KEMBAR JENIUS CEO KEJAM

KEMBAR JENIUS CEO KEJAM
BAB 36 #Arzen Cemburu


__ADS_3

Di tengah kesibukan memilih baju, Aizhe tiba-tiba mengajak Arzen bicara. "Tuan, boleh saya bertanya?"


"Hm, apa yang mau kau tanyakan?" tanya Arzen.


"Itu, sepertinya ini sudah sangat banyak, nggak usah lagi membelikan mereka—" putus Aizhe, ucapannya dipotong oleh Arzen. "Nggak perlu cemas, saya ikhlas mengajak mereka belanja hari ini. Lagian, saya senang melihat mereka menikmatinya," ucap Arzen tak masalah.


Bukan itu yang sebenarnya Aizhe cemaskan, yang ia pikirkan adalah Arzen yang sangat baik kepada anak-anaknya yang tak memiliki hubungan dekat. Tapi mendengar nada bicara Arzen yang sangat yakin itu, Aizhe akhirnya diam saja.


"Sudah pilih baju yang kalian suka?" tanya Arzen siap membayar semuanya.


"Su-sudah, Om! Terima kasih!" jawab mereka senang bisa memakai baju yang beda sekarang, tidak seperti dulu memakai baju bekas compang camping hasil jahitan dari tetangga.


"Baiklah, sekarang kita ke taman hiburan malam ini. Kalian bisa mencoba berbagai permainan seru di sana," ajak Arzen.


Senyum kelima anak kembar Aizhe merekah, itu yang mereka impikan juga. "Holley, Ala suka main!" sorak Ara berlari ke mobil cepat. Sedangkan Aizhe berjalan di samping anaknya yang lain.


"Akhh!" jerit Aizhe tiba-tiba tersandung. Tetapi untung Arzen cepat menangkap tangan dan pinggangnya. "Kau nggak apa-apa?" tanya Arzen hampir melihat Aizhe tersungkur ke tanah.


"Nggak apa-apa, terima kasih, Tuan," ucap Aizhe menunduk, canggung dan malu. Sedangkan lima anak kembarnya, bertatap dan mengelus dada lega. 


Sekilas, Erina yang keluar dari toko bersama Katherine, sempat melihat Arzen yang melepas kacamata. "Hm, apa itu tadi Arzen?" gumam Erina.


"Arzen? Kau melihat Arzen di mana, Erina?" tanya Katherine celingukan tapi tak melihat siapa-siapa.


"Maaf, Tante, sepertinya aku salah lihat." Erina menjawab malu. Katherine pun geleng-geleng kepala kemudian mengajak Erina pulang bersama.


Tiba di taman hiburan, isinya penuh dengan anak-anak yang datang dengan orang tua mereka. Suara riuh dan kehebohan mereka memecah malam ini. 


"Mommy, ayo naik ituuuu!" rengek Ara menunjuk satu wahana.

__ADS_1


"Hm, itu apa, sayang?" tanya Aizhe yang tak lihat apa-apa.


"Itu, Mommy. Ala mau naik kuda itu," tunjuknya lagi.


Melihat Ara yang sangat ingin ke sana, Arzen langsung membeli tiket untuk mereka.


"Sini, kalian coba permainannya," ajak Arzen. Axel dan empat adik laki-lakinya pun mengikuti Arzen bersama Aizhe.


"Hm, kalian naik saja, dan Axel … tolong pegang erat adik kalian." Setelah merasakan kuda di depannya yang bergerak lambat, Aizhe takut jatuh dan merepotkan anak-anaknya.


"Jangan takut, kemari dan naiklah." Arzen memegang tangan Aizhe. Aneh, kalau melihat Aizhe disentuh orang lain, Chloe sudah marah, tapi kali ini bocah itu hanya diam saja dan seolah mempercayai Ibunya di tangan Arzen.


"Ta-tapi," ucap Aizhe ragu.


"Kau kelamaan, anak-anak sudah nggak sabaran!" Arzen mengangkat Aizhe naik ke atas kuda dan duduk di belakangnya. Aizhe yang barusan menjerit, ia menunduk dan sangat malu, berpikir orang-orang pasti sedang memperhatikan mereka. Dan benar saja, tindakan Arzen sangat lucu dan mengira mereka berdua pasangan serasi. Apalagi, Axel dan empat adiknya juga merasa malu, kecuali Ara yang tertawa kikik di sana.


"Om, Ala mau ikut!" rengek Ara.


"Nona, tolong pegang erat dia, dan nggak usah cemas, saya juga akan memegang kalian dengan erat." 


Aizhe cuma mengangguk saja, ia masih malu menjawab Arzen. Sedangkan lima anaknya, mereka segera naik dan berpegang tangan bersama. Tawa Ara pecah saat kudanya bergerak. Sedangkan Aizhe sesekali menjerit, seperti Zee dan Nath di belakang sana. Beda sekali Arzqa, Chloe dan Axel yang menikmatinya, seperti Arzen juga merasa nikmat bisa memeluk tubuh Aizhe dari belakang serta melirik leher Aizhe yang menggoda. Di tengah ketakutan Aizhe yang takut jatuh, Arzen sempat-sempatnya berpikir ingin menjilatnya!


Kini setelah merasakan permainan secukupnya, Arzen mengajak mereka membeli permen kapas. "Hm, enak, Mommy!" kata Ara tak pernah merasakannya.


"Ini enak banget, Mommy!" pekik mereka lagi. Arzen cuma bisa menahan tawa melihat kepolosan mereka. 


Ara pun mengambil satu kemudian menarik ujung jaket Arzen. "Om, boleh gendong Ala?" pintanya tiba-tiba.


"Ara, jangan," larang Axel dan yang lainnya karena merasa Ara sudah tidak sopan meminta itu.

__ADS_1


"Tapi Ala juga mau sepellti  melleka," lirih Ara menunjuk seorang anak digendong oleh ayahnya. Arzen tersadar, rupanya Ara merasa iri melihatnya. Demi gadis kecilnya itu tak bersedih, Arzen berjongkok dan memberikan punggungnya.


"Ayo, naik."


Axel dan Chloe tercengang, sedangkan Zee, Nath dan Arzqa hampir menjatuhkan permen kapas mereka saking terkejut pada Ara dan Arzen.


Aizhe yang mendengar permintaan putrinya, merasa sedih.


"Yeyy, tellima kasih, Om!" senyum Ara memeluk leher Arzen dan menawarkan permen kapasnya. Arzen menggigitnya sendikit lalu ia melirik lima kakak Ara di sana menyuapi Aizhe bergantian dengan permen kapas mereka. Membuat Arzen merasa sedikit cemburu.


"Kenapa, Om?" tanya Ara melihat bibir Arzen manyun. Arzen sontak mendapat ide. Ia berbisik, membujuk Ara ikut ke dalam rencananya.


"Mommy!" panggil Ara.


"Ara? Kenapa, sayang?" tanya Aizhe menghampiri suaranya, disusul lima anaknya di samping.


"Kenapa panggil Mommy, Ara?" tanya mereka juga.


"Mommy, buka mulut, Ala mau suwapin Mommy palmen." Ara memohon. Axel, Chloe dan yang lainnya mengernyit heran karena permennya ada di tangan Arzen.


"Ayo, Mommy!" pinta Ara lagi. Aizhe pun membuka mulut dan menerima suapan permen dari Arzen. Tepatnya, di bekas gigitan Arzen.


"Manis, Mommy?" tanya Ara melihat Aizhe menikmatinya.


"Hm, Ara pintar pilih, rasanya anggur manis," puji Aizhe tersenyum. Tanpa sadar, pujian itu juga teruntuk Arzen yang kini salah tingkah dan tersipu di sana. Melihatnya begitu, Axel, Chloe dan adiknya yang lain mulai menyadari Arzen yang suka sombong bermulut tajam itu, menyukai Ibu mereka.


.


Jangan Lupa Dukungannya ya Kak🙏😘Like, Komen, Vote, Hadiah dan Rate bintang 5 Nya supaya Author semakin semangat Up tiap hari

__ADS_1


Terima kasih, happy reading All🤗


__ADS_2