
"Sore Anggara, kamu dan Indra datang kemari, ayo duduk lah" ucap papa Sasya, orang tua Sasya sudah mengenal Anggara dan Indra, semenjak mereka berteman dekat, Sasya sering mengajak mereka ke rumah nya.
"Iya om" jawab Anggara dan Indra, lalu mereka duduk di kursi bersama orang tua Sasya.
"Bibii.." panggil Sasya pada pembantu rumah nya.
"Iya non" jawab pembantu itu ketika menghampiri Sasya.
"Buat kan minum buat Anggara dan Indra ya bi" ucap Sasya kepada pembantu rumah nya.
"Tidak usah sya, kami tidak lama kok di sini, sebentar lagi kami mau pulang" jawab Anggara
"Tidak apa Anggara, kalian kan teman Sasya" sambut Papa Sasya dari perkataan Anggara. Orang tua Sasya sangat baik, mereka tidak sombong, walaupun mereka kaya.
"Terima kasih om" ucap Anggara dan Indra dengan serentak.
"Buat kan ya bi minuman untuk Anggara dan Indra" kata Papa Sasya memerintahkan ke pada pembantunya yang masih berdiri menunggu perintah.
"Iya tuan" jawab pembantu rumah nya dan pergi ke dapur untuk membuatkan minuman.
"Anggara, Indra, kalian bertiga kan sudah selesai dari pendidikan menengah atas, apa kalian berdua ingin melanjutkan ke pendidikan lebih lanjut?"tanya papa Sasya.
"Aku akan melanjutkan ke pendidikan om" jawab Indra
"Kalau kamu Anggara?"tanya Papa Sasya.
"Uumm aku tidak om, karna Nenek tidak punya cukup uang untuk membiayai ku om" jawab Anggara.
"Oohh begitu ya, oom akan mengirim Sasya ke luar negeri, om mau yang terbaik untuk nya" ucap Papa Sasya sambil melihat ke arah Sasya yang sedang duduk bersama mereka di kursi tamu, saat itu, mama Sasya juga sedang duduk bersama mereka.
Anggara hanya tersenyum, karena dia sedikit merasa malu dengan orang tua Sasya sebab dia tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Tetapi dia tidak merasa nyesal sama sekali, dia pikir, melanjutkan pendidikan tidak harus, yang penting, dia bisa bekerja dan membantu neneknya mencari uang.
Sasya pun hanya tersenyum, tapi terlihat di wajah nya tidak begitu bahagia, ketika mendengar papa nya berkata ingin dirinya pergi ke luar negeri.
Tak lama itu, pembantu rumah Sasya datang dengan membawa minuman, lalu dia suguhkan ke depan Anggara dan Indra.
__ADS_1
"Minum lah" ucap Papa Sasya.
"Iya om" jawab Anggara dan Indra, lalu mereka minum minuman tersebut.
Mereka saling berbicara bersama orang tua Sasya, dan Sasya.
"Terima kasih om minumannya, sekarang kami mau pulang karena sudah semakin sore" ucap Anggara berpamitan dengan orang tua Sasya.
"Iya, hati-hati di jalan ya"jawab Papa Sasya.
Anggara dan Indra pun bersalaman dengan orang tia Sasya dan mencium tangan ke dua orang tua Sasya.
Setelah itu, mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
Di perjalanan, Anggara memikirkan tentang Sasya yang akan pergi ke luar negeri, dia merasa tidak rela jika Sasya pergi jauh.
"Sasya akan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya, aku tidak tau, dia akan ingat dengan ku atau tidak, aku berharap dia tidak melupakan ku"ucap Anggara sambil mengendarai sepeda motor nya.
Setibanya di rumah, Anggara langsung memasukan sepeda motor ke dalam tempat perkir sepeda motor nya.
"Iya gara" jawab Nenek yang sedang duduk di kursi nya.
Nenek tidak sehat seperti sebelumnya, dia lebih sering sakit-sakitan karena umur nya yang semakin menua, Anggara lah yang selalu masak di rumah, Nenek yang biasanya masak dan menyirami tanaman, sekarang dia tidak bisa melakukan hal itu lagi, dan Anggara yang menyirami tanaman dan memasak, dia mengerjakan semua kerjaan rumah.
"Nenek sudah minum obat?"tanya Anggara menghampiri Nenek nya.
"Sudah gara, kamu dari mana aja? Jam segini baru pulang, hari sudah mau malam" ucap Nenek yang mengkhawatirkan Anggara.
"Sebelum pulang, gara ke rumah Sasya nek, Sasya mengajak Anggara dan Indra untuk masuk ke rumah nya dulu, sebab itu lah gara terlambat pulang nek" jawab Anggara.
"Ya sudah, Nenek tadi ada buat bubur kacang ijo, kau makan lah dulu" kata Nenek
"Kenapa Nenek masak, nanti nenek sakit nya kambuh lagi, nenek kan tidak boleh banyak gerak" kata Anggara yang duduk di samping nenek.
"Tidak apa gara, Nenek masih bisa bekerja di rumah" jawab Nenek
__ADS_1
"Lain kali jangan lagi ya nek, jika Nenek ingin makan sesuatu, bilang aja sama gara, gara akan masak untuk Nenek" kata Anggara, dia tidak mau jika sakit pinggang Nenek kambuh lagi.
"Iya gara" ucap Nenek.
"Ya udah nek, gara ke kamar ya, gara mau mandi" kata Anggara
"Iya gara" jawab Nenek.
Anggara pergi ke kamar nya, dia mengambil handuk, lalu mandi.
Selesainya mandi, Anggara mengambil pakaian di dalam lemari nya, saat melihat pakaian yang ingin di pakai tidak ada di dalam lemari, dia pun pergi ke luar, melihat pakaiannya di jemuran ada atau tidak, saat itu dia masih menggunakan handuk.
Karena melihat pakaiannya tergantung di jemuran, dia pun mengambil nya, lalu membawa ke dalam kamar, setelah itu dia memakai pakaiannya.
"Garaaa.." terdengar suara Nenek memanggil dirinya.
Anggara langsung keluar dan menghampiri Nenek.
"Iya nek" kata Anggara mendekati Nenek.
"Bantu Nenek ke kamar gara, pinggang Nenek terasa sakit lagi" jawab Nenek.
"Baik lah nek" Anggara langsung membantu Nenek dengan memopong nya dan membawa ke dalam kamar Nenek, lalu dia membaringkan Nenek dengan perlahan ke atas kasur. Setelah itu, dia pun kembali ke dalam kamar nya, dan sholat maghrib karena suara adzan sudah berkumandang.
"Ya Allah, sehat kan lah selalu Nenek hamba, berikan lah dia kesehatan, jauh kan lah dia dari marabahaya dan penyakit ya Allah, angkat lah penyakit dari dalam tubuh nya, hamba tidak ingin melihat nya yang saki-sakitan, panjang kan lah umur nya ya Allah, kabulkan lah do'a hamba ini ya Allah, amiiinn" Anggara berdo'a selesai sholat nya. Lalu dia keluar kamar dan membuat kan bubur nasi untuk sang Nenek, setiap hari Nenek hanya boleh makan bubur nasi, nenek tidak boleh memakan makanan yang berbahan keras, karena akan membuat lambung Nenek sakit, Nenek sudah tidak bisa memakan makanan seperti biasanya lagi.
Selesai membuat bubur nasi, Anggara membawa nya ke dalam kamar Nenek.
"Nek, ayo makan dulu nek, gara sudah buat kan bubur untuk Nenek" ucap Anggara sambil memasuki kamar nya.
"Iya gara, letak aja di situ, nanti Nenek akan memakannya" ucap Nenek, yang masih terbaring di atas kasur.
Anggara menaruh mangkuk berisi kan bubur nasi, dan segelas air putih ke atas meja di samping tempat tidur Nenek.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya😊 jika ada yang kurang berikan masukannya teman, karna masukan kalian sangat lah penting