
"Aku tidak akan ikut bersama kalian, aku ingin pulang, jangan halangi kami, Indra ayo kita pulang" ucap Anggara dan kembali duduk ke sepeda motor nya.
"Ia gara" jawab Indra, dan menghidupkan mesin sepeda motor nya.
Orang-orang itu tetap tidak pergi, mereka masih berdii di depan sepeda motor Anggara.
"Apa kalian tidak punya telinga, aku bilang aku mau pulang, aku tidak akan ikut kalian"
"Kami tidak akan pergi, kami akan tetap membawa mu, walaupun kamu tidak mau" ucap mereka. Dua orang yang berjas hitam itu langsung menahan kedua tangan Anggara, tentu nya Anggara melawan, dengan sigap dia langsung menendang orang itu, hingga tangan nya terlepas dari pegangan mereka.
"Anggara ayo kita pergi" teriak Indra, dan Indra langsung menancap gas sepeda motor, begitu juga Anggara. Meskipun Anggara dan Indra terlepas dari orang itu, mereka masih di kejar dengan mobil yang menahan nya tadi, dan terjadi kejar-kejaran di jalan raya.
"Anggara, mereka masih belum menyerah, dia mengejar kita dengan mobil nya" teriak Indra yang sedang melihat mobil warna hitam tadi dari kaca spion.
"Kamu pergi aja dari jalan ini ndra, jangan sampai kamu ikut di kejar, mereka hanya mencari ku, kamu bisa pergi dan tidak di kejar oleh mereka"
"Tapi nanti terjadi apa-apa dengan mu gara, jika aku ada, aku bisa melapor ke polisi jika mereka berbuat jahat dengan mu"
"Tenang saja, aku tidak akan kenapa-napa, kamu bisa pergi"
"Baik lah" Indra pun berbelok ke kanan ketika ada lorong di depan nya, sedangkan Anggara masih melaju ke depan untuk menarik perhatian mereka agar Indra tidak ikut di kejar.
__ADS_1
"Sampai mana kalian bisa mengikuti ku" ucap Anggara.
Mobil berwarna hitam mengikuti di belakang sepeda motor Anggara, Anggara menarik gas sepeda motor nya, tentu saja mobil tersebut juga demikian, terlihat jika mobil itu ingin mendahului Anggara agar bisa memberhenti kan sepeda motor Anggara. Sepeda motor Anggara tidak bisa mengalahkan kecepatan mobil tersebut, hingga bisa di kejar oleh mereka.
"Kami tidak akan segan-segan lagi untuk memaksa mu ikut bersama kami" teriak orang itu dari dalam mobil nya ketika bisa menyaingi sepeda motor Anggara.
"Coba saja kalau bisa" jawab Anggara dan langsung menarik gas sepeda motor nya dengan kecepatan tinggi. Mobil dan sepeda motor di jalanan raya berhasil Anggara dahului, karena kecepatan sepeda motor nya melebihi batas maksimal, sehingga membuat orang-orang menggunakan sepeda motor melihat nya dengan heran, dia menyelip di antara mobil-mobil, agar bisa lebih cepat meninggalkan mobil yang mengejar nya, tetapi dia masih tidak berhasil meninggalkan mobil tersebut.
Anggara dengan cepat berusaha mengeluarkan kekuatan tembus pandang nya, agar bisa menemukan lorong menuju tempat yang bisa di buat bersembunyi, mata Anggara seketika berubah, warna bola mata yang biasanya warna biru, menjadi warna ungu, menandakan kekuatan tembus pandang nya keluar.
"Aku harus mencari tempat persembunyian, agar mereka tidak bisa menangkap ku" ucap Anggara.
"Apa mereka akan ke sini?" ucap Anggara di dalam ruangan kecil itu sambil mengintip ke luar melalu celah pintu, saat itu mata nya sudah kembali normal.
Kletak.. kletak... kletak.
Suara langkah kaki mulai terdengar, seperti suara orang yang sedang memakai sepatu kulit sedikit bertumit.
"Apakah itu mereka" ucap Anggara, yang masih mengintip di celah pintu.
Suara langkah yang perlahan masuk ke dalam gudang, dan semakin lama semakin suara nya dekat dengan tempat Anggara bersembunyi. Anggara masih mengintip, agar bisa mengetahui apa itu mereka atau bukan, dan tak lama itu mulai terlihat seorang pria memakai jas hitam, ternyata itu mereka yang mengejar Anggara tadi. Anggara tetap berdiam, tidak berbuat suara apa pun, karena dia tidak mau terlibat perkelahian dengan mereka.
__ADS_1
"Di mana anak itu bersembunyi?"ucap salah satu laki-laki yang mengejar Anggara tadi. Mereka sedang di depan kamar kecil tempat Anggara bersembunyi.
"Kita harus mencari nya, dan kita bawa dia ke bos, jika kita tidak membawa nya, bos pasti akan memarahi kita" ucap laki-laki yang sedang bersama orang yang mengejar Anggara.
"Ayo cepat! cari dia sampai dapat"
Anggara masih berdiam diri, dan memperhatikan orang-orang itu mencari Anggara, orang-orang tersebut berpencar untuk mencari nya.
"Cepat-cepat! cari dia sampai dapat, dan kita haru segera membawanya ke bos kita"ucap laki-laki berpakaian jas hitam tersebut.
" Siapa sebenarnya mereka, siapa bos yang mereka bicara kan itu, apa aku mengenal bos itu, tapi selama ini aku tidak mengenal orang-orang seperti itu, apa yang mereka ingin kan dari ku, aku sama sekali tidak pernah berbuat kejahatan pada siapa pun"ucap Anggara di dalam kamar kecil yang sedang bersembunyi.
Salah satu laki-laki berpakaian jas warna hitam mendekati tempat sembunyi nya Anggara, dengan perlahan langkah kaki nya semakin mendekat, Anggara yang melihat itu berjalan mundur, agar dia tidak mengetahui bahwa dia bersembunyi di dalam, terdengar suara langkah kaki nya semakin mendekat, dan di saat dia ingin membuka pintu, tiba-tina suara sirine polisi datang, dan orang-orang itu bergegas keluar dari gedung kosong tersebut, karena mendengar suara sirine polisi, jika mereka tetap di dalam sana, mereka akan di tangkap polisi.
Anggara melihat mereka keluar semua dari dalam gedung, langsung keluar dari kamar kecil tersebut, dan berjalan keluar gedung.
"Hey gara"tiba-tiba Indra sudah ada di depan pintu gedung.
" Indra, kenapa kamu ada di sini?"tanya Anggara karena heran melihat nya ada di depan gedung itu.
"Aku tadi lewat di lorong ini, ingin mencari kamu, dan pas aku lewat, aku melihat mobil yang mengejar kita tadi terparkir di depan lorong, jadi aku sudah mengiranya jika kamu sedang dalam bahaya, jadi aku datang ke sini dengan menggunakan suara sirine yang ada di dalam handphone aku"jawab Indra.
__ADS_1