KEMBAR JENIUS CEO KEJAM

KEMBAR JENIUS CEO KEJAM
BAB 21 #Pergi Kau Wanita Murahan!


__ADS_3

"Tunggu, Pak, Bu, tolong tenang dulu, saya—" ucap Aizhe mau jelaskan, tapi salah satu dari mereka mendorongnya ke belakang.


"Mommy!" Empat anaknya bergegas menolong Aizhe yang kesakitan.


"Berhenti! Kalian bisa melukai Ibu kami!" ujar Chloe, tetapi mereka tetap mendorongnya juga. "Pergi sana anak haram!" caci mereka marah.


"Lihatlah! Ada sepatu laki-laki di sini, tampaknya di dalam sana ada orang lain selain mereka!" ujar salah satunya menunjuk sepatu Arzen.


"Dasar jall*ng tak tahu diri! Sudah melahirkan enam anak haram, masih berani membawa pria lain dan melakukan itu di sini! Pergi kau, wanita murahan!" bentak mereka mencemooh terus menerus. Zee, Nath dan Arzqa terguncang hebat melihat kebencian mereka terhadap Aizhe.


"Pak… Bu… tolong, jangan salah paham dulu, dan tolong berhenti menghakimi anak-anak saya. Mereka tak salah apa-apa." Aizhe memohon.


"Aeeelah! Banyak bicara juga kau! Sana, bereskan barang-barang mu dan keluar dari sini sekarang juga!" Dorong mereka ingin masuk, agar bisa melihat juga siapa pemilik sepatu itu.


"Hei, apa-apaan ini? Berhenti!" Tetangga baik datang, menghalangi mereka menggeledah isi apartemen Aizhe.

__ADS_1


"Bu, Pak, jangan lagi melindungi dia! Wanita sok suci ini telah berbuat sesuatu di belakang kita! Dia menjual dirinya kepada seorang pria! Kami tak mau apartemen ini hancur gara-gara kesialan dia!" jelas seorang bapak-bapak maju ingin menarik rambut Aizhe, tetapi langsung ditahan oleh seseorang.


Semuanya diam, ketika Arzen berdiri di depan Aizhe dan anak-anaknya.


"Lihat! Dia pria yang pasti telah dilayani olehnya!" Tunjuk mereka ke Arzen yang baru bangun dengan rambut yang acak-acakan dan kaos putih yang tipis.


"Aizhe, apa itu benar?" tanya tetangga baik itu kepada Aizhe.


"Tidak, Bu. Saya bersumpah tidak melakukan aneh-aneh pada pria ini semalam." Aizhe menggelengkan kepala dengan mata yang telah dipenuhi genangan air mata. Melihat Aizhe menangis karena difitnah, Arzen maju, dan melihat sinis mereka satu-satu.


Arzen menguap, kemudian menghirup udara segar. "Walau di sini sempit, dekil, jelek, bau dan berisik, udaranya cukup enak, sejuk dan segar." Arzen tersenyum dan melihat ke atas langit yang cerah. Sedangkan mereka kesal diabaikan.


Sementara tetangga baik, ia menahan tawa di samping Aizhe dan anak-anaknya. Sifat sombong Arzen memang menjengkelkan.


"Hei, bajingaan! Kau tuli ya?" Mereka mencemooh.

__ADS_1


"Hei, manusia! Apa kalian tidak bisa mengenali saya?" balas Arzen juga.


"Memang siapa kau?" tanya mereka tambah kesal.


Arzen tersenyum smirk, kemudian melewati mereka dan mendadak merangkul pinggang Aizhe. "Saya adalah suaminya."


Semua mata langsung mengarah ke Arzen. Begitupun Ara di belakang mereka, terbelalak mendengarnya. "Hm, Om adalah Daddy Ala?" sahut Ara berdiri di dekat kaki Arzen.


"Ya, kalian semua harus tahu, saya adalah Papa mereka, pria tampan di kota ini yang bekerja di perusahaan Neo. Karena suatu insiden di masa lalu, saya terpisah dari istri saya yang tengah hamil besar, dan saya kemarin telah menemukannya, jadi apakah salah jika saya tinggal bersama keluarga saya? Bapak, Ibu sekalian yang budiman?" Arzen menatap mereka tajam. Ara tersenyum lebar, senang mendengar itu.


"Hei, Loye, Om ini sedang bicara apa? Dia sedang mengigau atau bagaimana?" tanya Nath, Zee dan Arzqa berbisik, kecuali Axel yang masih nyenyak di sana, karena Arzen memberinya kapas di kedua telinganya.


"Hm, sepertinya Om ini sedang bersandiwara untuk melindungi Mommy." Chloe dan adik-adiknya pun paham, kalau ucapan Arzen adalah omong kosong saja, alias bohong.


.

__ADS_1


Bukan bohong, tapi emang benar😢


__ADS_2