KEMBAR JENIUS CEO KEJAM

KEMBAR JENIUS CEO KEJAM
BAB 27 #Lepaskan! Aku Nggak Mau!


__ADS_3

"Hei, kamu mau kemana? Duduk saja!" Aizhe yang mau minggat ke kursi lain, dihentikan olehnya.


"Tadi mau minum, kan? Sekarang duduklah, dan ambil ini," lanjutnya menawarkan air botol. Aizhe duduk kembali dan bertanya ragu-ragu, "Kamu sungguh manusia?"


"Ya lah, kamu pikir aku ini benar-benar Alien?" ucapnya menunjuk diri sendiri.


"Ma-maaf, kalau memang kamu manusia, lalu siapa nama mu?" tanya Aizhe, ingin tau, namun hanya jawaban lain, "Nama tidak penting di sini. Ambil saja air ini, setelah itu kamu boleh pindah ke gerbong lain," katanya tak mau memberi nama.


"Ayo, ambil, nggak usah takut, air di tangan kiri ku ini isinya air bersih, tapi kalau kamu sampai salah pilih air yang satu ini, kamu bisa mati keracunan," ucapnya memang, memegang dua botol.


"Keracunan? Memang apa isi yang satunya?" tanya Aizhe semakin dibuat takut.


"Bensin," jawabnya singkat, padat dan jelas.


"Be-bensin? Untuk apa membawa itu?" tanya Aizhe.


"Apalagi kalau bukan bakar kereta ini," katanya menjawab jujur.


"Ba-bakar? Kenapa harus dibakar?" Aizhe semakin takut.

__ADS_1


"Kereta ini berbahaya, karena itu, aku mau membakarnya agar tak ada alternatif yang bisa dengan mudah para mafia di luar sana menyelundupkan narko-ba di sini," jelasnya terang.


"Ka-kalau begitu, nggak usah beri aku air, aku sudah nggak haus lagi, sekarang aku mau turun dari sini." Aizhe berdiri, namun cowok itu berdiri di depannya dan menghadangnya.


"Tolong, minggir," ucap Aizhe tegas. 


"Hm, jangan pergi dulu, aku belum puas bicara dengan mu, jadi duduklah kembali," katanya dengan suara menggoda.


"Maaf, aku tak mau bicara dengan orang yang nggak aku kenal," tolak Aizhe.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita berdansa? Dengan ini, siapa tau kita bisa saling dekat, bukan?" ucapnya meraih kedua tangan Aizhe.


Tiba-tiba, suara alunan musik terdengar di sampingnya. "Halo, apa kamu di situ?" Aizhe maju mendekati suara musik, namun seketika berbalik badan saat mendengar suara cowok itu menyahut.


"Aku di sini," katanya dengan enteng.


"Kamu benar-benar buta ya," lanjutnya mendekat.


"Aku pikir, kamu ini pura-pura, tapi ternyata melihatmu diam dan mencari keberadaanku, aku mulai percaya kamu nggak bisa melihat." Aizhe mundur sedikit setelah merasakan hembusan nafas cowok itu menerpa wajahnya. Bau mint anggur dan juga parfum yang beraroma keras. Tercium sangat berat dan membuat Aizhe sedikit pusing.

__ADS_1


"A-apa yang mau kamu lakukan?" tanya Aizhe cemas.


"Seperti yang aku katakan tadi, aku mau mengajak mu berdansa malam ini," jawabnya melirik ke luar jendela dan melihat malam yang indah.


"Kamu tidak berniat ingin membunuh ku, kan?"


Cowok itu terkejut dan langsung membantahnya, "Tidak! Meski aku ini berandalan kurang akhlak, aku nggak segila itu membunuh orang tanpa alasan," katanya dengan pasti.


"Sungguh?" Aizhe dengan polosnya, memastikannya lagi.


"Yah, sungguh." Cowok itu mengangguk. "Sini, berikan tangan mu dan anggap ini adalah awal perkenalan kita."


Aizhe masih diam. Merasa gelisah dan meramas tangannya yang gemetar.


"Nggak usah takut dan malu, di sini hanya kita berdua dan juga, Pak masinis nggak akan bisa dengar suara musik di gerbong enam ini." Katanya merayu dengan suara lembut.


.


Awal terbentuknya bibit Zee dan Nath😒pantas Zee pinter gombal dan Nathan pinter Akting, ayahnya suka godain Ibunya dulu😢

__ADS_1


__ADS_2