Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Anggara mendegarkan suara dari balik dinding


__ADS_3

"Aku merasa kau adalah anak yang baik gara, dan karna kau telah membantu ku saat itu aku menjadi ingin berteman dengan mu, tapi kenapa kau tidak mengakui nya bahwa kau lah yang sudah menolong ku melawan anak-anak nakal itu, aku yakin sekali kalau itu kau gara" kata Indra sambil mengayuh sepedanya dengan perlahan


"Maaf ndra saat itu aku tidak mengakui nya, aku tidak mau ada yang tau tentang kejadian itu" jawab Anggara


"Tidak apa gara, tapi kau belajar bela diri di mana, saat itu kelihatannya kau sangat ahli dalam bela diri, karna kau bisa menangkis pukulan mereka?" Tanya Indra


"Aku juga tidak tau ndra, kenapa aku bisa menangkis pukulannya, aku sama sekali belum pernah belajar bela diri, dan saat itu aku hanya tergerak mengikuti tangan ku" jawab Anggara, saat itu dia memang tidak tau kenapa bisa menangkis serang anak-anak yang sudah mengganggu Indra dan sudah ingin memukul Anggara, tangannya tergerak dengan sendiri nya, tanpa dia memikirakan apa pun.


"Hebat kamu Anggara, kalau aku mungkin tidak akan bisa menangkis pukulannya, tapi kamu bisa menangkis nya padahal kamu sendiri tidak belajar bela diri" kata Indra


Anggara hanya tersenyum, karna dia sendiri juga bingung kenapa dia bisa melakukan hal itu.


"Gara aku duluan ya, aku sudah tiba di jalan menuju rumah ku" kata Indra


"Iya ndra" jawab Anggara.


Indra berbelok ke arah jalan yang menuju ke rumah nya, Anggara masih melanjutkan perjalanannya. Ketika sedang perjalanan menuju rumahnya, tiba-tiba ada dua orang laki-laki menggunakan pakaian seragam polisi, dia berlari dan menghampiri Anggara yang sedang mengayuh sepeda.


"Dek, apa kau melihat tiga laki-laki memakai topeng hitam, dan baju hitam?" Tanya dua orang polisi itu pada Anggara, Anggara langsung menghentikan kayuhannya.


Dengan sendirinya telinga Anggara mendengarkan sesuatu dan bergerak, dia mendengar suara seseorang yang sedang berbicara dari balik dinding yang tidak jauh dari nya, sekitar sepuluh langkah dari nya.


"Hei, aku mendapat kan uang yang banyak, dan kita akan saling berbagi, sepertinya polis tidak mengejar kita lagi"isi permbicaraan yang di dengarkan oleh Anggara.


"Apa dia mencuri sesuatu pak?" Tanya Anggara pada bapak polisi itu


"Iya dek, apa kau melihat nya?" Tanya polisi tersebut


"Iya pak, dia ada di balik dinding yang ada di sana" jawab Anggara sambil menunjukan asal suara yang dia dengarkan itu.

__ADS_1


"Terima kasih ya dek" kata polisi


"Sama-sama pak" jawab Anggara


Anggara kembali melanjutkan perjalan pulang ke rumah.


"Kenapa tadi tiba-tiba telinga ku bergerak dan mendengarkan suara itu, sedangkan bapak polisi tadi tidak mendengarkan apa pun, apa kekuatan pendengaran ku tadi kembali, tapi bagaimana caranya aku mengendalikan kekuatan ku itu" ucap Anggara sambil mengayuh sepedanya.


Tak lama kemudian Anggara pun tiba di depan rumah nya, saat itu nenek sedang menganhkat anak tangga ke dalam gudang, melihat itu Anggara langsung turun dari sepeda nya dan berlari mengejar sang Nenek.


"Nek, biar gara aja yang angkat ini, nanti Nenek jatuh" kata Anggara sambil mengambil anak tangga yang di pegang Nenek tadi


"Tidak apa gara, Nenek akan hati-hati" kata nenek


"Sudah lah nek, nenek istirahat aja, biar gara yang membawa ini ke dalam gudang" kata Anggara dan membawa anak tangga ke dalam gudang. Sedangkan Nenek kembali ke dalam rumah nya.


"Bagaimana liburan tadi gara?" Tanya nenek yang sedang duduk di kursi


"Menyenangkan nek, Sasya dan Indra sangat baik pada ku nek, dan mereka selalu membela ku ketika Dika mengganggu ku" jawab Anggara


"Mereka kelihatannya memang anak yang baik gara, Sasya dan Indra adalah anak yang sopan" kata Nenek


"Iya nek, Sasya ternyata adalah anak orang kaya nek, dia lah yang berbelanja tadi, semuanya dia yang membelinya, dia yang mentraktir kami" kata Anggara sambil duduk di samping Nenek


"Walaupun dia kaya tapi kelihatannya dia tidak melihat status jika berteman, apa orang tua nya tau jika dia berteman dengan mu gara?" Tanya nenek


"Aku juga tidak tau nek, dia belum pernah mengajak kami ke rumah nya dan kami belum pernah bertemu dengan orang tuanya" jawab Anggara


"Jika Sasya baik, berarti orang tua nya juga baik gara, nenek percaya itu" kata Nenek

__ADS_1


"Iya nek, gara mau ke kamar ya nek, gara mau melanjutkan membuat komik" kata Anggara


"Iya gara" jawab Nenek


Anggara berjalan menuju ke dalam kamar nya, dia mengambil buku komiknya dan mengambil pensil serta mengambil penggaris. Ketika sedang ingin menggambar, dia memberhentikan tangannya, terlintas di pikiran tentang Sasya, wajah Sasya yang tersenyum. Karna itu, Anggara mengambil selembar kertas putih, lalu dia mulai melukis, dia mulai melukis mata yang mirip dengan mata wanita, bulu mata yang lentik, warna bola mata yang hitam, setelah melukis mata dia mulai menggambar alis yang tebal, Anggara hanya melukis mata dan alis saja, dia tidak melukis wajah nya, tidak tau mata dan alis siapa yang di lukis itu, dia melihat ke arah lukisannya dengan tanpa dia sadarai bibir nya tersenyum setelah melihat lukisan itu.


"Ada apa dengan ku, kenapa aku melukis mata dan alis ini, lalu aku tersenyum ketika melihat nya, ya ampuunn aku ini kenapa lagi, sudah lah, aku mau menggambar komik aja" kata Anggara, dia pun kembali menggambar komiknya.


Ketika sedang menggambar komik, nenek memanggil Anggara.


"Garaaa.." kata Nenek memanggil


"Iya nek" jawab Anggara, dia pun membereskan pensil, penggaris dan buku ke tempat nya. Setelah itu Anggara keluar dari kamar.


"Ada apa nek?" Tanya Anggara sambil menghampiri nenek yang sedang duduk di kursi meja makan


"Ayo makan gara, kau pasti belum makan nasi kan" kata Nenek


Anggara memang belum makan nasi, dia hanya makan yang di belikan Sasya di taman bermain.


"Iya nek" jawab Anggara, dia pun duduk makan bersama Nenek.


"Eemmm enak nek ikannya, gara suka sekali" kata Anggara, lauk yang nenek masak adalah ikan di masak tomat sambal, dan sayuran yang di tumis, serta tempe goreng.


"Ini kan lauk kesukaan kamu gara, waktu kamu masih kecil saat itu ayah kamu masih ada, kamu suka sekali minta di masakin ini sama nenek jika nenek datang ke rumah mu, bahkan ayah mu juga suka dengan masakan nenek ini" kata nenek menceritakan tentang Anggara


Bersambung...


Jangan lupa like dan komennya😊

__ADS_1


__ADS_2