Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Anggara tidak suka dia


__ADS_3

"Anggara yang menyuruh ku mencicipi nya" jawab Indra.


"Gak boleh, nasi ini hanya Anggara yang boleh makan"


Melihat itu, Anggara pun berbunyi


"Ini kan kamu sudah berikan pada ku, jadi terserah aku mau aku bagi ke siapa" ucap Anggara.


"Tapi kan gara, ini aku bawa kan khusus buat kamu"


"Kalau aku tidak boleh kasih ke siapa yang mau aku kasih, mending kamu ambil aja lagi nasi ini"


"Oke-oke, jangan marah dong gara, ya udah deh, kamu boleh kasih ke dia" ucap Raisa.


"Jadi aku boleh ni mencicipi nasi goreng ini?" tanya Indra lagi.


"Ia boleh" jawab Raisa dengan wajah tidak iklas.


Indra pun mencicipi nasi goreng itu.


"Nasi goreng nya enak, ini benar kamu yang masak?" tanya Indra dengan rasa tidak percaya.


"Ya benar lah, tentu nya aku masak ini hanya untuk Anggara" jawab Raisa tersenyum.


"Tapi aku tidak yakin, kalau ini kamu yang masak"


"Kalau tidak yakin ya sudah, jangan di makan"


"Ada apa Raisa?" tanya Zidan yang baru datang dan menghampiri Raisa.


"Gak ada apa-apa dan, ini aku hanya membawakan nasi goreng yang aku masak sendiri untuk Anggara" jawab Raisa.


"Kamu masak nasi goreng, aku tidak salah dengar ni, sejak kapan kamu bisa masak"ucap Zidan tidak percaya.


"Yaa sejak pagi tadi lah, kan aku masak nya pagi tadi" jawab Raisa.


"Kamu tidak membawakan untuk ku juga?" tanya Zidan.


"Aku hanya membawa satu bekal aja, tidak ada lagi"


"Kamu hanya memperdulikan Anggara sa" ucap Zidan dengan rasa tidak terima nya Raisa baik pada Anggara.


Anggara hanya berdiam, sedangkan Indra terus makan nasi goreng itu.

__ADS_1


"Kalau kamu mau habisin aja ndra nasi goreng nya, aku juga sudah kenyang" ucap Anggara pada Indra yang melihat Indra lahap makan nasi goreng.


"Beneran ni, aku juga sedang lapar soal nya, hehehe"


"Ia, habisin aja"


"Loh, kok Indra kamu suruh habisin sih, aku buatkan ini untuk kamu gara, kamu aja yang habisin" ucap Raisa tidak senang.


"Aku sudah kenyang, biar aja Indra yang habisin" jawab Anggara.


Indra pun menghabiskan nasi goreng itu sampai bersih.


"Iiss, aku bawa kan ini untuk kamu, bukan buat dia" ucap Raisa dengan kesal.


"Sorry, aku habisin nasi nya, soal nya aku lapar" ucap Indra.


Raisa langsung mengambil kotak makan nya dan menyimpannya ke dalam tas.


"Anggara, kamu ingat ya, jika kamu berani mendekati Raisa, habis kamu" ucap Zidan sambil membungkuk berbisik ke Anggara, dan itu terdengar juga oleh Indra.


"Kamu dengar ya, aku tidak pernah mendekati Raisa, bahkan aku sama sekali tidak tertarik pada nya, jadi jangan ganggu aku lagi, jika kamu suka dengan dia, ya kamu jaga dong dia, jangan mendekati aku" ucap Anggara dengan suara pelan ke telinga Zidan.


"Kamu ya!" ucap Zidan langsung menggenggam kerah baju Anggara, semua mahasiswa terkejut melihat Zidan yang marah seperti itu, dan hendak berkelahi dengan Anggara.


"Eh! jangan sekali-kali berani nya sama aku, jika itu terjadi, kamu bakalan tau akibat nya" ucap Zidan. Anggara hanya diam, tidak melawan sedikit pun, dan dia tersenyum melihat kelakuan Zidan yang seperti itu.


"Sudah dong Zidan, jangan berkelahi" ucap Raisa melepaskan genggaman Anggara.


"Zidan, lepas genggaman mu" ucap Indra juga membantu melepaskan genggaman Zidan, Zidan pun langsung melepaskan genggaman nya.


"Jangan ganggu Anggara Zidan, dia kan tidak berbuat apapun sama kamu" ucap Raisa membela Anggara.


"Kenapa kamu membela dia? kamu suka sama dia? "


"Sudah lah, jangan berkelahi lagi, mending kamu pergi ke tempat kamu, sebentar lagi Dosen bakalan datang" ucap Raisa, Raisa tidak ingin bilang jika dia suka sama Anggara, jika dia bilang, semua mahasiswa bakalan tau, bahwa dia yang mengejar-ngejar Anggara, itu akan menjatuhkan image nya sendiri.


Zidan pun kembali ke tempat duduk nya, dengan wajah yang sangat kesal.


"Gara, kamu tidak kenapa-napa ya?" tanya Raisa.


"Sudah lah, jangan dekati aku lagi" jawab Anggara memalingkan wajah nya. Raisa pun kembali ke tempat duduk nya.


"Anggara, seperti nya Zidan selalu mengusik kamu karena Raisa mendekati mu" ucap Indra.

__ADS_1


"Ya seperti nya begitu, tapi ya sudah lah, biar saja mereka, mau ngapain juga, aku tidak perduli" jawab Anggara.


Jam istirahat


"Anggara" suara Susi memanggil Anggara dari depan pintu ruangan Anggara, saat itu Anggara baru hendak pergi istirahat bersama Indra.


"Susi, ngapain kamu ke sini?" tanya Indra.


"Aku mau ikut kalian keluar istirahat, apa aku boleh ikut?"


"Boleh" jawab Anggara.


"Terimakasih"


Anggara, Indra dan Susi keluar pergi istirahat, saat mereka berjalan, Raisa menghampiri Anggara.


"Anggara, kamu mau pergi ke mana?" tanya Raisa.


"Kamu ngapain lagi sih, aku mau pergi ke kantin"jawab Anggara dengan wajah tidak senang melihat Raisa mendekati nya.


"Aku ikut ya, boleh ya"ucap Raisa membujuk Anggara.


"Gak, kamu tidak boleh ikut, mending kamu pergi bersama teman kamu tu" ucap Indra menunjuk ke dua teman Raisa.


"Aku mau nya ikut kamu, ya gara, aku ikut kamu ya, dia aja boleh ikut"ucap Raisa dengan mata nya mengarah ke Susi.


" Susi teman kami, jadi dia boleh ikut"jawab Indra.


"Sudah lah, ayok kita pergi" Anggara langsung pergi meninggalkan Raisa. Indra dan Susi pun mengikuti Anggara pergi.


"Sudah lah sa, masih banyak kok laki-laki yang mau sama kamu" ucap Ayu.


"Tapi aku mau nya Anggara, gak mau yang lain, dia itu tampan, badan nya kekar, pintar lagi" ucap Raisa.


"Ya ampun sa, kamu masih tidak ngerti juga ya, kamu sudah di campakan seperti itu, masih juga kamu ngejar-ngejar dia" ucap Widia.


"Heh! kamu jangan ngomong sembarangan ya, aku tidak di campakan, dia itu hanya malu aja dekat dengan ku, kan dia sifat nya dingin, tidak mau di dekati sama siapapun, dia pasti suka sama aku, hanya saja, dia malu mau ngungkapin nya, dengan bersikap dingin seperti itu, semakin membuat ku ingin memiliki nya, tidak ada di dunia ini yang tidak bisa aku miliki, termasuk dia" ucap Raisa dengan tatapan yang penuh ambisi.


"Gara, kenapa Raisa selalu ganggu kamu, apa dia suka sama kamu?" tanya Susi saat berjalan di samping Anggara.


"Aku tidak tau, aku tidak suka jika dia mendekati ku" jawab Anggara.


"Susi, Anggara itu orang nya sangat dingin, tidak ada wanita yang mau mendekati nya, lihat saja sifat nya yang dingin itu" ejek Indra.

__ADS_1


__ADS_2