KEMBAR JENIUS CEO KEJAM

KEMBAR JENIUS CEO KEJAM
BAB 33 #Menyuruh Arzen Menikah


__ADS_3

"Mommy, Om itu sudah pulang?" tanya Ara, tak sengaja terbangun ketika Aizhe naik ke tempat tidur.


"Hm, iya." Jawabnya tidur di samping Ara, lalu ia menerima pelukan putri kecilnya yang kembali memejamkan mata. Aizhe pun mengelus rambut Ara, sambil memikirkan Arzen yang tak menjawab pertanyaannya dan malah pulang.


Aizhe pun memijat kepalanya, mencoba ingat suara cowok yang merenggut kesuciannya. Tetapi gara-gara terlempar dari kereta, Aizhe lupa suara Arzen kala itu. Tapi, dalam lubuk hatinya, Aizhe tak lupa tangan cowok itu yang hangat seperti Arzen barusan.


"Duh, kejadiannya sudah lama berlalu, kenapa sekarang aku kepikiran sama cowok jahat itu?" gumam Aizhe bingung pada dirinya sendiri. Tak mau pusing, Aizhe lebih memilih tidur saja.


Esok paginya, Davis sungguh datang membawa enam seragam dan alat sekolah mereka. Ucapan Arzen benar-benar bisa dipercaya. Aizhe menghembus nafas lega, mendengar suara anak-anaknya bahagia mendapat semuanya..


"Terima kasih, Pak," ucap Aizhe tersenyum.


"Sama-sama, Nona," balas Davis, kemudian melihat ada pesan masuk ke dalam handphonenya.


"Siapa itu, Om?" tanya mereka penasaran.


"Ini dari Presdir, beliau menyuruh saya untuk mengajak kalian jalan-jalan hari ini," jawab Davis diperintahkan menemani mereka berbelanja yang mereka sukai.


"Mommy ikut bersama kami juga?" tanya Chloe.


"Sebentar, saya balas Dad… Pak Presdir dulu." Davis berbalik badan, pergi keluar dan menghubungi Arzen. Hampir saja ia keceplosan lagi.

__ADS_1


" Halo Presdir, bagaimana dengan Nona Aizhe? Apakah saya membawanya atau tidak?" tanya Davis.


"Kalau saya suruh bawah mereka, artinya bawa juga Ibunya, Davis," jawab Arzen tampak berada di perusahaannya.


"Baiklah, saya mengerti, Pak," kata Davis paham.


"Sebentar, aku masih mau bicara," tahan Arzen sebelum sekretarisnya itu menutup panggilannya.


"Ada apa lagi, Tuan Arzen?" tanya Davis, dan melihat Aizhe di sana duduk menemani enam anak kembarnya yang sedang mencoba satu persatu seragam mereka.


"Begini, karena hari ini saya ada meeting, kau yang gantikan saya," ucap Arzen meninggalkan kursi kerjanya dan bersiap pergi dari perusahaannya.


"Memang, anda mau kemana?"


"Ck, info yang kau dapatkan dari Ibuku itu bohong, kemarin yang ada di rumah ku adalah Erina. Daripada aku pulang dan dipaksa datang ke studionya, lebih baik hari ini aku habiskan bersama—" ucap Arzen berhenti.


"Ehem, jangan-jangan Tuan muda masih ada rasa dengan wanita buta ini?" tebak Davis.


"Ti-tidak, aku melakukan ini untuk menebus kesalahanku di masa lalu," elak Arzen ragu-ragu mengakuinya.


"Puff, daripada membawa mereka jalan-jalan, mendingan Tuan muda jadikan mereka keluarga, anak-anak itu sangat menggemaskan. Lihat sendiri di sini, mereka tampak bahagia mendapat semua itu dari anda," jelas Davis masih menyuruh Arzen menikah dengan Aizhe.

__ADS_1


"Tunggu dulu, kita jangan sampai gegabah memilih keputusan, kita harus pastikan dulu apakah anak-anak itu hasil dari benih saya atau bukan," kata Arzen sedikit terbata-bata.


"Baiklah, baiklah, saya harap hasilnya 100% persen, Pak Presdir," ucap Davis sudah tau Arzen melakukan tes DNA.


"Ya sudah, kau kemari!" perintah Arzen kini berada di perjalanan ke rumah Aizhe. Setelah menutup panggilan, Davis pun masuk dan meminta izin pergi.


"Kenapa pulang? Om tidak jadi membawa kami jalan-jalan?" tanya Nath sedikit kecewa.


"Tidak, bukan itu, saya disuruh kembali ke perusahaan, dan kalian tetap akan keluar bersama Pak Presdir," jawab Davis.


"Holleeyy, keluall sama Daddy," seru Ara membuat semua orang terkejut, terutama Davis langsung terbatuk-batuk mendengarnya.


"Ih, Ara! Jangan bicara begitu!" tegur mereka pada Ara yang terbahak-bahak di pundak Aizhe. "Hihihi, Ala becanda."


"Jangan mallah dong, jangan mallah yahhh, Kakak…." Ara merayu ke enam kakaknya yang cemberut.


"Pak, anda baik-baik saja?" tanya Aizhe kepada Davis.


"Maaf, saya harus buru-buru pergi, permisi." Davis segera keluar. Aizhe pun sedikit heran dengan nada suara Davis yang terdengar mencurigakan.


—---—---—

__ADS_1


🤣Ara suka bikin jantungan aja sih wkwk


__ADS_2