
Buat pembaca yang puyeng, mari kita bahas karakter ini di sini.
Jadi alur novel ini adalah maju mundur dari zaman sekarang ke zaman 900 tahun yang lalu.
Novel yang bikin otak gue ciutttt, bikin rambut gue rontok, kulit gue kering 😤😤😤😤😤
Ok lanjutttt
Siapa Salendra.
Nama lengkap : Salendra Wirakrama
TTL : Wanara, 27-04-1095
Zodiak : Aries
Elemen : Api
Jurus andalan : Api hitam abadi
Senjata : Pedang Sasonggo, belati pengasih, panah Sahadewa.
Tinggi badan : 185 CM
Berat tubuh : 75 kg
Hobi : Membaca buku taktik perang dan berlatih ilmu kanuragan.
Kebiasaan : Selalu memendam semua perasaannya, tak bisa senyum.
Putra kedua dari Patih Jatmiko.
Ibunya Nyai Rumbi, putri seorang petani. Tapi ibu Salendra mempunyai rupa yang sangat cantik.
Kakaknya bernama Lodra Wirakrama.
Tak punya saudara lain.
__ADS_1
Sangat mencintai Utari.
Tak punya teman lain.
Pelayan setia Soman.
Salendra adalah lelaki yang mempunyai kepribadian yang tertutup dan penyendiri. Tapi akan berubah jika bersama Utari.
Dia hebat dalam segala hal, panahan, ilmu pedang, mengunakan tombak. Salendra bisa mengunakan senjata apa pun untuk perang.
Salendra juga pria yang cerdik, dia pintar dan sangat berbakat untuk menjadi pemimpin. Dia di pilih menjadi kandidat utama Putra Mahkota mendampingi Utari lalu Anjani karena bakatnya itu.
Negri Wanara hanya punya Aruna sebagai keturunan pria terakhir yang telah kehilangan separuh kekuatannya.
Pembawaan yang tenang dan tak punya rasa takut, membuatnya terlihat sangat maskulin di setiap penampilannya.
Tak hanya tampan dan maskulin serta berbakat, Salendra juga mempunyai perhitungan yang tepat saat berperang.
Keberhasilan yang dicapai Salendra selama menjadi Putra Mahkota Wanara. Menahlukan Denmak, dan beberapa negara sekitar Wanara.
Di dalam novel aku cerita kalau Salendra tak mempunyai kemampuan yang sama dengan kakaknya Lodra. Hal itu karena setiap pendekar harus membuka aliran kanuragan mereka, tapi Salendra baru membukanya dengan cairan cakra api setelah menginjak usia 18 tahun. Tepatnya ayahnya baru membukakan jalan untuk Salendra di waktu dia sudah dewasa.
Tapi hal itu tak membuat Salendra mempunyai kemapuan yang minimal. Salendra bahkan telah mengunguli kakaknya dengan keberhasilannya menguasai Api Hitam Abadi, yang belum pernah di kuasai oleh angota klannya selama 500 tahun terakhir
Pendekar harus tetap berdiri tegak meski hati mereka telah hancur, mereka harus kuat untuk selalu melindungi orang-orang yang mereka cintai.
Seorang pria sejati hanya akan tersenyum untuk wanita yang dia cintai.
Selama hidupnya Salendra hanya tersenyum untuk ibunya dan juga Utari.
Aku punya cita-cita menjadi pemimpin, tapi aku ingin memimpin negara ini dengan orang yang aku cintai.
__ADS_1
Angap musuhmu seperti bayangan hitam yang bisa mengikutimu dari celah yang sempit, kau harus selalu waspada kapan pun, di mana pun dan jangan percaya siapa pun.
Kau harus percaya pada dirimu sendiri sampai kapan pun.
Kau harus berkorban untuk orang yang kamu cintai, meski tak di hargai atau tak di mengerti.
Karena hanya dengan itu kau bisa pergi dengan tenang.
Air mata seorang pria hanya akan terjatuh, saat wanita yang dia cintai merasa sakit.
Salendra wafat di usia 25 tahun, dia terbunuh dengan pedang es Utari. Lelaki itu mati dengan wajah tersenyum, dia pergi dengan perasaan lega.
Jiwanya Salendra bukan lagi jiwa yang di tumbalkan untuk pohon kehidupan saat dia mati.
.
.
.
.
Maaf jika aku tak menceritakan kisah 900 tahun yang lalu dengan detail...
Jika aku ceritain semua bisa 900 bab Novel ini....yang baca bisa mutah-mutah kali yaaaa🤣🤣🤣
Masih ada beberapa flaseback 900 tahun silam yang akan menghiasi bab-bab novel ini selanjutnya.
Semoga kalian ngak bosen baca ni Novel karena membingungkan❤❤❤
Trimakasih para pembacaku yang mau ikut berfikir dengan ku.
__ADS_1