Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang

Kekuatan Super: Pendengaran Dan Tembus Pandang
Ada rasa di antara mereka


__ADS_3

"Ok, besok pagi aku jemput kamu sya, kamu pergi pendaftaran nya pagi kan?" tanya Indra.


"Ia, soal nya kata Papa ku kalau siang kepala kampus nya lagi gak ada di kampus" jawab Sasya.


"Baik lah"


Tak lama kemudian, minuman dan makanan yang di bawakan pembantu Sasya sudah datang dan di letakan di atas meja.


"Di minum ndra, gara" ucap Sasya.


"Ia sya" ucap Indra, lalu Indra meminum nya, kecuali Anggara.


"Gara, kenapa kamu tidak minum, di minum gar" ucap Sasya melihat Anggara hanya berdiam diri.


"Haa ia sya, ini aku minum" ucap Anggara dan langsung meminum minuman yang sudah di bawakan oleh pembantu Sasya.


"Ini makanan yang aku bawa dari Inggris, kalian cobain deh, pasti ketagihan, soal nya ini biskuit kesukaan aku selama di Inggris" ucap Sasya.


"Ia sya" Indra dan Anggara mencicipi biskuit yang sudah di sajikan ke dalam piring.


"Waahh, enak banget sya biskuit nya" ucap Indra.


"Benarkan, kalian pasti suka, biskuit nya itu lembut dan gurih, manis juga tidak terlalu, ya sedeng lah menurut ku"


"Ia sya, biskuit nya enak banget, aku jadi ketagihan hehehe"ucap Indra.


"Gak apa, di makan aja ndra, masih banyak kok stok nya, aku sengaja beli banyak karena aku akan pulang ke sini, gara kamu tidak suka sama biskuit nya, kok kamu diam aja"


"Suka kok sya, ini aku makan biskuit nya, aku suka sama biskuit nya, ini juga kesukaan aku dulu waktu kecil" jawab Anggara.


"Benarkah, setau ku, ini hanya ada di Inggris, aku tidak tau kalau di sini juga ada jual nya"


"Di sini memang gak ada jual nya sya, dulu waktu kecil Ayah ku yang sering membelikan aku biskuit ini, setiap kali dia pulang dari Inggris" jawab Anggara.


"Jadi Ayah mu dulu nya sering ke Inggris ya"


"Ia, Ayah ku dulu sering ada pertemuan dengan para ilmuan di Inggris"


"Tak nyangka ya, biskuit kesukaan kamu jadi kesukaan ku juga" ucap Sasya tersenyum.


"Ia" jawab Anggara juga tersenyun pada Sasya.


Indra yang asik makan biskuit tidak menyadari bahwa Anggara dan Sasya saling bertatapan mata, terlihat di antara mereka berdua ada rasa, tetapi mereka tidak mengungkap kan nya.


"Anggara, kamu tidak lanjut makan biskuit nya, ini enak banget loh" ucap Indra, Anggara langsung memalingkan mata nya kepada Indra.


"Ia, ini aku makan" ucap Anggara mengambil biskuit.


"Di habisin ya" ucap Sasya.

__ADS_1


"Ia" jawab Indra.


Setelah mereka mengobrol, Mama Sasya turun ke bawah, dan melihat Sasya yang sedang asik mengobrol bersama Anggara dan Indra.


"Sasya" panggil Mama nya dari tangga.


"Mama, kenapa Mama turun?" tanya Sasya melihat Mama nya turun daru tangga.


"Mama bosan aja di kamar sya, dengar teman kamu datang jadi Mama ingin melihat nya" ucap Mama Sasya.


Anggara dan Indra melihat Mama nya Sasya datang dan menghampiri mereka langsung menyalami Mama Sasya.


"Halo tante"ucap Indra.


Anggara hanya menyalami Mama nya Sasya dan tidak berbicara.


"Kalian teman nya Sasya waktu sekolah dulu kan, yang sering datang ke sini" tanya Mama Sasya yang sedang duduk di depan mereka.


"Ia tante" jawab Indra.


"Lama ya kalian tidak datang ke sini"


"Ia tante, semenjak Sasya pergi ke Inggris" ucap Indra.


"Kamu Anggara kan?" tanya Mama Sasya pada Anggara.


"Ia tante, saya Anggara" jawab Anggara.


"Kalian mengobrol lah ya, tante mau naik ke atas" ucap Mama Sasya.


"Ia tante" jawab Anggara dan Indra.


Pengenalan karakter Mama Sasya


Mama Sasya bernama Yanti, dia memiliki kulit putih, hidung mancung, rambut pendek, dan wajah yang sedikit tirus, bisa di bilang Sasya mirip Mama nya yang cantik dan putih. Mama Sasya memiliki sifat yang tidak sombong, baik hati, penyayang, dan pasti nya dia tidak pernah memilih siapa yang boleh berteman dengan Sasya, bagi nya jika itu membuat Sasya bahagia, sudah cukup, dia tidak perduli tentang status sosial teman Sasya, asal kan Sasya selalu bahagia, Sasya tidak pernah membawa teman cowok ke rumah selain Anggara dan Indra.


"Oo ia sya, Papa kamu ke mana, kok gak ada. kelihatan" tanya Indra.


"Papa di kantor, kalau jam segini dia belum pulang"jawab Sasya.


Anggara melihat foto Papa Sasya saat muda, menggunakan jas berwarna hitam. itu membuat Anggara seperti mengenal seseorang, tetapi dia lupa siapa orang itu.


"Sya, itu foto Papa kamu waktu masih muda ya?" tanya Anggara.


"Ia gar, emang kenapa?"


"Gak ada, soal nya dulu aku gak ada lihat foto itu di dinding"


"Ia, itu waktu aku masih di Inggris sih kata Mama, Mama yang memajang nya di dinding"

__ADS_1


"Eemm, kenapa aku merasa tidak asing ya dengan wajah nya Papa Sasya itu, rasanya aku pernah lihat, tapi aku lupa" ucap di dalam hati Anggara.


"Kenapa gara, kamu bertanya soal foto Papa aku itu?"


"Gak ada apa-apa sya"


"Sekarang aku harus pulang sya, sudah sore juga" ucap Indra.


"Eh ia, udah sore aja ya, tidak sadar" ucap Sasya.


"Kami pulang dulu ya sya" ucap Anggara.


"Ia, aku antar sampai ke depan yuk" ucap Sasya.


Mereka pun keluar dari rumah Sasya, Sasya mengantar Anggara dan Indra sampai di parkiran motor Indra.


"Hati-hati ya" ucap Sasya.


"Ia, ingat sya, besok aku jemput" ucap Indra.


"Ia ia, aku ingat kok" jawab Sasya.


Anggara dan Indra pulang ke rumah, Indra mengantarkan Anggara pulang ke rumah nya.


"Tidak masuk dulu ndra?" tanya Anggara ketika tiba di depan rumah nya.


"Sudah sore gar, besok-besok aku ke sini" jawab Indra.


"Baik lah, sampai jumpa" ucap Anggara.


"Ia".Indra pun pulang ke rumah nya.


"Besok aku akan setiap hari bertemu dengan Sasya, aku akan selalu ada di dekat nya" ucap Anggara saat berjalan masuk ke rumah nya.


"Anggara, kamu sudah pulang, bagaimana keadaan Mama Sasya?" tanya Nenek yang sedang menyiram tanaman di halaman rumah Anggara.


"Mama nya sudah membaik kok nek" jawab Anggara.


"Syukur lah kalau begitu"


"Nenek sore-sore gini kenapa menyiram tanaman?" tanya Anggara dan duduk di kursi di depan rumah nya.


"Tanaman Nenek sudah mulai kering, jadi Nenek harus menyiram nya, kalau tidak, bisa mati nanti"


"Pikir kan kesehatan Nenek, Nenek tidak sehat seperti dulu lagi, tapi Nenek masih memikirkan tanaman" ucap Anggara.


"Tidak banyak juga yang Nenek siram, ni sudah selesai" ucap Nenek sambil membawa ember berisi air untuk menyiram tanaman nya masuk.


Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan vote ya teman, mohon dukungan nya😊


__ADS_2