Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Sasya jadi incaran Zidan


__ADS_3

"Bener ni gak ada yang salah gar, tapi aku lihat cewek-cewek juga sedang memperhatikan kamu, mereka kenapa?" tanya Sasya.


"Aku juga gak tau sya, biar aja mereka, tu supir kamu nunggu" ucap Anggara melihat supir Sasya nunggu di parkiran ketika sudah di depan kampus.


"Aku pulang ya gar"


"Ia hati-hati sya"


Setelah Sasya pulang, Anggara masuk ke dalam kampus, tiba-tiba beberapa wanita datang menghampiri Anggara.


"Anggara, kamu sudah punya pacar ya? padahal aku suka banget sama kamu" ucap salah satu wanita yang menghampiri Anggara.


"Tidak, aku tidak punya pacar, sudah ya, aku mau pergi" jawab Anggara melepaskan diri dari beberapa wanita.


"Kalau gitu, ini buat kamu gar, di terima ya"ucap salah satu wanita itu memberikan Anggara coklat.


" Ia, di terima ya"ucap lagi semua wanita dengan serentak dan memberikan Anggara beberapa bingkisan.


"Baik, aku terima, sudah ya, aku mau pergi" ucap Anggara mengambil semua bingkisan yang di kasih pada nya, dan di bawa ke dalam ruangan nya.


"Anggara, apa yang kamu bawa, kok banyak sekali" tanya Indra ketika melihat Anggara membawa banyak bingkisan di tangan nya.


"Ini mahasiswi di sini yang memberikan nya, aku ambil aja deh, dari pada mereka mengganggu ku terus tadi" jawab Anggara meletak kan di atas meja.


"Kamu banyak penggemar wanita ya gara, kamu sangat populer di kalangan wanita, coba aku lihat, apa aja yang mereka berikan"ucap Indra membuka bingkisan tersebut.


"Ini makanan, ini baju, ini jaket, waah kamu banyak dapat makanan dan pakaian, boleh aku ambil yg ini gar?" tanya Indra melihat kan baju pada Anggara.


"Ambil saja, kalau mau ambil makanan nya juga boleh" ucap Anggara.


"Aku mau yang ini aja gar, ini bagus, jaket nya juga bagus, tapi ini untuk kamu aja" ucap Indra.


"Simpan lagi ndra, nanti Dosen melihat nya"


"Ia ia, aku bereskan dulu"

__ADS_1


Indra membereskan pakaian dan makanan ke dalam bungkusan tadi, dan Anggara duduk di kursi nya.


"Anggara, siapa yang memberikan ini semua pada mu?" tanya Sasya, melihat bingkisan itu.


"Mahasiswi di sini" jawab Anggara.


"Kamu tidak boleh mengambil barang-barang ini, aku bisa membelikan mu yang lebih mahal dari ini" ucap Sasya.


"Kenapa Anggara tidak boleh mengambil nya, ini kan dia kasih untuk dia, apa hak kamu mengatur kehidupan Anggara" ucap Indra yang tidak menerima ucapan Raisa, seakan-akan Raisa ingin mengatur kehidupan Anggara.


"Aku bisa membelikan untuk dia yang lebih mahal dari barang-barang ini" jawab Raisa.


Di saat Indra dan Raisa berdebat, Dosen yang akan mengajar di ruangan Anggara sudah datang. Melihat Dosen datang, Raisa memberhentikan perdebatan nya, dan langsung duduk di kursi nya.


Waktu pulang dari kampus


Waktu pulang sudah tiba, Anggara dan Indra keluar dari kampus nya, tapi di parkiran di hadang oleh Fahri teman Zidan, di sana juga ada Budi, Zidan, Rian dan Zainal.


"Kalian mau pulang ya?" tanya Fahri.


"Ngumpul sama kita dulu yuk, mau gak?" tanya Budi.


"Gak ah, kami mau pulang" jawab Indra.


"Ayo lah, kita ngumpul bareng, masa menolak ajakan teman" ucap Zidan.


"Kalian mau ajak kami ngumpul atau mau ngebuli kami" ucap Anggara dengan mata dingin nya.


"Eits, jangan berpikiran yang aneh dulu dong bos, kita emang mau ngajak kalian berdua ngumpul bareng" ucap Zidan.


"Sudah lah, kami mau pulang, kami tau niat kalian di balik ajakan kalian itu" ucap Anggara.


"Ia gar, ayo kita pulang, jangan dengar kan omongan mereka" ucap Indra, dan langsung naik ke atas sepeda motor nya.


"Ya sudah kalau kalian gak mau ngumpul bareng bersama kami, tapi kenalin ke kami dong teman cewek kalian yang siang tadi" ucap Zidan.

__ADS_1


"Teman cewek yang mana? Susi itu ya" ucap Indra.


"Bukan lah, siapa juga yang mau berkenalan dengan dia, yang satu nya itu, dia sangat cantik, putih, tinggi, badan nya langsing"jawab Zidan.


"Sudah lah ndra, jangan ladeni mereka, mending kita pulang aja" ucap Anggara menyalakan mesin sepeda motor milik nya, begitu pun Indra, dia juga menyalakan mesin sepeda motor milik nya. Anggara menarik gas sepeda motor dan pergi meninggal kan Zidan serta teman nya di parkiran, Indra juga pergi bersama Anggara.


"Sial, aku tidak mendapatkan informasi tentang wanita yang bersama Anggara itu, aku akan mencari tau siapa dia, dan aku akan mendapat kan nya, dia lebih cantik dari pada Raisa" ucap Zidan ke pada teman nya.


"Tenang aja dan, kami juga akan membantu mu mencari informasi tentang wanita itu, dia akan segera menjadi milik mu" ucap Fahri.


Cerita sebelum nya, pada waktu Sasya ke ruangan Anggara, ada Zidan di ruangan, dia terpesona dengan kecantikan Sasya dari pertama Sasya masuk ke ruangan Anggara, dan dia melihat Sasya sangat dekat dengan Anggara, jadi dia berinisiatif untuk mendekati Anggara dan mendapatkan informasi tentang Sasya.


"Anggara, kita duduk di Caffe tempat biasa dulu yuk, aku bosan ni di rumah" ucap Indra saat mengendarai sepeda motor.


"Ayo" jawab Anggara.


Mereka pergi ke Caffe tempat biasa mereka duduk, dan di Caffe mereka pesan minuman seperti biasa nya, yaitu tiramisu latte dan capuccino.


"Gara, tadi Zidan nanyai soal Sasya deh kayak nya, soal nya aku bilang Susi katanya bukan" ucap Indra yang sedang duduk bersama Anggara.


"Ia, jangan sampai Zidan mendekati Sasya, kan kamu tau sifat Zidan bagaimana, dia juga playboy" ucap Anggara.


"Ia gar, aku setuju dengan ucapan mu, pokok nya, jika Sasya kuliah nanti, kita harus menjaga nya, jangan sampai tu si Zidan mendekati Sasya"


Anggara dan Indra minum dan mengobrol di Caffe tersebut, membahas tentang tugas, pelajaran, praktek yang akan di lakukan, begitu lah mereka jika bersama, yang satu suka membaca buku, yang satu nya walau jarang membaca buku tapi dia cepat tanggap dalam pelajaran apa pun.


"Sudah sore ni, yuk kita pulang" ucap Anggara, melihat jam di pergelangan tangan nya.


"Ia gar, nanti Nenek mu nunggu lagi di rumah"


Anggara dan Indra pun pulang ke rumah masing-masing karena hari sudah mulai sore, Anggara tidak bisa terlalu lama di luar, dia selalu terpikir kan oleh Nenek, dia takut terjadi sesuatu dengan Nenek nya jika dia terlalu lama di luar. Hingga saat ini, Anggara masih belum mendapat kan petunjuk tentang orang yang ingin membawa nya, karena dia belum mendapatkan sesuatu yang harus dia selidiki, dan tidak tau menyelidiki dari mana.


Bersambung..


Jangan lupa like, komen, dan vote ya teman, mohon dukungannya😊

__ADS_1


__ADS_2