
Dengan kecepatan yang standart, Anggara mengendarai sepeda motor, dia ingin membawa sepeda motor dengan cepat, tapi dia tidak bisa melakukannya, karna khawatir dengan Nenek yang duduk di belakang dalam kondisi pingsan.
Dia sangat merasa khawatir, dia tidak tau apa yang sudah terjadi pada sang Nenek serta rumah yang terlihat berserakan. Rasa khawatir nya sedang membuat nya resah saat itu.
Setibanya di depan rumah sakit, Anggara langsung membawa Nenek ke dalam dengan menggendong.
"Dokteerr.. dokteerr" panggil Anggara mencari Dokter.
"Iya, ada apa?"kata Suster menghampiri Anggara.
"Suster, tolong Nenek saya sus, dia pingsan, tolong sus" jawab Anggara yang masih menggendong sang Nenek.
"Baik lah, ayo cepat letakan di atas ini" ucap Suster itu sambil membawa ranjang yang beroda.
Anggara langsung meletakan Nenek ke atas ranjang itu, dan mendorong nya ke dalam ruangan.
"Tunggu di sini" ucap Suster sambil menutup pintu ruangan.
Anggara menunggu di depan ruangan dengan rasa yang sangat gelisah. Sesaat Suster itu keluar dari ruangan untuk memanggil Dokter, ketika Suster dan Dokter memasuki ruangan, Anggara bertanya.
"Apa Nenek saya baik-baik saja sus?"tanya Anggara dengan mata yang berlinang.
"Tunggu sebentar, Dokter akan memeriksanya" jawab Suster itu dan kembali memasuki ruangan.
Anggara menunggu di depan ruangan, raut wajahnya yang sangat khawatir, rasa gelisah mengganggu pikirannya.
"Ya Allah, selamat kan lah Nenek hamba, sehat kan lah dia seperti semula ya Allah, hamba sangat menyayangi nya, hamba hanya memiliki nya ya Allah" do'a Anggara yang selalu dia ucap kan di dalam hati untuk kesembuhan Nenek nya.
Beberapa menit kemudian, Dokter keluar dari ruangan.
"Apa kah anda keluarga nenek itu?"tanya Dokter pada Anggara.
"Iya dok, saya cucu nya"jawab Anggara.
"Ikut saya ke ruangan ya, ada yang ingin saya bicarakan" kata Dokter pada Anggara.
__ADS_1
"Baik dok" jawab Anggara.
Dia mengikuti Dokter ke ruangannya, dan Dokter menyuruh nya untuk duduk di kursi di dekat meja sang Dokter.
"Nama anda?"tanya Dokter terlebih dahulu, karna belum mengetahui nama Anggara.
"Nama saya Anggara dok" jawab Anggara
"Begini Anggara, seperti nya penyakit ini sudah lama di deritanya, dan sekarang penyakit nya semakin parah" kata Dokter.
"Penyakit apa dok?"tanya Anggara.
"Dia mengalami gagal ginjal yang cukup parah, dan di bagian tulang punggung ada keretakan yang cukup parah, sepertinya dia terjatuh dari ketinggian, atau dia di tolak dengan sangat keras" ucap Dokter itu.
"Apa dok! Bagaimana Nenek bisa mengalami keretakan di tulang punggung nya" ucap Anggara terkejut.
"Keretakan tulang di punggung nya terjadi baru saja, karna kelihatannya retak pada tulang nya sangat baru" kata Dokter sambil menunjukan hasil ronsen yang baru saja di berikan oleh Suster pada nya.
"Jadi bagaimana dok? Apakah Nenek bisa sembuh seperti semula?"tanya Anggara.
Anggara hanya terdiam, karna dia sangat terkejut mendengar keadaan Nenek saat ini.
"Nenek belum bisa di bawa pulang, dia harus di rawat hingga benar-benar meyakin kan untuk di bawa pulang" ucap Dokter.
"Baik lah dok" jawab Anggara. "terima kasih dok" ucap Anggara sambil menyalami Dokter, lalu dia meninggalkan ruangan Dokter dan pergi ke ruangan Nenek. Anggara masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang terlihat sangat sedih, dia merasa sedih melihat keadaan Nenek, saat itu, Nenek masih belum sadarkan diri. Anggara duduk di kursi di samping ranjang nenek.
"Nenek.. maaf kan gara yang tidak bisa menjaga Nenek, Anggara pergi dan meninggalkan Nenek sendirian di rumah, jika Anggara tidak pergi, hal ini tidak akan terjadi pada Nenek, tetapi apa yang sudah terjadi pada Nenek, Dokter bilang, tulang punggung Nenek retak karna terjatuh dari ketinggian, atau Nenek di tolak dengan sangat keras" ucap Anggara sambil menangis sambil melihat Nenek.
"Jangann. Jangann.. jangann" Nenek mengigau saat tidak sadar kan diri, Nenek seperti sedang ketakutan.
"Nenekk" ucap Anggara berusaha membangunkan Nenek yang sedang mengigau.
"Garaa.." ucap Nenek membuka mata nya dengan perlahan dengan suara yang masih merasa lemas.
"Neneekk" ucap Anggara yang merasa senang melihat nenek sudah sadar.
__ADS_1
"Gara, Nenek sedang di mana gara?"tanya Nenek ketika melihat kondisi yang berbeda dengan rumah nya.
"Nenek ada di rumah sakit nek" jawab Anggara.
"Kenapa Menek di rumah sakit gara?"tanya Nenek yang belum menyadari keadaan dirinya.
"Nenek tadi pingsan, jadi gara langsung membawa Nenek ke rumah sakit" jawab Anggara.
"Nenek baik-baik aja sekarang gara, ayo kita pulang" ucap Nenek yang hendak bangun dari ranjang rumah sakit. "aduuuhh" ucap Nenek kesakitan.
"Nenek jangan bangun dulu nek, Nenek harus istirahat di rumah sakit, Dokter tidak boleh kan Nenek pulang" ucap Anggara menaham bahu Nenek dan membaringkan nenek dengan perlahan.
"Nenek tidak sakit gara, kenapa Nenek harus di rawat" ucap Nenek, karna nenek takut tidak bisa membayar biaya rumah sakit.
"Sudah lah nek, Dokter bilang Nenek harus di rawat di rumah sakit, jadi Nenek jangan bangun dulu, jika Nenek butuh sesuatu, Nenek bisa bilang dengan gara" ucap Anggara.
"Gara, apa terjadi sesuatu pada mu?, apa kau terluka?"tanya Nenek dengan sangat kahawatir.
"Tidak nek, gara tidak kenapa-kenapa, apa yang terjadi nek, kenapa di rumah sangat berantakan?"tanya Anggara.
"Apa saat itu kau tidak ada di rumah gara?"tanya Nenek kembali.
"Tidak nek, maaf nek gara tidak memberitahukan pada Nenek, saat itu Anggara keluar bertemu dengan Sasya" jawab Anggara.
"Bagus lah kalau begitu agar, setidak nya, kau tidak di lukai dengan orang itu" ucap Nenek.
"Emang nya ada apa nek? Siapa orang itu? Dan kenapa Nenek bertanya gara terluka atau tidak?"banya pertanyaan yang ingin gara tanya kan pada Nenek karna keadaan rumah saat dia pulang.
"Ada seseorang yang datang ke rumah, Nenek tidak tau itu siapa, dan dia mencari-cari mu gara, saat itu Nenek sedang makan di kamar" jawab nenek.
"Seseorang mencari gara" ucap Anggara merasa heran.
"Iya gara, dia terus menanya kan dirimu, tapi nenek tidak memberitahukannya, dia mengobrak abrik isi rumah kita, dan kamar nenek juga, dia mendorong Nenek dengan sangat keras, hingga Nenek tidak tau lagi apa yang terjadi" jawab Nenek, terlihat di wajah nya yang masih merasa takut.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya temanšlike dan komennya, berikan sarannya juga, karna saran kalian itu penting