
Utari melempar tubuh rampingnya ke atas kasurnya yang empuk setelah membersihkan diri tentunya, dia langsung tertidur pulas karena rasa lelah di tubuhnya.
Kaki kecil dengan sepatu merah yang indah melangkah pelan dan mengendap-endap di lorong yang mengarah ke kamar Utari.
Pintu kamar Utari yang tak terkunci itu terbuka perlahan menimbulkan suara berderit pelan. Di tangan mungil SuSi terlihat mengengam satu set sepidol warna-warni dan senyuman manis terpancar di wajah imutnya seolah telah merencanakan sesuatu.
Gadis kecil itu, masuk ke dalam kamar Utari. Utari yang tertidur pulas tak menyadari mahluk apa yang masuk ke dalam kamarnya dan apa yang mahluk itu lakukan.
.
.
.
.
Pagi harinya suara teriakan melengking Utari mengema di seluruh sudut rumah mewahnya.
"Siapa yang berani melakukan ini!" teriak Utari, dia sedang ada di depan cermin dan melihat wajahnya yang penuh dengan coretan sepidol.
Mbok Jumi yang datang dengan cara menembus pintu kamar Utari langsung kaget dan khawatir, apa yang terjadi di kamar Nonanya pasti ulah si SuSi.
"Apa Aska belum memindahkan hantu sialan itu?" tanya Utari, yang sudah di ujung emosinya.
Tentu saja Mbok Jumi hanya diam.
"Mbok Jumi, apa kau mau pergi ke alam baka hari ini....jawab pertanyaanku!" bentak Utari kesal.
Karena melihat mbok Jumi yang hanya diam Utari kembali naik pitam, dia segera memangil pedang Es dan pedang itu sudah di gengamannya sekarang.
"Kalau begitu kau akan pergi dengan hantu sialan itu ke alam baka hari ini!" Kata Utari.
Utari keluar dari kamarnya dan mengunakan sihirnya untuk menemukan hantu SuSi, Utari mendapatkannya. Hantu itu ada di kamar Mbok Jumi sedang meringkuk ketakutan di bawah ranjang.
Tanpa basa-basi Utari sudah berada di dalam kamar Mbok Jumi untuk memeriksa SuSi.
__ADS_1
"Keluar kau!" Kata Utari.
"Tidak mau!" jawab SuSi yang masih meringkuk di bawah ranjang.
"Ini bukan tempatmu, kau harus pulang!" bentak Utari frustasi.
"Aku ingin ke taman bermain bersama Aska!" kata SuSi.
"Apa taman bermain?" tanya Utari yang agak melembek, dia tau bahwa si SuSi ini adalah anak yang di siksa ibunya. Bocah ini jelas sangat kekurangan kasih sayang.
"Keluarlah dulu, kau harus ku hukum karena mencoret-coret wajah cantikku!" bentak Utari yang sudah mengangkat pedang Es nya untuk membelah ranjang Mbok Jumi.
Pintu kamar Mbok Jumi di buka secara kasar oleh Aska, dan pose Utari yang mengangkat pedangnya segera membuat Aska berhambur dan memeluk tubuh ramping Utari.
"Utari aku yang salah, jangan hukum SuSi, aku mohon!" kata Aska yang masih memeluk Utari.
Wajah Manis SuSi nongol dari dalam kolong ranjang dan langsung menutup matanya dengan kedua tangannya, karena melihat dua orang dewasa berbeda gender tengah melakukan hal yang tak boleh di lihat oleh anak kecil seperti dia.
"Singkirkan tanganmu t.o.l.o.l!" kata Utari, yang masih menahan pedang Es nya yang berat di udara.
"Maaf!" kata Aska, dia meremas kedua telapak tangannya dan dia masih sempat membayangkan sensasi meremas ke dua benda kenyal itu.
"Kau sengaja?" bentak Utari.
Aska mengeleng ketakutan, tapi mau tertawa karena melihat karya lukisan abstrak SuSi di wajah Utari.
"Dasar mesum!" desah Utari dia tak bisa marah, karena dia juga cukup menikmati sentuhan yang tak sengaja dari Aska.
Kedua wajah insan edan itu tampak memerah, semburat senyum yang coba mereka sembunyikan dari banyak mata hantu yang memandang ke arah mereka.
.
Utari sudah cantik dengan dandanan glamor seperti biasa ,dia duduk di sofa di lantai bawah di dekat pohon kehidupan yang tampak bersinar kebiruan dengan kuncup-kuncup bunga yang semakin banyak. Utari terus memandang ke arah gadis kecil yang imut si SuSi yang duduk di depannya.
Semua hantu dan satu manusia sedang berdiri cemas untuk menunggu keputusan si Jelmaan Setan Iblis. Hanya ada tiga mahluk yang berharap SuSi tingal di sini, dan mahluk lainnya hanya menatap dengan tatapan biasa seperti hantu pada kebanyakan.
__ADS_1
"Kau boleh tingal di sini, asal tak pergi ke lantai dua!" Utari sudah memutuskan, bagaimana pun dia juga bisa merasa kasian pada gadis kecil ini.
Sepanjang hidupnya Utari melewati banyak zaman dan selalu saja melihat penindasan pada bocah kecil yang lemah, bahkan kebanyakan penyiksaan itu di lakukan oleh orang tua mereka sendiri. Utari pernah menolong beberapa, tapi Utari bukan pemegang takdir manusia, dia hanya penjaga Utari tak bisa merubah takdir manusia.
Saat dia menyelamatkan seseorang dari bahaya, maka bahaya lain akan menimpa mereka di lain waktu. Itulah takdir, yang tak bisa di hindari oleh siapa pun.
Sekuat apa pun kekuatan yang di miliki Utari dia tak pernah bisa mengubah takdir seseorang, semakin keras dia mencoba maka dia akan semakin kecewa karena gagal.
Termasuk orang-orang yang Utari temui dan melakukan perjanjian dengannya, orang-orang itu pasti sudah mempunyai ikatan takdir dengan buku kuno dan pohon kehidupan.
Meski Utari mencegah seorang agar tak melakukan perjanjian dengannya maka orang itu akan tetap mati dan menjadi santapan pohon kehidupan.
Begitu pula jika manusia itu tak punya ikatan dengan pohon kehidupan, mau di bujuk seperti apa pun juga tak akan bisa. Meski Utari membuat manusia itu berjanji secara paksa, manusia itu akan selamat juga.
Itulah kenapa Utari berhenti bersikap baik pada mahluk di bumi ini, dia tak mau kecewa karena kebaikkannya hanya akan berujung sia-sia. Dia akhirnya menyibukkan diri untuk menjadi kaya, dia bekerja untuk pohon kehidupan tanpa di gaji dan setiap hari dia harus makan dan minum serta tidur seperti manusia pada umumnya.
Hampir semua perkerjaan pernah Utari lakukan, dan hal yang membuatnya kaya adalah saat Utari punya uang dia akan membeli banyak tanah untuk bertani. Utari pernah menjadi petani selama 300 tahun sebelum penjajah masuk ke negara ini.
Setelah penjajah datang Utari mengubah pekerjaannya menjadi pemasok senjata untuk tentara negara ini. Dengan kemampuan yang Utari miliki, mencuri senjata di kemp tentara penjajah bukanlah hal yang sulit.
Utari bisa kaya karena harga senapan angin saja kala itu cukup mahal, apa lagi senjata api dan perlengkapan perang lainnya. Modal 0% dan untung 100% siapa yang tak akan kaya jika melakukan bisnis seperti itu.
Kekayaan Utari semakin bertambah karena tanah pertaniannya yang luas di beli perusahaan minyak negara, setelah itu Utari berinfestasi pada tanah di mana pun dia suka.
Menjadi kaya itu tidak mudah, karena itu banyak orang yang mengunakan jalan pintas seperti pesugihan.
900 tahun lebih Utari berusaha menjadi kaya, dan itu juga dengan kerja keras yang tak bisa kita bayangkan.
.
.
.
.
__ADS_1
Mau kaya kerja bos....jangan nyari Utari 🤣🤣🤣