
"Ini aku juga sudah siap, bentar lagi aku mau pergi"
"Gar, kamu bisa jemput aku nggak?"kata Sasya.
" Kenapa sya? supir kamu tidak bisa ngantar ya?"
"Dia ngantar Mama aku gar, jadi tidak bisa ngantar aku, aku sudah bilang sama Papa katanya boleh kalau kamu yang jemput"
"Bisa, ya udah ni aku langsung ke sana ya, kamu siap-siap aja"
"Baik gar" Sasya langsung menutup telepon nya.
"Jika Indra tau aku jemput Sasya nanti bagaimana, apa dia akan salah paham lagi sama aku, ya sudah lah, Indra tidak akan berpikiran seperti itu lagi kan" ucap Anggara ketika mengambil tas dan mengambil kunci sepeda motor nya.
Anggara pergi ke rumah Sasya untuk menjemput nya, setibanya di rumah Sasya, Anggara mengetuk pintu rumah nya.
"Sasya" panggil Anggara dari depan pintu rumah Sasya.
"Ia gar" jawab Sasya dari dalam rumah, dan langsung membuka kan pintu rumah nya.
"Kita pergi sekarang?" tanya Anggara pada Sasya.
"Ia gar, apa Indra sudah pergi?"
"Aku belum ada menelepon nya sya"
"Ya sudah, ayo kita pergi sekarang" Tania dan Anggara pun pergi ke tempat mereka janji untuk makan bersama, yaitu di mana tempat itu dulu nya sering mereka kunjungu bersama, makan bersama, mengerjakan tugas pun bersama.
"Beneran tidak apa-apa ni sya, kamu aku jemput" tanya Anggara pada Sasya yang sedang dia bonceng.
"Ia tidak apa gar, aku juga sudah bilang sama Papa"
"Maaf gar, aku bohong sama kamu, sebenar nya aku yang tidak mau di antar sama supir aku, aku mau nya di jemput sama kamu, Papa ku juga sudah ngizinin kalau kamu jemput aku, kali ini aku berbohong sama kamu gar, aku hanya ingin selalu berada di dekat kamu" ucap di dalam hati Sasya sambil memeluk tubuh Anggara dari belakang.
"Sya, kenapa Papa kamu jarang kelihatan? apa dia sibuk kerja" tanya Anggara karena setiap kali dia ke rumah Sasya tidak pernah lagi melihat Papa Sasya.
"Ia gar, dia sibuk kerja, semenjak aku kuliah, kata Mama Papa jarang di rumah, pulang hanya sebentar"
"Begitu ya"
"Kenapa ya, aku lihat foto waktu muda nya Papa Sasya seperti merasa pernah mengenal nya, rasa tidak asing wajah nya Papa Sasya, tapi siapa ya, kenapa aku bisa lupa" ucap di dalam hati Anggara.
"Gar, kamu kenapa diam aja" tanya Sasya, karena Anggara hanya berdiam diri dari tadi.
"Tak ada apa-apa sya, bentar lagi kita sampai sya"
__ADS_1
"Ia gar, nanti bisa antar aku pulang gar? takut nya supir aku masih belum bisa jemput"
"Bisa kok sya"
"Terimakasih ya gar"
"Sama-sama sya"
Caffe Yonsin
Mereka tiba di caffe yonsin, yaitu nama Caffe yang sering mereka kunjungi dulu. Di sana sangat ramai, sudah banyak yang berubah dari caffe tersebut. Banyak dekorasi yang di tambah kan, sebelum nya tidak ada sekarang sudah ada, dan perluasan tempat nya.
"Waahh, tempat nya jadi ramai banget ya, dulu waktu kita sering ke sini, tempat nya belum seramai ini" ucap Sasya ketika sudah sampai di parkiran depan caffe.
"Ia sya, ayo kita masuk, aku dari tadi belum ada lihat Indra, apa dia belum datang ya"
"Coba kamu telepon gar"
"Ia, bentar ya sya, aku telepon Indra dulu"
"Halo ndra, kamu di mana?"
"Aku lagi di jalan ni gar, kamu di mana?"
"Ia gar"
"Gimana gar? di mana Indra?"tanya Sasya ketika Anggara sudah menutup telepon nya.
" Dia lagi di jalan sya, ayo kita cari tempat duduk nya dulu, nanti keburu penuh tempat duduk nya"
"Ia gar"
Anggara dam Sasya mencari tempat duduk yang kosong, dan mereka duduk di bagian samping caffe, di tempat itu di hiasai lampu-lampu warna kuning keputihan. Anggara dan Sasya duduk secara berhadapan.
"Mau pesan apa mbak? mas?" tanya seorang pelayan caffe yang datang menghampiri Anggara dan Sasya.
"Nanti aja kami pesan mas, kami nunggu teman dulu" jawab Sasya.
"Baik lah mbak, jika mau pesan nanti, panggil aja pelayan di sini ya mbak"
"Ia mas, terimakasih"
Pelayan itu pun pergi untuk melayani pengunjung caffe yang lain.
"Cantik ya gar tempat nya" ucap Sasya sambil melihat ke lampu.
__ADS_1
"Ia sya, kamu suka ya tempat seperti ini?"
"Suka gar, aku suka ke tempat-tempat yang indah, seperti di perbukitan, pemandangan alam"
"Aku juga suka tempat seperti itu sya"
"Ia ya, kalau ada waktu kita pergi jalan-jalan yok gar, aku pengen jalan-jalan ke tempat yang indah, soal nya selama ini Papa ku tidak pernah ngajak aku jalan ke tempat seperti itu, selalu ke restoran aja, aku bosa kalau ke restoran"
"Ia sya, nanti kita jalan-jalan ke mana aja kamu mau pergi ya, tapi apa Indra mau pergi juga"
"Jangan ajak Indra deh gar, aku pengen kita berdua aja"
"Baik lah sya"
"Gar, aku tu pengen hanya dekat dengan mu, aku tidak mau ada yang lain di antara kita berdua, aku pengen hanya berdua dengan mu, jika ada Indra, pasti nya aku tidak bisa selalu dekat dengan kamu" ucap Sasya di dalam hati nya sambil melihat ke Anggara.
"Kok Indra belum datang juga ya sya, kamu sudah laper nggak?" tanya Anggara, karena mereka belum pesan makanan dan minuman.
"Sudah laper sih gar, apa kita pesan duluan aja ya"
"Ya udah, kita pesan duluan aja ya, atau aku telepon aja Indra, dia mau pesan makanan apa"
"Ia gar, kamu telepon aja dia"
Anggara pun kembali menelepon Indra, karena sudah beberapa menit Indra belum juga datang.
"Halo ndra, kamu di mana sih, kok belum datang juga"
"Sorry gar, aku agak telat nih, tadi ada kecelakaan di jalan, jadi aku terjebak macet deh, tapi ini aku sudah mulai jalan lagi kok, bentar lagi aku sampai"
"Ooh, kamu mau pesan apa, kami pesan kan duluan aja, Sasya udah laper katanya"
"Aku sama aja dengan kalian, minuman seperti biasa ya, capuccino dingin"
"Ok"
"Di mana Indra gar?"
"Masih di jalan sya, dia terjebak macet tadi, bentar lagi sampai, kita pesan kan aja dulu makanan dan minuman nya"
"Mas" panggil Sasya pada pelayan caffe yang tidak jauh dari mereka. Dan pelayan caffe pun langsung menghampiri Sasya.
"Ia mbak" kata pelayan caffe itu.
"Kami mau pesan mas, menu nya apa aja ya?"
__ADS_1