
"Padahal aku nunggu kabar dari nya, tapi ternyata dia kehilangan kontak telepon ku, ya udah, tak apa lah, yang penting aku bisa bertemu dengan nya lagi" ucap di dalam hati Indra.
"Ndra, kenapa kamu diam aja" tanya Anggara.
"Gak, gak kenapa-kenapa, oo ia, kenapa Sasya tiba-tiba pindah kuliah ke sini, bukan nya kemarin dia bilang, Papa nya gak mau dia kuliah di sini, mau nya kuliah di luar negeri"
"Kalau soal itu aku juga kurang tau ndra, Sasya nya juga gak tau kenapa Papa nya tiba-tiba suruh dia pindah kuliah di sini"
"Ia lah"
"Aku mau ke ruangan pak Bambang, mungkin dia sudah datang"ucap Anggara sambil berdiri hendak pergi.
" Aku ikut, aku mau lihat kamu memberikan bumyi itu pada pak Bambang"ucap Indra juga berdiri.
"Baik lah".
Anggara dan Indra pergi ke ruangan Dosen Bambang.
Tok.. tok..
" Masuk"ucap pak Bambang dari dalam ruangan.
Anggara dan Indra membuka pintu lalu masuk ke dalam ruangan pak Bambang, dan mereka duduk di depan meja pak Bambang.
"Ada apa Anggara, kamu datang ke ruangan saya?" ucap pak Bambang sambil mengetik di laptop nya.
"Saya mau memberikan bukti tentang tuduhan ke saya itu pak"jawab Anggara.
"Cepat juga ya kamu mendapatkan bukti nya, mana bukti nya" ucap pak Bambang memberhentikan kerjaannya.
Anggara mengeluarkan handphone nya dan memperlihatkan vidio yang berhasil dia rekam kemarin. Dosen Bambang pun melihat rekaman itu dan mendengarkan pembicaraan Zidan dan keempat teman nya.
"Jadi Zidan yang sudah memfitnah kamu"
"Ia pak, jadi apa saya akan di bebaskan dari tuduhan ini pak?"
"Tentu saja, sebelum itu, Indra tolong panggilkan Zidan ke ruangan saya, saya mau mempertanyakan ini semua"
"Baik pak"
Indra pergi memanggil Zidan, sedangkan Anggara duduk menunggu kedatangan Zidan.
"Pak"ucap Zidan ketika membuka pintu ruangan pak Bambang.
__ADS_1
" Masuk, duduk di sini Zidan"ucap pak Bambang, Indra menunggu Anggara di depan ruangan.
"Ada apa ya pak?" tanya Zidan dengan heran.
"Zidan, saya sudah melihat bukti yang Anggara berikan ke saya"
"Bukti apa pak?" dengan wajah bingung nya.
"Sebuah vidio pembicaraan kamu dan teman-teman kamu, di vidio tersebut kamu mengakui semua nya, bahwa perbuatan itu bukan Anggara yang melakukannya, melain kan kamu hanya memberikan warna di pipi mu dan luka di dahi mu itu cuma tempelan hasil make up".
Zidan hanya terdiam, dia tidak bisa ngomong apa-apa lagi, karena perbuatan nya sudah ketahuan, dan itu dari mulut nya sendiri.
"Jadi karena kamu sudah membohongi Bapak, dan memfitnah Anggara, kamu akan Bapak beri hukuman, kamu bersihkan WC yang ada di kampus ini" ucap pak Bambang, Anggara yang mendengar itu hanya tersenyum senang.
"Tapi pak, kok saya di suruh membersihkan WC sih, itu kan menjijikan pak" ucap Zidan tidak menerima hukuman nya.
"Kamu mau menjalani hukuman, atau mau Bapak skor kamu"
"Baik pak, saya akan membersihkan WC"
"Karena masalah ini sudah selesai, kalian boleh pergi"
"Baik pak, saya permisi" ucap Anggara pergi keluar dari ruangan begitu juga Zidan.
"Semua nya sudah selesai"
"Apa dia di beri hukuman?" ucap Indra sambil melirik ke arah Zidan yang juga baru keluar dari ruangan pak Bambang.
"Di suruh membersihkan WC" jawab Anggara. Mendengar itu Indra tertawa.
"Rasain lo, berani sih ganggu Anggara, sekarang kena kan akibat nya" ucap Indra dengan keras di depan Zidan.
"Heh, berani sekali mulut mu ngomong seperti itu ya, bosan hidup lo"ucap Zidan dengan marah dan langsung menggenggam kerah baju Indra. Melihat itu Anggara langsung melepaskan genggaman Zidan.
" Kamu mau di beri hukuman lagi, ini di depan ruangan pak Bambang"ucap Anggara, dan Zidan pun langsung melepaskan genggaman nya. Dengan tersenyum senang Zidan di hukum, Indra dan Anggara pergi meninggalkan Zidan dengan rajut wajah nya yang kesal.
"Akhir nya, kamu tidak jadi di skor ya gara" ucap Indra sambil berjalan menuju ruangan.
"Ia, terimakasih ya ndra, sudah bantu aku"
"Sama-sama, kita kan sahabat, sudah sewajar nya sahabat membantu saat sedang susah"
"Ia ndra".
__ADS_1
Di ruangan, Raisa menunggu Anggara.
" Anggara, kamu kemana aja tadi, kok lama sekali keluar nya, ucap Raisa yang langsung menghampiri Anggara ketika Anggara baru masuk ke ruangan nya"
"Aku hanya pergi ke ruangan Dosen Bambang, ada apa?" tanya Anggara heran melihat Raisa bertingkah seperti itu.
"Aku kangen sama kamu, tadi aku datang, aku tidak melihat kamu di ruangan".
Anggara tidak menghiraukan Raisa, dia langsung berjalan ke tempat duduk nya. Raisa yang tidak di hiraukan Anggara tetap saja mendekati nya.
"Anggara, aku ada bawakin kamu sarapan ni" ucap Raisa mengeluarkan kotak bekal dari dalam tas nya, dan di berikan kepada Anggara.
"Aku sudah sarapan di rumah, kamu bisa memakan nya"
"Aku masakin ini buat kamu loh gara, kok kamu menyia-nyiakan nya sih, kan aku sudah capek membuat nya" ucap Raisa dengan wajah sedih.
"Terima aja lah gara, kasian Raisa" ucap Indra.
"Baik lah" Anggara mengambil kotak makanan itu dari tangan Raisa, dan dia membuka nya, isi kotak makanan tersebut ada nasi goreng dan buahan.
"Makan dong gara, aku mau dengar komentar kamu, bagaimana dengan masakan ku itu" ucap Raisa yang sedang berdiri di samping meja Anggara. Anggara dengan wajah terpaksa dia mencoba nasi goreng yang sudah di berikan Raisa itu.
"Bagaimana gara, enak gak?" tanya Raisa menantikan jawaban dari Anggara.
"Ia enak" jawab Anggara.
"Bagus lah kalau kamu suka gara, habisin ya nasi nya" ucap Raisa kembali duduk ke kursi nya.
"Padahal nasi goreng itu bukan aku yang masak, tapi bibi di rumah ku yang masak, biar lah, biar Anggara ngira aku hebat masak, jadi Anggara mungkin bakalan suka sama aku" ucap di dalam hati Raisa sambil tersenyum melihat Anggara memakan nasi goreng nya.
"Indra, kamu cobain deh nasi goreng nya, enak kok" ucap Anggara.
"Gak ah, itu kan buat kamu gara, nanti Raisa nya marah sama ku lagi, karena aku makan makanan yang dia kasih ke kamu" ucap Indra.
"Kamu makan aja, jangan hiraukan dia, kan dia sudah memberikan nya pada ku, jadi terserah aku dong mau kasih ke siapa"
"Baik lah" saat Indra hendak mencicipi nasi goreng itu, Raisa langsung menahan nya.
"Kenapa kamu yang mau makan nasi goreng yang aku berikan pada Anggara"
Bersambung..
Jangan lupa like, komen dan vote ya teman😊
__ADS_1