Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Sedih dengan kepergian Sasya


__ADS_3

"Iya gara" kata Nenek, lalu dia berusaha bangun dan di bantu dengan Anggara.


Anggara menyuapi Nenek sampai makanan nya habis.


"Nek harus habisin makanannya ya, agar Nenek cepat sehat"ucap Anggara sambil menyuapi Nenek.


"Iya gara, nenek juga tidak mau lama-lama di rumah sakit"jawab Nenek.


"Duuhh, bagaimana ini, apa Sasya sudah pergi ke bandara, apa pesawat nya sudah berangkat, aku tidak bisa meninggalkan Nenek sebelum menghabiskan makan nya"ucap di dalam hati Anggara, dia terus kepikiran tentang Sasya, dia sudah berjanji akan menemui Sasya sebelum Sasya pergi.


"Sudah gara, nenek sudah sangat kenyang"kata nenek


"Baik lah nek, ini minum nya nek"kata Anggara sambil memberikan segelas air minum pada Nenek.


Selesai Nenek makan, Nenek pun kembali berbaring, karna dia tidak bisa duduk terlalu lama, karna di punggungnya terasa sangat sakit. Karna Nenek sudah selesai makan dan sedang beristirahat, Anggara berniat untuk pergi menemui Sasya.


"Sekarang Nenek sudah istirahat, aku bisa menemui Sasya sekarang"ucap di dalam hati Anggara.


"Nek, gara mau pergi ke rumah Sasya, gara tinggal bentar ya nek"kata Anggara pada Nenek.


"Iya gara, hati-hati ya"ucap Nenek.


"Iya nek"Anggara berpamitan pada Nenek dengan menyalami, dan mencium tangannya.


Anggara pun pergi meninggalkan Nenek yang sedang terbaring beristirahat, tentu nya dia pergi menggunakan sepeda motor.


Dengan kecepatan tinggi Anggara mengendarai sepeda motor nya menuju rumah Sasya. Setibanya di rumah Sasya, sudah tidak terlihat keberadaan Sasya di rumah nya, karna mobil yang biasa orang tua nya gunakan tidak ada terparkir di depan rumah nya. Anggara langsung menanyai dengan tukang kebun yang sedang memotong rumput.


"Permisi pak"kata Anggara pada tukang kebun itu.


"Eh nak Anggara, ada apa ya?"tanya tukang kebun.


"Apa Sasya ada di rumah pak?"Anggara bertanya pada tukang kebun.


"Non Sasya sudah pergi nak Anggara, dia pergi ke Bandara, karna hari ini dia akan berangkat ke Inggris"jawab tukang kebun itu.


"Sudah lama ya Sasya pergi pak?"tanya Anggara lagi.

__ADS_1


"Baru saja dia pergi nak Anggara, mungkin belum terlalu jauh"jawab tukang kebun.


"Terima kasih pak"kata Anggara, dan langsung berlari menaiki sepeda motor nya.


Dengan cepat, Anggara menghidup kan mesin sepeda motor, dia pun menarik gas sepeda motor dengan kecepatan tinggi.


Belum terlihat dengannya mobil yang di gunakan Sasya untuk pergi ke Bandara, tapi Anggara tetap mengendarai sepeda motor dengan kencang menuju Bandara.


"Sya, aku akan menemui mu sebelum kau pergi ke Inggris, aku sudah berjanji, dan akan aku tepati janji ku itu"kata Anggara sambil mengendarai sepeda motor nya.


Ketika di jalan persimpangan lampu merah, terlihat kendaraan di jalan sangat macet, dia pun melintasi jalan tikus menuju Bandara, agar tidak tertinggal oleh Sasya.


"Tunggu aku sya, aku akan datang"ucap Anggara, tanpa memikirkan untuk berhati-hati dengan jalan rusak yang dia lewati. Di pikiran Anggara hanya lah cepat sampai di Bandara dan bertemu dengan Sasya.


Tak lama itu, Anggara pun tiba di depan Bandara, dia melihat mobil Sasya juga baru sampai di depan Bandara, dia langsung memasukan sepeda motor ke parkiran.


Ketika dia hendak berlari menuju mobil Sasya, dia terhalangi dengan benyak orang yang masuk ke dalam Bandara, Sasya dan kedua orang tua nya pun memasuki Bandara dengan membawa tas milik Sasya.


"Sasyaa..."panggil Anggara, tetapi Sasya tidak mendengar nya, Sasya terus berjalan masuk ke dalam Bandara.


Anggara berusaha mengejar Sasya, dia berlari menuju arah Sasya, saat itu Sasya sudah masuk ke dalam pemeriksaan tas.


"Maaf mas, tiket nya dulu"kata Security pada Anggara.


"Saya tidak memiliki tiket nya pak"jawab Anggara.


"Kalau begitu, mas di larang masum"kata Security


"Tapi pak, saya mau menemui teman saya, dia akan berangkat"kata Anggara memaksa masuk ke dalam.


"Tidak bisa mas"kata Security.


Anggara berusaha masuk, dia pun mencari akal agar bisa masuk dan melewati Security.


"Pak, di sana ada yang menerobos masuk"ucap Anggara sambil menunjuk ke arah sebelah kanan.


Security itu pun langsung menoleh dan Anggara mengambil kesempatan menerobos masuk ke dalam, melihat itu Security mengejar Anggara, Anggara terus berlari mengejar Sasya.

__ADS_1


"Sasyaa...tungguu"panggil Anggara, saat itu Sasya sudah menunggu keberangkatan Pesawat.


"Sasyaa.."panggil Anggara lagi, dan akhir nya, Sasya mendengar teriakan Anggara, dia langsung menoleh asal suara Anggara.


"Gara.."ucap Sasya.


"Sasya.."kata Anggara setibanya di dekat Sasya, dengan nafas yang berhembus cepat karna merasa penat.


"Anggara, kau datang"kata Sasya.


"Sasya, aku sudah berjanji akan menemui mu sya"kata Anggara, di situ juga ada orang tua Sasya yang menemani Sasya hingga dia berangkat.


"Aku kira kau tidak akan datang gara"kata Sasya sambil berhadapan dengan Anggara.


"Aku pasti datang sya, karna aku sudah berjanji pada mu, apa Indra tadi datang menemui mu?"tanya Anggara.


"Iya, dia datang ke rumah sebelum aku pergi ke Bandara"jawab Sasya.


"Aku kira, aku akan telat untuk menemui mu sya, dan alhamdulillah aku bisa menemui mu"ucap Anggara.


"Ayo sya, pesawat nya sebentar lagi akan berangkat"ucap papa Sasya.


"Iya pa, gara aku pergi ya, kamu ingat kan dengan janji kita?"tanya Sasya untuk memastikan pada Anggara.


"Aku akan selalu mengingatnya sya"jawab Anggara.


Sasya pun mulai berjalan meninggalkan Anggara yang berdiri menatap kepergian Sasya, dengan mata yang mulai memerah, Anggara merasa kesedihan di dalam dirinya melihat kepergian Sasya.


"Sasya, aku akan selalu menunggu mu di sini"ucap Anggara sambil melihat Sasya pergi menaiki Pesawat.


Sasya naik ke atas Pesawat, Anggara hanya melihat dari balik dinding kaca, dan Pesawat Sasya sudah mulai bergerak dan meninggalkan Bandara, air mata yang menetes di pipi Anggara adalah tanda kesedihannya.


Setelah Pesawat sudah terbang jauh, Anggara pun mulai berjalan meninggalkan Bandara, dengan perasaan yang begitu sedih.


Keluar dari Bandara, Anggara pun pergi ke parkiran dan mengambil sepeda motor nya dan pergi meninggalkan Bandara, dia kembali ke rumah sakit. Di perjalanan, dia teringat tentang kenangan nya dengan Sasya, Sasya yang begitu ceria, dan terkadang Sasya juga menjadi pemarah jika Anggara dan Indra berbuat kesalahan, Sasya yang banyak omong serta Sasya yang cerewet. Walaupun seperti itu, Anggara menyukai sifat Sasya, hari-hari nya tidak begitu sepi sejak kehadiran Sasya, dan dia selalu merasa bahagia ketika bersama Sasya.


Bersambung....

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya, serta dukungaannya teman😊


__ADS_2