
"Kamu lihat kan di sana, itu Zidan" ucap Anggara melihat dari balik dinding ruangan satpam, di depan mereka ada Zidan dan ke empat teman nya.
"Ia, mereka mau ke mana?"
"Kita ikuti saja mereka" ucap Anggara.
Di kampus sudah tidak ada orang lagi, semua mahasiswa sudah pulang ke rumah masing-masing, hanya tinggal, Anggara, Indra, Zidan serta ke empat teman nya itu.
Terlihat Zidan mengarah ke parkiran mobil mereka, Anggara dan Indra mengikuti mereka dari belakang, terlihat Zidan yang tertawa bersama teman nya, seperti tidak ada terjadi sesuatu di kampus.
"Zidan bahagia sekali kelihatan nya, pasti dia bahagia karena sudah memfitnah kamu Anggara"
"Ia, kita ikuti saja mereka".
Setibanya di parkiran, Zidan dan teman nya berdiri di dekat mobil Zidan, sambil tertawa, sedangkan Anggara ngumpet di balik mobil milik Budi.
"Anggara bakalan kapok berurusan dengan kita Zidan, kamu emang harus mendapat kan piala Awards, karena bisa Akting sebagus itu, hahaha"
ucap Fahri.
Anggara langsung mengeluarkan handphone nya dan merekam pembicaraan Zidan dan teman-teman nya itu.
"Kamu mau ngapain gara?" tanya Indra melihat Anggara mengeluarkan handphone nya dari dalam saku celana.
"Tentu saja aku mau merekam pembicaraan mereka, biar bisa jadi bukti, kamu dengar kan yang Fahri katakan tadi" jawab Anggara sambil merekam.
"Tentu saja aku hebat dalam berakting, kalian semua tidak ada tandingan nya dengan ku"ucap Zidan dengan angkuh.
"Aku sengaja nyuruh kalian warnai wajah ku ini, terlihat sangat natural sekali ya, memar di wajah ku, hahaha, luka ini juga, eemm aku risih menggunakan make up seperti ini, dan untung nya tadi aku suruh Fahri tanya ke satpam, CCTV di parkiran, dan ternyata CCTV nya sedang di perbaiki, jadi Anggara tidak akan mendapat kan bukti nya"ucap Zidan. Teman-teman nya pada tertawa karena bahagia bisa memfitnah Anggara.
"Ia Zidan, kamu berhasil memfitnah Anggara, anak yang tidak tau diri itu, berani mendekati Raisa, dan Raisa menjauhi diri mu, itu semua karena dia" ucap Rian.
Anggara yang sudah merekam pembicaraan mereka langsung menyimpan kembali handphone nya ke dalam saku celana, dan dia keluar dari balik mobil.
"Jadi benar dugaan ku, kalian sudah memfitnah ku" ucap Anggara, Zidan dan teman nya terkejut mendengar ucapan Anggara.
"Kalian tidak tau malu ya, memfitnah Anggara" ucap Indra.
"Sejak kapan kalian di sini?" tanya Fahri.
"Sejak tadi" ucap Anggara.
__ADS_1
"Jadi kalian mendengar semua nya" tanya Budi.
"Tentu saja" jawab Indra
"Tapi kalian juga tidak punya bukti nya kan, jadi ya, kita tunggu saja akhir nya" ucap Zidan.
"Kita lihat saja nanti, yok ndra, kita pulang" ucap Anggara, berjalan melewati Zidan dan teman-teman nya.
"Mereka terlihat tenang-tenang aja dan, Anggara juga tidak panik" ucap Fahri.
"Sudah lah, jangan di pikirin, mungkin dia sengaja tidak melihat kan kepanikan nya itu" jawab Zidan.
"Gara, kok kamu bisa tau tadi waktu di ruangan satpam ada Zidan di luar, aku aja tidak mendengar sama sekali suara mereka, suara kaki nya aja tidak kedengaran, di ruangan satpam tadi kan kedap suara" tanya Indra dengan heran.
"Aku hanya terdengar aja tadi, suara mereka" jawab Anggara tersenyum.
"Maaf ya ndra, aku belum bisa kasih tau kamu soal kekuatan aku ini, aku belum siap memberitahu kan pada mu, tadi aku sengaja mengeluarkan kekuatan pendengaran aku, agar tau kondisi di luar ruangan satpam, dan ternyata benar, aku mendengar Zidan dan teman nya berjalan mengarah ruangan satpam, jadi aku bisa tau mereka ada di luar"ucap di dalam hati Anggara.
"Ayok lah kita ke Caffe, nanti keburu sore" ucap Indra menaiki sepeda motor nya.
"Ia ndra" Anggara pun segera menaiki sepeda motor nya, dan mereka keluar dari parkiran.
"Kamu pesan minum apa gara?" tanya Indra yang sedang berdiri di dekat kasir.
"Aku pesan minum lemon tea aja ndra, lagi haus banget ni" jawab Anggara.
"Baik lah, aku pesan dulu ya"
"Ia, aku tunggu di sana ya".
Anggara pergi berjalan ke meja yang kosong, dan di sana dia di perhatiin beberapa wanita yang sedang duduk dan minum.
"Kenapa mereka melihat ku seperti itu, apa ada yang salah dengan ku" ucap Anggara berbisik dengan diri nya sendiri.
"Hay, boleh kenalan nggak?" tanya seorang wanita saat Anggara baru saja duduk, dia datang menghampiri Anggara. Anggara diam, tidak menjawab apa pun dari ucapan wanita tersebut.
"Kok diam aja sih, kamu gak mau aku ajak kenalan?" kata wanita tersebut.
"Ada apa gara?" tanya Indra berjalan menghampiri Anggara dan duduk di dekat Anggara.
"Aku cuma mau ngajak dia kenalan, tapi dia cuek aja" ucap wanita itu.
__ADS_1
"Maaf ya mbak, dia emang gini, tidak mudah di dekati" ucap Indra.
"Baik lah" wanita itu pun pergi kembali ke tempat duduk nya dengan wajah kesal.
"Gara, kamu kenapa begitu cuek sih, banyak wanita cantik yang mau sama kamu, tapi kamu cuekin begitu saja" ucap Indra.
"Aku agak kurang suka aja dekat sama orang ndra, sudah ada kamu dan Sasya itu udah cukup" jawab Anggara.
Wanita yang ada di Caffe terus memandangi Anggara dan wajah senyum-senyum sambil ngobrol dengan teman mereka.
"Kamu lihat deh mereka, semua melihat ke arah kita, aku rasa, mereka mengaggumi ketampanan kamu"
"Sudah lah ndra, lebih baik kita kerjakan tugas nya sekarang"
"Baik lah".
Anggara dan Indra pun mulai mengerjakan tugas nya, Anggara membuka laptop milik nya, karena tugas yang di berikan harus di kerjakan melalui laptop, begitu pun Indra, dia juga membuka laptop milik nya.
Mereka dengan wajah serius mengerjakan tugas, Indra yang sebelum nya belum mengerti terhadap tugas yang di berikan, jadi Anggara menjelaskan terlebih dahulu pada Indra, hingga Indra mengerti, dan setelah Indra mengerti, mereka langsung mengerjakan tugas hingga selesai.
"Akhir nya siap juga tugas kita gara" ucap Indra menutup laptop nya.
Tanpa di sadari matahari mulai tenggelam, minuman yang mereka pesan juga sudah habis.
"Ia, kita pulang sekarang?"
"Tunggu dulu, perut ku lapar ni, mending kita makan dulu ya"ucap Indra sambil memegang perut nya.
"Ya sudah lah, tapi jangan lama-lama ya, kasian Nenek ku di rumah sendirian" jawab Anggara.
"Ia".
Anggara memesan makanan, begitu juga Indra, sebelum pulang, mereka makan dulu di Caffe.
" Gara, apa kamu tidak ada dapat kabar dari Sasya?"tanya Indra yang sedang makan.
"Belum, terakhir kali dia kasih kabar itu kemarin, sudah lama sekali" jawab Anggara.
Bersambung..
Jangan lupa like, komen dan vote ya😊
__ADS_1