra"
"Haus juga kan kamu" ucap Indra dengan suara pelan.
"Baik lah, tunggu sebentar ya, biiiii" teriak Sasya memanggil bibi pembantu di rumah Sasya.
"Ia non"jawab bibi mendekati Sasya.
"Tolong buatin es jeruk peras dua ya bi, sama makanan yang aku bawa kemarin ke sini"
"Baik non"bibi itu pun pergi ke dapur membuat kan minuman untuk Anggara dan Indra.
"Besok kamu di antar sama supir kamu ya ke kampus?" tanya Indra.
"Ia, Papa ku masih belum membolehkan aku membawa mobil sendiri, padahal kan aku sudah punya sim, tapi masih saja aku tidak di bolehkan" jawab Sasya.
"Kalau aku jemput kamu besok pagi, apa kamu mau?"
"Eh" Sasya ragu mau jawab apa, dia melihat ke arah Anggara, saat itu Anggara hanya diam.
"Kalau kamu gak mau, gak apa kok sya" ucap Indra.
"Haa, gak kok, kamu boleh jemput aku besok pagi" jawab Sasya.
"Aku tidak enak dengan Indra jika aku menolak nya, sebenar nya aku berharap Anggara yang menjemput ku tiap pagi nya, terus dia juga yang mengantar kan setiap pulang dari kampus, aku ingin berjalan berdua bersama nya, eemm sungguh hal yang sangat romantis jika itu Anggara yang melakukan nya, kenapa Anggara tidak berinisiatif diri nya yang menjemput ku, kenapa harus Indra"ucap di dalam hati Sasya.
"Aku pengen sekali antar jemput Sasya ke kampus, tapi aku tidak enak dengan Indra, karena dia sudah duluan yang menawarkan buat jemput Sasya besok pagi, bagaimana pun persahabatan kami tidak boleh rusak" ucap di dalam hati Anggara.
"Bener ni aku boleh jemput kamu besok pagi?" tanya Indra lagi.
"Ia boleh kok" jawab Sasya.
Bersambung..
Jangan lupa like, komen dan vote ya teman, mohon dukungan nya😊
__ADS_1