
"Enak saja, aku emang tidak mau di dekati sama orang, bagi ku, sudah ada kamu dan Sasya itu sudah cukup" jawab Anggara.
"Sasya siapa gara? apa dia kuliah di sini?" tanya Susi.
"Dia itu teman kami dari sejak masa sekolah dulu, kami bertiga satu sekolah, hanya saja karena orang tua nya ingin dia kuliah di luar negeri, jadi dia pergi kuliah ke luar negeri" jawab Indra.
"Ooh, aku kira dia kuliah di sini juga".
Setibanya di kantin kampus, Anggara, Indra dan Susi memesan makanan dan minuman, lalu di bawa ke meja makan yang sudah di sediakan di kantin.
"Hey gara" Raisa kembali datang mendekati Anggara, tentu nya hal itu semakin membuat Anggara risih dengan kelakuan Raisa yang centil dan mendekati diri nya. Dia langsung duduk di samping Anggara.
"Ada apa lagi sih, bisa gak jangan ganggu aku, aku mau makan" ucap Anggara.
"Gak bisa, aku pengen nya di samping kamu" ucap Raisa.
"Kalian tidak punya kerjaan lain apa, kerja nya ganggu Anggara terus" ucap Indra.
"Tidak, aku hanya ingin selalu ada di dekat Anggara"
"Sudah lah sa, kita makan di tempat lain aja yuk" ucap Ayu mengajak Raisa pergi.
"Ia, mending kalian cari tempat lain gih, di sini kalian hanya mengganggu kami makan" ucap Indra.
"Eemm, baik lah, aku pergi" Raisa pun pergi bersama ke dua teman nya, dia duduk di tempat lain yang juga tidak jauh dari tempat duduk Anggara.
"Gara, aku kenal sama Raisa, dia sangat terkenal di kampus ini, dulu aku juga pernah satu sekolah dengan nya, baru kali ini loh dia dekatin cowok, biasa nya cowok yang dekatin dia"ucap Susi sambil makan.
"Benar kah, berarti Anggara kamu sangat tampan bagi nya, maka nya dia dekatin kamu gitu" ucap Indra.
"Aku tidak perduli, yang jelas aku tidak suka dengan nya"jawab Anggara.
" Oke oke, kamu emang tidak perduli dengan cewek yang mau dekatin kamu"ucap Indra.
"Ngomong ngomong kamu sudah punya pacar ya gara?" tanya Susi.
"Susi, kamu salah besar bertanya seperti itu ke dia, dia jangan kan punya pacar, punya gebetan aja tidak ada, bagaimana bisa punya pacar" jawab Indra.
__ADS_1
"Jadi kamu sama sekali tidak pernah pacaran ya gara?" tanya Susi lagi.
"Tidak" jawab Anggara dengan singkat.
"Dia adalah cowok yang tidak punya pengalaman untuk berpacaran, makanya sifat nya dingin seperti itu dengan cewek" ucap Indra.
"Kalau misal nya ada cewek yang ngajak kamu pacaran apa kamu mau gara?" tanya Susi.
"Eemm, aku tidak tau, aku tidak bisa menjawab nya" jawab Anggara.
"Apa kamu ada perasaan dengan seseorang?" tanya Susi.
"Eemm, sudah lah ya, kok bahas perasaan aku sih, mending kita makan aja" jawab Anggara. Anggara masih tidak yakin dengan perasaan nya, apakah dia punya perasaan dengan seseorang atau tidak, dia merasa dia ada rasa dengan seseorang, tapi dia masih tidak yakin dengan perasaannya itu.
"Aku sudah selesai makan ni, kita ke ruangan sekarang" ucap Indra.
"Kalian duluan aja ya, aku ada urusan dengan Dosen" ucap Susi.
"Ok, kami pergi dulu ya" ucap Indra.
Anggara dan Indra pergi ke ruangan nya, lalu saat melewati toilet yang ada di kampus, terlihat Fahri, Budi, Rian dan Zainal sedang membersihkan toilet, di situ juga ada Zidan, hanya saja dia tidak membersihkan toilet, terlihat dia berdiri dan hanya melihat ke empat teman nya itu membersihkan toilet.
"Kamu jangan banyak omong ya, itu bukan urusan kamu, mending kamu pergi dari sini"ucap Zidan.
"Hahaha, kasian ya kalian, di suruh membersihkan toilet" ucap Indra.
"Heh! berani sekali kamu ngomong seperti itu, kamu belum pernah aku kasih pelajaran ya, lihat aja lain kali, habis kamu" ucap Zidan penuh amarah.
"Sudah ndra, kita pergi aja, biar kan aja mereka di sini, jangan membuat masalah dengan nya" ucap Anggara.
Anggara dan Indra pergi meninggalkan Zidan dan keempat teman nya di toilet tersebut.
Anggara sedang duduk di kursi nya sambil menikmati pemandangan di luar jendela nya, saat itu Raisa menghampiri nya dengan membawa bungkusan yang tidak tau itu isi nya apa.
"Anggara, ini buat kamu" ucap Raisa memberi kan bungkusan itu pada Anggara.
"Aku tidak mau" ucap Anggara.
__ADS_1
"Jangan gitu dong gara, aku udah mesen ini buat kamu, ini cemilan yang aku pesan di toko yang sangat mahal, cemilan ini rasanya sangat enak, di ambil ya" ucap Raisa.
"Ambil aja lah gara, jarang-jarang loh dapat makanan mahal begini" ucap Indra.
"Tarok aja di situ" ucap Anggara.
Raisa pun meletak kan nya di atas meja Anggara, lalu Indra segera membuka bungkusan tersebut.
"Waahh makanan nya ini pasti sangat enak gara, kamu mau cobain deh" ucap Indra yang sedang melihat makanan dan membuka tutup makanan itu.
"Kalau kamu mau, makan aja ndra, aku tidak mau" ucap Anggara.
"Anggara, kok kamu gitu sih, aku belikan itu buat kamu" ucap Raisa karena mendengar ucapan Anggara, tempat duduk Raisa tepat di sebelah tempat duduk nya Anggara dan Indra.
"Aku tidak mau makanan nya, kan kamu yang mau beli, aku tidak nyuruh kamu beli itu" ucap Anggara.
"Sudah lah gara, kamu makan aja, kasian Raisa karena sudah membelikan ini untuk kamu"
Anggara yang dengan mudah mendengar kan ucapan Indra, lalu Anggara pun mengambil makanan itu dan memakan nya.
"Kamu makan lah juga ndra, aku tidak akan habis memakan nya" ucap Anggara.
Indra pun memakan nya dan Indra merasa makanan itu sangat lah enak, karena makanan yang di belikan oleh Raisa memang makanan mahal.
Pulang sekolah
"Gara, aku duluan ke parkiran motor ya, aku mau perbaiki motor ku sebentar, tadi engkol motor ku rusak, aku tunggu di sana" ucap Indra.
"Ia" Anggara masih menyusun buku dan mengemas kan laptop nya ke dalam tas.
Indra sudah duluan pergi ke parkiran, lalu Anggara pun keluar kampus menuju parkiran, namun di parkiran tidak ada terlihat Indra, bahkan motor nya masih ada di parkiran.
"Kemana Indra ya, katanya dia nunggu di parkiran, bukan nya dia bilang mau memperbaiki engkol motor nya ini" ucap Anggara dengan heran.
Anggara pun mencari-cari Indra di parkiran, hingga ke toilet kampus, namun tidak juga menemukan Indra. Di kampus masih banyak mahasiswa yang belum pulang.
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dam vote ya teman😊 mohon dukungan nya