Kencana Utari

Kencana Utari
Kelahiran


__ADS_3

900 tahun lamanya Utarj merawat pohon kering itu, tapi baru tadi dia melihat bunganya yang masih kuncup berwarna ungu muda yang indah. Dan faktanya kuncup bunga itu muncul setelah gadis itu bertemu reingkarnasi Salendra....itu fakta yang membuatku sangat marah.


Kenapa dia di lahirkan lagi....


Alasan apa yang akan di berikan langit pada Utari, dia ingin tau jawabannya. Dan dia berharap bukan lelaki itu yang menjadi alasan pohon Kehidupan berbunga.


Setelah puas berbelanja Utaru pergi memisahkan diri dari Ratu Retno dan Kanaya, dia harus menjalankan tugas yang telah dia emban selama 900 tahu terakhir. Tugas sebagai penjaga pohon kering yang haus akan jiwa-jiwa serakah dan tamak.


Utari berdiri di depan kosan putri yang sudah tutup karena ini sudah hampir jam 11 malam, dia berdiri di pingir jalan gang yang sepi yang di terangi lampu jalan remang-remang.


Biasanya Utari tak punya alasan untuk menunggu seperti ini, tapi malam ini dia harus mengatur moodnya dulu agar tak terjadi kesalahan. Kata-kata Ratu Retno masih terngiang di otaknya, membuka jalan. Jalan seperti apa yang akan terbuka di depannya kelak. Apa sebuah jalan kematiannnya, setelah 900 tahun ini pertama kalinya Utari memikirkan kematian dan hatinya merasa kalut.


Lamunan gadis cantik itu terpecah karena suara deru halus sebuah mobil sedan mewah yang berhenti tepat di depannya dan seorang lelaki gagah nan tampan turun dari kursi kemudinya. Lelaki tampan itu memutari mobilnya dan membukakan pintu penumpang untuk seorang gadis yang sangat cantik dia Nava. Seorang mahasiswa yang menjual jiwanya pada Utari.


Pandangan ketakutan terpancar dari mata bulat nan indah Nava ketika melihat Utari yang sudah berdiri di depan kosannga, seperti biasa Utari hanya melihat dengan pandangan sinis pada budaknya yang sudah hampir menghabiskan jangka waktu Perjanjian dengannya.


Kini Utari sudah di kamar kontrakan mewah yang di sewa Nava, wanita muda itu hanya duduk diam dan menunduk sementara Utari yang baru pertama kali berkunjung ke tempat itu melihat-lihat seluruh ruangan di kamar kosan itu dengan seksama.


"Kelihatanya kau melupakan janjimu padaku!" kata Utari.


"Bukan begituuu.....saya berencana akan ke tempat anda setelah pulang dari tempat pacar saya, tapi saya......!" Nava tak bisa melanjutkan kata-katanya karena suaranya hilang.


"Ingat Nava, kau adalah milikku....dan aku bisa mengambil apa pun darimu sesuka hatiku....suara indahmu yang bahkan satu-satunya yang asli dari dirimu ini, bisa ku ambil....apa lagi tubuh dan wajahmu yang cantik ini adalah pemberianku....aku bisa melakukan apa pun padamu,!" ancam Utari.


Semakin hari manusia semakin tak menghormati sang Dewi Penjaga, dan semakin hari juga Utari harus mengunakan banyak energi untuk menakuti mereka.


Nava masih berusaha untuk bicara, tapi suara indahnya tak bisa dia keluarkan.

__ADS_1


"Tengat waktumu hampir habis, jika kau tak setia padaku.....aku tak akan membiarkan kau hidup tenang di sisa waktumu Nava, jadi lah anak baik!" bisik Utari di telinga Nava.


Nava hanya tertegun setelah Utari pergi dengan jurus teleportasinya, pandangan sedih gadis remaja 23 tahun itu tertuju pada pantulan bayangannya di kaca yang terlihat sangat jelek dan berwajah cacat.


"Pergiiiii kamuuuuuu!" Nava langsung berteriak keras, bayangan dirinya yang dulu....yang di singkirkan bahkan oleh orang tua kandungnya sendiri.


Tangis wanita muda itu pecah di tengah malam yang sunyi dan dingin itu, 2 tahun hampir berakhir Nava harus menyerahkan nyawanya pada Utari dan Nava tak punya cara lain untuk sembunyi dari Utari.


Gadis cacat yang berubah menjadi sangat cantik itu sudah pergi kemana-mana untuk menghindari Utari, bahkan dia pernah tingal beberapa bulan di Milan untuk menghindari Utari. Semua pelarian Nava tak ada hasilnya, setiap dia pergi Utari selalu muncul dan mengingatkan Nava bahwa manusia yang sudah di ikat oleh pohon Kehidupan tak akan bisa kabur dari Utari sang Penjaga.


.


.


.


.


Aska hanya tidur satu atau dua jam saja malam tadi, dia terjaga karena wajah Utari yang masih seliweran di dalam otaknya yang hampir membuatnya setengah gila. Karena kewajiban dan juga sudah menjadi kebiasaan Aska melengangkan langkah malasnya ke dalam kamar mandi.


Bangun tidur ku terus mandi, lirik lagu bocah balita itu menjadi inspirasi Aska setiap pagi untuk selalu mandi setelah bangun tidur di pagi hari. Aska yang merupakan manusia perfeksionis dan pecinta kerapian, serta sangat menganut faham rajin pangkal pandai ini selalu tampak sempurna bahkan untuk sekedar keluar untuk belanja di depan gang.


Wajah tampan dan postur tubuhnya yang bak model serta warna kulitnya yang cenderung terang, membuatnya selalu saja terlihat pantas mengenakan pakaian apa pun.


Hari itu hari minggu, dengan rambut setengah basah yang membingkai wajah rupawan Aska. Pria sempurna itu melengang santai keluar dari dalam kamar kosnya karena dentuman suara sendok yang beradu dengan mangkok ayam, tanda-tanda Kang bubur mulai mendekat ke area.


Perut Aska yang semula baik-baik saja, terasa sangat lapar ketika mendengar bunyi ting-ting Kang bubur yang kerap di sapa Mang Soleh ini.

__ADS_1


"Buburnya satu mang!" sapa Aska sambil pesan.


"makan sini mas?" pertanyaan yang selalu di dengar Aska berulang-ulang dari Mang Soleh yang tak pernah dirinya merasa bosan sedikit pun.


"lya Mang!" jawab Aska


Di depan kos Aska di sediakan meja dan kursi biasa di malam hari akan banyak para penduduk setempat yang ngumpul di sini untuk sekedar ngobrol atau berjudi tanpa uang, biasa di kenalnya dengan nama permainan gaple.


Aska masih memainkan benda hitam tipis di gengaman kedua tangannya hinga tak menyadari seseorang duduk di depannya, dengan pandangan yang tajam menatap mata Aska yang masih sibuk mengulik layar smart phonenya.


"Mang dua di bungkus ya!" alunan suara gadis yang amat lembut dan sopan itu menarik ke dua pasang mata yang duduk saling berhadapan di meja.


"Ehhhh dek Ratih,!" Aska langsung meletakkan hpnya dan berdiri antusias entah agar apa.


Senyuman sinis keluar dari wajah ayu Utari ketika memandang Aska dan Ratih saling bertatapan.


Bahkan mereka lahir berdua di waktu yang hampir sama....


Dan jahatnya....


Aku sempat berfikir....


Alasan orang ini lahir kembali...


Karena dia adalah untukku....


__ADS_1


__ADS_2