
Namun tidak ada jawaban dari Nenek, Anggara pun mencoba membuka pintu kamar nya, dan ternyata tidak di kunci, Anggara dan Sasya langsung masuk ke kamar Nenek, melihat Nenek sedang tidur.
"Nek, Sasya datang nek" ucap Anggara membangun kan Nenek, dengan menggoyangkan sedikit badan Nenek. Nenek terbangun dan membuka mata nya, lalu melihat ke samping nya yaitu tempat Sasya berdiri.
"Sasya" ucap Nenek.
"Ia nek, ini Sasya, bagaimana keadaan Nenek sekarang?"tanya Sasya.
"Sudah mendingan kok nak Sasya, kamu sudah lama datang ya?"
"Baru aja nek"
"Nek, gara tinggal ya, gara mau mandi, kamu mai tinggal di sini apa mau duduk di luar sya?"
"Aku duduk di luar aja, aku tak mau ganggu Nenek tidur, Nenek istirahat lah ya, Sasya mau keluar"kata Sasya pada Nenek yang masih terbaring di tempat tidur nya.
"Ia sya" Nenek kembali memejam kan mata nya.
Sedangkan Anggara dan Sasya keluar dari kamar Nenek, dan Sasya duduk di kursi tamu.
"Mau minum apa sya?" tanya Anggara.
"Gak perlu gar, aku ada bawa makanan dan minuman ni, ini minuman dingin buat kamu dan Indra juga, tadi aku mau beli buahan, eh toko nya. malah tutup, toko lain lumayan jauh"
"Tidak apa sya, kamu datang menjenguk Nenek. juga sudah cukup, kamu tunggu di sini ya, aku mau mandi dulu"
"Ia"
Sasya duduk di kursi tamu sendirian sambil memainkan handphone nya.
"Indra, kamu sudah mandi?" tanya Anggara melihat Indra sedang duduk di dalam kamar.
"Sudah, mana Sasya?"
"Ada tu di kursi tamu"
__ADS_1
"Aku nemani Sasya dulu ya" kata Indra langsung berdiri.
"Ia, aku mau mandi juga ni, jadi kamu temani aja Sasya"
Indra pergi ke ruang tamu, dan duduk bersama Sasya, sambil mengobrol bercerita tentang kegiatan Sasya di Inggris. Ketika Indra bercerita tentang diri nya, terlihat di wajah Sasya yang tidak terlalu tertarik dengan cerita Indra, tetapi saat mengatakan nama Anggara, Sasya seperti bersemangat mendengarkan cerita Indra.
Tak lama kemudian, Anggara datang ke ruang tamu, dengan wajah yang sudah fresh setelah mandi, rambut basah, menggunakan celana pendek serta baju kaos lengan pendek, membuat Sasya sangat suka melihat nya.
"Kalian sedang bercerita apa? asyik banget aku lihat kalian bercerita" tanya Anggara langsung duduk bersama Sasya dan Indra.
"Cuma bercerita tentang kegiatan Sasya di Inggris" jawab Indra.
"Kamu belum mau pulang sya? soal nya udah sore"
"Belum gar, nanti aku bilang sama Papa, kalau aku di sini bersama kalian, soal nya kita sudah lama tidak ngumpul kan, jadi aku kangen ngumpul bareng kalian"
"Lauk yang aku masak tadi habis, karena stok nya cuman sedikit, tadi aku juga ketiduran, rencana mau ke pasar beli bahan makanan, jadi mau beli apa kita untuk makan malam ini?" tanya Anggara.
"Kita beli nasi ayam geprek aja lah, sudah lama juga aku tidak makan itu, di Inggris kan gak ada jual nya" jawab Sasya.
"Nanti aku beli ya"kata Anggara.
"Gak usah sya, masa kamu yang traktir kami" jawab Indra.
"Ia sya, aku aja yang traktir kalian berdua" sambut Anggara dari perkataan Indra.
"Tidak apa kali, kalau aku bilang aku yang traktir kalian, pokok nya aku yang traktir, tidak bisa di ubah" ucap Sasya.
"Baik lah, kamu memang tidak berubah ya, masih saja sama kayak dulu, keras kepala" ucap Anggara tersenyum. Sasya senyum tersipu malu melihat Anggara tersenyum dan mendengar ucapan nya.
"Tapi kita beli makan apa buat Nenek?" tanya Sasya.
"Kalau untuk Nenek sudah ada, tadi aku masak bubur nya lebih, dan lauk nya juga ada" jawab Anggara.
Mereka saling mengobrol bersama, tertawa, terkadang serius, hingga tidak menyadari bahwa matahari sudah tenggelam, azan di masjid pun sudah berkumandang, mereka langsung berhenti mengobrol ketika mendengar azan di Masjid.
__ADS_1
"Sudah azan ni, aku mau sholat dulu ya"ucap Anggara pada Sasya dan Indra.
"Ia, aku juga mau sholat, tapi aku gak ada bawa mukena" kata Sasya.
"Mukena Nenek ku ada, nanti kamu pakai aja itu ya, kamu juga mau sholat ndra?"
"Ia lah, apa kita sholat berjamaah aja sekalian?" ucap Indra.
"Bisa juga"
Anggara, Sasya dan Indra mengambil air wudhu secara bergantian, lalu mereka mengambil tempat untuk sholat, dan yang menjadi imam adalah Anggara. Mereka pun sholat secara berjamaah.
Selesai sholat, Anggara, Indra dan Sasya kembali duduk di kursi tamu.
"Kita beli sekarang aja nasi ayam geprek nya gar, aku sudah laper banget ni" kata Sasya sambil memegang perut nya.
"Pesan apa lagi, selain beli nasi ayam geprek nya?" tanya Anggara.
"Minuman jeruk peras juga gar, kalau kamu ndra mau pesan minum apa?" tanya Sasya.
"Sama aja lah, jeruk peras" jawab Indra.
"Ya udah, aku pergi sekarang, tapi kalau aku pergi sendiri takut nya salah, gak ada ni yang mau nemani aku?" kata Anggara pada Sasya dan Indra.
"Eemm, aku aja yang nemani kamu gar" jawab Sasya.
"Aku nunggu di rumah aja, sekalian jagain Nenek" kata Indra.
"Kalau gitu, ayo kita pergi sya, tolong jaga Nenek sebentar ya ndra"
"Ia gar"
Anggara dan Sasya pergi menggunakan sepeda motor, mereka berboncengan, Sasya duduk di belakang sambil melihat ke depan, saat itu tangan Sasya memegang baju Anggara. Karena melihat tangan Sasysa hanya memegang baju diri nya, Anggara pun dengan sengaja menarik tangan Sasya dan membuat tangan Sasya memeluk diri nya dari belakang, agar Sasya lebih aman. Sasya langsung terkejut dan tersenyum karena Anggara yang menarik tangan nya dan memeluk Anggara, membuat hati Sasya berdegup kencang, sungguh tidak tertahan kan, pipi Sasya mulai memerah, karena merasa deg deg an, ketika memeluk Anggara dari belakang.
"Memeluk Anggara seperti ini merasa aku ingin selama nya seperti ini, jantung ku ooh jantung ku, kamu jangan terus berdegup kencang gini dong, aku takut Anggara mendengar nya nanti" ucap di dalam hati Sasya.
__ADS_1
"Sasya, aku selalu merasa bersama mu seperti saat ini aku ingin sekali memeluk diri mu, dan selalu berada di sisi mu, agar aku bisa selalu melihat senyuman mu, tertawa kamu, dan aku sangat bahagia jika lihat kamu merasa bahagia, keadaan ini, rasa nya aku ingin memberhenti kan waktu sekarang" ucap di dalam hati Anggara sambil melihat ke kaca sepion nya untuk melihat wajah Sasya yang berada di belakang nya.
Suasana malam, dan angin yang berhembusan, membuat rambut Sasya tertiup angin, dengan terpana nya Anggara melihat wajah Sasya kecantikan Sasya.