Kencana Utari

Kencana Utari
Ngebet banget


__ADS_3

Berlari, satu-satunya jalan bagi Aska, tapi mahluk-mahluk itu terus saja muncul hinga membuatnya berteriak-teriak tak jelas di sepanjang lorong di pusat perbelanjaan itu.


Siapa yang menyangka jika pusat perbelanjaan di huni oleh banyak roh halus yang gentayangan.


Ternyata Utari tak pergi dari tempat itu. Dengan tawa bahagia dia merekam semua aksi Aska yang seperti orang gila itu, Aska yang berlari zigzak untuk menghindari semua hantu yang berhambur ke arahnya dan tentu tak ketingalan teriakan-teriakan ketakutan yang lebih mirip teriakan cabe-cabean.


Utari berjalan di lantai atas untuk memgikuti arah berlarinya pria gagah itu. Aska berlari menuju parkiran, dia tak mau semua orang melihat atau merekam tingkah gilanya dan akan menjadi viral di TV keesokannya.


Dia bukan manusia tolol yang suka mencari sensasi dengan hal-hal bodoh, seperti pamer barang-barang mewah yang tentu saja tak dia miliki, atau menghina orang lain yang berujung setingan. Apa lagi memcari ketenaran karena mengaku di kejar hantu di pusat perbelanjaan terkenal seperti ini....ini memalukan.


Dan ini menakutkan, hampir semua jenis hantu di dalam mitos dan buku ternyata ada di Jakarta. Bahkan sepertinya hantu penunggu TPU jeruk purut yang menenteng kepala di tangannya dan di arahkan anjing pelacaknya ikut mengejarnya sekarang.


Entah apa alasan hantu itu datang ke pusat perbelanjaan siang-siang begini, kita bisa bertanya nanti.


Aska terjatuh di pojokan area parkir, suaranya sudah habis untuk berteriak dari tadi, dan kini keringat dingin sudah membasahi seluruh bagian tubuhnya.


Wajahnya sudah pucat, di pandangan Aska hanya ada rombongan hantu yang berjalan pelan ke arahnya yang sudah terpojok.


Kenapa mereka mengejar ku...


Suara-suara aneh dari semua mulut hantu-hantu itu hampir memecahkan gendang telinga Aska, dia tak tau harus menutup telinga apa matanya karena dia hanya punya dua tangan.


"Utari!" akhirnya dia berteriak nama itu.


"Utari tolong aku!" kata Aska lagi.


Utari yang berada tak jauh dari tempat itu pun hanya tersenyum memgejek, tapi pedang Es nya sudah di gengamannya. Dia berjalan dengan mengesekkan ujung pedangnya ke lantai beton parkiran, suara gesekan yang memilukan itu membuat semua hantu yang mengerumuni tubuh Aska pergi ketakutan.


Aska meringkuk dengan kedua telapak tangan menutup telinganya dan matanya terpejam, dia masih di kondisi ketakutan. Tentu saja Utari hanya tersenyum bahagia melihat lelaki itu tampak sangat berantakan dan tak berdaya.


"Mereka sudah pergi oyyy ayo pulang!" kata Utari.


Tapi Aska masih di posisinya dan tak bergeming.


Utari yang sedikit merasa iba pun mendekati Aska dan menyentuh tangan Aska yang masih menutup telinganya.


"Mereka sudah pergi!" kata Utari.


Perlahan Aska membuka matanya, dan kelegaan terlukis di wajah tampannya yang berantakan. Tapi entah apa yang Aska pikirkan, Aska meraih wajah Utari dan mencium bibir wanita iblis itu.

__ADS_1


Utari yang tak tau apa yang terjadi hanya bengong, tapi sentuhan tangan Aska di tengkuknya dan pingangnya serta kecupan lembut yang terasa lain membuat Utari menerima ciuman Aska. Dia juga membalasnya, ciuman Aska kini terasa seperti kelegaan, kebahagiaan, dan rasa ingin memiliki.


Utari menjauhkan Aska dari tubuhnya, dan memandang lekat-lekat ke dalam mata Aska.


Nafas mereka masih terengah karena peraduan perasaan lewat bibir barusan.


"Siapa orang yang paling kau cintai?" tanya Utari,


Aska hanya memandang tajam dan kebingungan ke arah mata Utari.


"Katakan padaku!" bentak Utari, dia menguncang bahu Aksa dengan kedua lengan kecilnya.


"Kau kenapa?" tanya Aska.


Utari kembali menepis apa yang baru saja dia rasakan, tak mungkin Aska ingin memilikinya. Tak mungkin orang yang paling di cintai Aska saat ini adalah dia.


"Kita berciuman lagi!" kata Utari, tentu saja perkataan Utari membuat Aska terbelalak kaget.


"isss anak muda jaman sekarang cabul-cabul bener...masa gituan di tempat umum begini!" terdengar suara emak-emak rempong bergunjing.


Untung ada segerombol orang tua berseragam PNS lewat di tempat itu.


"Ada orang yang lihat oyyy!" celoteh Aska.


"Bodo!" Utari masih memaksa Aska untuk melakukan ciuman, tapi saat Utari mencium bibir Aska. Aska menolak dan mencoba menyingkirkan tubuh ramping Utari dari tubuhnya.


Berakhir dengan terjungkalnya Utari di lantai, dan tentu saja di tolong oleh Aska.


"Kenapa kau memaksaku, aku tak mau!" kata Aska, dia berusaha tak membentak Utari meski sedang kesal.


"Bukankah tadi kau menciumku, apa salahnya menciumku sekali lagi!" bentak Utari.


Tiga pemuda lewat, tentu saja mereka sudah siap dengan ponsel yang di arahkan ke Aska dan Utari karena kamera telah aktifkan di ponsel mereka masing-masing.


"Kalian sedang apa, pergi sana!" usir Aska.


"Jangan di sini, kita pulang saja!" kata Aska.


"Kau akan menciumku sesampainya di rumah!" tanya Utari.

__ADS_1


Aska terdiam sejenak, dia memikirkan apa yang membuatnya mencium wanita iblis ini. Lalu kenapa Utari malah meminta lagi, apa dia keenakan...


Terus bagaimana kalau Utari meminta lebih dari ciuman, meski dia bukan pejaka tapi ngeri juga kalau bersetubuh dengan mahluk tak jelas itu...bagaimana kalau di saat udah mulai keluar Utari malah berubah wujut jadi ular besar kayak di TV-TV kan serem.


Pikiranku...


"Hanya ciuman kan, tapi kau harus memberikan belati tadi padaku!" akhirnya aku mengiyakan meski meminta sesuatu,


"Ok!" kata Utari yang langsung pergi ke arah mobilnya.


.


Utari mengunakan kekuatannya untuk memindahkan mobil serta kita berdua ke dalam garasinya,


Ni anak udah ngebet banget kayaknya...


Aska hanya bisa menelan ludahnya karena kelakuan Utari yang terasa sangat mengebu baginya.


Wanita iblis kalo lagi kepengen kok serem yakkkk.


Mereka sudah di kamar Utari dan Utari dengan tanpa cingcong langsung merangkul leher Aska dengan kedua tangannya, dia berjinjit untuk meraih bibir Aska.


Kecupannya terasa seperti permen di mulut Aska, Aska yang sudah mulai bernafsu itu membalas ciuman lembut Utari. Kecupan demi kecupan mereka ***** di kedua ronga mulut mereka, peraduan yang cukup lama itu menimbukan suara berciuman yang hot di iringi nafas mereka yang sudah kalang kabut.


Aksa mengangkat tubuh Utari ke atas ranjang, tanpa melepas ciumannya. Serasa lampu hijau di depan mata Aska menjauhkan badannya dari Utaru dan melepas baju atasannya. Tubuh ramping nan berotot Aska kembali membungkuk di atas tubuh Utari yang masih terlentang di sana.


"Pergi!" kata Utari.


"Siapa?" tanya Aska yang masih di deru nafas bernafsunya.


"Kau!" kata Utari, Aska yang masih kaget dengan perkataan Utari dengan mudah di dorong olehnya hinga menyingkir.


Utari bangun dan pergi dari kamar itu tanpa sepatah kata pun.


Apa salahku...


Aska mengaruk kepalanya yang tak gatal, dan memungut lagi bajunya dan mengenakannya kembali.


Wanita aneh....apa sih maunya...

__ADS_1


__ADS_2