
Dia pun berbaring di atas kasur nya, dan memejam kan matanya, tak lama itu Anggara terlelap dalam tidur yang panjang di malam itu.
Beberapa jam berlalu, pagi hari pun telah tiba, suara ayam berkokok sudah terdengar.
Anggara sentak terbangun dari tidur nya, ketika suara kokokan ayam terdengar di telinganya. Anggara melihat ke arah jendela, bulan yang terbit dari arah timur sudah terlihat cahayanya dari luar celah jendela. Dia pun langsung berdiri dari tempat tidur nya, dan mengambil handuk, lalu dia pergi ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Anggara membuka pakaiannya dan di gantung di sangkutan pakaian. Setelah semua pakaian dia lucuti dari tubuh nya, Anggara pun menghidup kan shower untuk menyirami tubuh nya.
Anggara mengambil sabun mandi dan menyabuni seluruh tubuh nya, selesai seluruh tubuh di penuhi sabun, dia berdiri di bawah shower yang sudah hidup, dan air keluar dari lubang kecil di permukaan shower yang menghadap ke bawah.
Beberapa menit kemudian, Anggara keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang menutupi dari pinggang hingga lutut. Lalu dia mengambil pakaian sekolah di dalam lemari nya, setelah itu dia memakai pakaian sekolah nya, semua pakaian sekolah sudah terpasang di tubuh nya. Dia keluar dari dalam kamar dan pergi ke dapur, saat itu nenek belum bangun karna masih sangat pagi, Anggara menyiap kan sarapan untuk nenek, dia memasak tumisan kentang serta kol yang sudah di iris kecil-kecil seperti dadu, setelah memasak dia taruh ke dalam mangkuk, dan dia siap kan roti tawar yang sudah dia panggang ke dalam piring. Karna nenek belum bangun, dia sarapan sendirian di meja makan. Sarapan yang sudah dia siapkan di atas meja makan sudah di tutup nya.
Anggara bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, dia merapikan pakaiannya dan menggendong tas.
"Neekk" panggil Anggara dari depan kamar Nenek
"Iya gara" jawab Nenek yang baru bangun, dan Nenek keluar dari kamar
"Kamu sudah mau pergi sekolah ya, apa Nenek bangunnya kesiangan?" Tanya Nenek karna melihat Anggara yang sudah bersiap untuk pergi ke sekolah.
"Tidak nek, gara yang cepat bangun, gara sudah membuat sarapan nek, nenek bisa langsung sarapan ya, sarapannya gara taruh di atas meja" jawab Anggara, sambil menyalami Nenek dan mencium tangannya.
"Tumben kamu bangun sepagi ini gara" kata Nenek
"Gara mau buat sarapan untuk Nenek, mulai sekarang gara yang akan siap kan sarapan untuk Nenek, karana gara tidak mau Nenek capek" kata Anggara
"Nenek kan tidak sakit gara, Nenek masih sehat bugar seperti ini" kata nenek
"Tidak apa nek, gara pergi ya nek" Anggara berpamitan dengan Nenek.
"Iya, kamu hati-hati ya gara" jawab Nenek
"Iya nek" ucap Anggara, dia pun pergi ke sekolah menggunakan sepeda.
__ADS_1
Anggara mengayuh sepeda dengan santai, pagi yang cerah membuat nya bersemangat ke sekolah.
"Tunggu dulu, jika aku pergi sekarang, bagaimana kalau Indra dan Sasya datang ke rumah, untuk mengajak ku berangkat ke sekolah bersama mereka seperti kemarin" ucap Anggara, dan dia memberhenti kan kayuhannya di tepian jalan.
"Aku tunggu di rumah saja lah, kesian mereka jika mereka datang dan aku tidak ada di rumah" Anggara memutar sepeda nya dan kembali ke rumah.
"Lo gara, kenapa kau kembali lagi, apa ada yang ketinggalan?" Tanya Nenek yang sedang menyirami bunga di depan rumah dan melihat Anggara pulang.
"Tidak nek, gara baru ingat sesuatu, kalau gara pergi sekarang, bagaimana jika teman gara datang ke rumah gara" jawab Anggara
"Iya gara, kesian mereka jika mereka datang ke sini dan kamu sudah pergi" kata Nenek yang masih menyirami bunga
"Iya nek" kata Anggara sambil duduk di kursi depan rumah menunggu Sasya dan Indra datang.
Tak lama kemudian, Sasya dan Indra datang memasuki perkarangan rumah Anggara, dan memarkir kan sepeda di depan rumah Anggara.
"Pagi Anggara" ucap Sasya dan Indra serentak sambil berjalan menghampiri Anggara yang sedang duduk di kursi.
"Pagi juga sya, ndra" jawab Anggara
"Iya sya" jawab Anggara
"Dia sudah menunggu kalian dari tadi, sebelum nya dia sudah pergi ke sekolah, tapi dia kembali lagi ke rumah"kata nenek datang mendekati Anggara
"Benarkah gara, kenapa kau kembali lagi ke rumah?" Tanya Sasya
"Karna aku baru ingat sya, bisa saja kalian datang ke rumah ku, dan ternyata kalian memang datang ke rumah" jawab Anggara
"Baik lah, sekarang ayo kita berangkat ke sekolah" kata Indra
"Iya" jawab Sasya
Anggara, Sasya dan Indra pergi ke sekolah, sebelum itu mereka berpamitan dengan nenek. Di jalanan mereka berbicara satu sama lain, di sana Indra lah yang paling banyak bicara, hingga dia tidak berpikir dulu sebelum berbicara.
__ADS_1
"Gara, Sasya, apa kalian sudah memikirkan apa yang ingin kalian minta dengan Dika?" Tanya Indra
"Kalau aku sih belum, kalau kamu gara?" Tanya Sasya pada Anggara
"Aku juga belum sya" jawab Anggara
"Seharus nya kalian memikirnya dari sekarang, kalian harus minta yang tidak bisa di lupain dengan Dika dan temannya itu, aku akan meminta yang tidak akan bisa mereka lupakan" kata Indra sambil tersenyum
"Emang nya, apa yang akan kau pinta ndra?" Tanya Sasya
"Ada deh, lihat saja nanti" jawab Anggara
Mereka terus mengayuh sepeda hingga tiba di depan sekolah, di sekolah belum banyak murid yang datang.
"Kita yang kecepatan datang apa murid yang lain lambat ke sekolah" kata Indra sambil memasuki sepeda ke dalam parkiran
"Tentu saja kita yang cepat datang, tidak mungkin banyak murid yang telat datang" jawab Anggara
"Iya gara, kau benar, aku merasa kita sudah telat datang, tapi ternyata kita yang cepat datang" kata Sasya
"Sudah lah, ayo kita masuk ke kelas" kata Anggara
Anggara, Sasya dan Indra berjalan memasuki sekolah, saat memasuki sekolah, Sasya melihat di mading ada sebuah pengumuman.
"Eh gara, lihat lah di mading itu, sepertinya ada pengumuman, pengumuman apa itu" kata Sasya memegang tangan Anggara untuk memberhentikan langkah kaki Anggara.
"Ada apa sya?" Tanya Anggara sambil melihat ke arah mading
"Coba ke sini, kita lihat pengumuman apa itu" kata Sasya menarik tangan Anggara, Indra yang melihat Anggara di tarik Sasya mengikuti mereka.
"Lihat gara, di sini tertulis pengumuman, di sekolah kita akan di adakan lomba melukis, kau kan pandai melukis gara" kata Sasya dengan bahagia nya.
"Tapi sya, aku belum pernah melukis yang bagus, aku hanya menggambar komik di rumah" jawab Anggara
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen😊