
Senyuman malu-malu, dari wajah yang sama tapi dari dua orang yang berbeda Anjani dan Ratih sedang terputar apik bagaikan vidio rekaman di dalam otak Utari.
Berani sekali mereka muncul secara bersamaan di depan mataku....
Di pagi yang indah ini....
Reingkarnasi Salendra dan Anjani, mereka menjadi kekasih di dunia ini tanpa benang merah takdir yang mengikat keduanya. Utari yang bisa melihat hubungan takdir antara manusia di bumi ini pun hanya tersenyum nanar, bagaimana suami istri di masalalu bisa lahir tanpa sebuah ikatan takdir apa pun.
Aska yang masih belum menyadari kehadiran Utari di depannya karena perhatiannya tertuju pada gadis lembut yang taat akan agama Islam yang tersenyum ke arahnya.
Sampai aura biru yang dingin dan menusuk memancar dari seluruh tubuh Utari dan membuat tubuh Aska tambah mengigil karena air sisa mandi di tubuhnya belum sepenuhnya kering.
Aura biru itu memangil pedang es yang sangat indah dan berkilau karena pedang Es Utari adalah pedang Goib, tapi anehnya mata Aska bisa melihat pedang indah yang mirip artefak kuno di museum. Aska hanya diam karena dia menyadari bahwa di sampingnya sudah berdiri seorang wanita mistis, yang semalaman berkeliaran di fikirannya.
Pandangan tajam Utari ke arah Ratih dengan penuh dendam membuat Aska melihat sebuah bayangan yang aneh di dalam otakknya.
Bayangan di akhir kematian yang tak dia ketahui kematian siapa. Bayangan yang memperlihatkan ingatan seseorang tentang Utari dan sosok yang mirip Ratih dengan penampilan jaman kuno yang alami tapi tragis.
Syatttttttttttt
Lamunan Aska berantakan saat Pedang biru itu terbang cepat ke arah Ratih.
"Jangannnn!" teriakan Aska membuat semua mata tertuju pada pemuda yang tengah bingung itu.
Aska merasakan tubuhnya membeku karena Utari mengunakan sihirnya untuk menghentikan waktu, dia sama sekali tak bisa bergerak. Bola mata berwarna biru terang yang indah memandang ke arah Aska.
"Jangan sakiti dia!" kata Aska dengan mengumpulkan semua keberaniannya.
"Kau tau hukuman apa yang harus ku terima jika aku membunuhmu dan Anjani sekali lagi.....aku akan di kurung di neraka Api selama dua bulan, dan melewati neraka Pisau untuk keluar....aku akan kehilangan penampilan cantikku untuk sementara, dan berkeliaran bagaikan zombi untuk beberapa hari!"
Wajah Utari begidik membayangkan penyiksaan apa yang harus dia dapat jika menyakiti manusia yang belum mengikat perjanjian dengannya.
__ADS_1
"Tapi.....aku ingin menyiksa kalian di sisa hidup kalian berdua yang tak berharga ini, tanpa memasukkan diriku ke neraka!" ujar Utari,
Pedang Es yang berhenti tepat di depan wajah Ratih pun menghilang begitu saja karena waktu kembali normal.
Aska yang sudah bebas dari kebekuannya meraih kerah blezer jas pink yang di kenakan Utari,
"Apa karena kau wanita kau pikir,aku tak sangup menghajarmu?" bentak Aska.
Amarah Aska sudah mencapai puncak karena melihat bagaimana Utari dengan tanpa perasaan, berani mengangu kekasih pujaannya yang baru di pacari selam tiga bulan itu.
Utari hanya memandang ke arah Aska dengan senyuman penuh ejekan.
Sebuah tamparan mendarat di pipi Aska. Tamparan itu tak sakit sama sekali karena tangan mungil nan lembut yang melakukannya adalah tangan Ratih.
"Mas Aska, lepaskan....!" pekik Ratih, kata-kata bahasa arap pun beriringan keluar dari mulut lulusan pesantren Tebu Ireng itu.
"Ratih....aku tak...!" Aska yang sudah tak bisa berkata-kata lagi karena apa pun yang dia katakan kini akan terdengar seperti alasan pembelaan di telinga Ratih.
Senyuman kemenangan terlukis indah di wajah Utari yang sangat cantik itu, Aska masih mengatur ritme laju jantungnya yang hampir anjlok karena senyum dan juga kelakuan Utari yang menyebabkan dia menjadi berimez pria sinting di mata Ratih dan warga sekitar kosannya.
"Ada apaan ini!" entah dari mana Varo muncul dan dengan cepatnya langsung berdiri menjejeri Utari.
"Utari kau di sini, apa kau tingal di daerah ini?" tanya Varo pada Utari.
Si adik laknut bagi Aska, yang malah tak peduli dengan kakaknya yang kini mendapat pandangan aneh dari semua orang di area itu.
"Tidak, aku ada urusan di sekitar sini dan tak sengaja melihat kakakmu....dan aku menyapanya!" jelas Utari, dia sama sekali tak bohong dengan perkataannya.
"Maaf ya mbak....mbak ngak papakan?" tanya Ratih pada Utari dengan penuh rasa simpati yang lembut.
Tentu saja Pertanyaan Ratih pada Utari itu membuat Aska langsung naik pitam, karena dia merasa dia lah mahluk yang baru saja di aniyaya. Tapi tipu muslihat Utari membuatnya menjelma menjadi manusia penuh dosa sekarang.
__ADS_1
"Aku tidak peduli kau manusia atau tiang listrik, tapi berusahalah untuk tak muncul di depan mataku!" kata Utari pada Ratih, yang membuat Ratih dan Aska yang mendengarnya seketika bengong.
Utari yang sudah di kejar perkerjaan dia pun pergi begitu saja dan di ikuti oleh Varo.
"Jangan ikuti aku!" kata Utari.
Seketika itu Varo berbalik dan kembali ke kakaknya yang akan segera mendapat santapan rohani dari pacarnya Ratih, semoga tak di tambah bapaknya Ratih.
.
.
.
.
Kedatangan Varo ternyata cukup berguna bagi Aska, dia menyelamatkan kakaknya dari desiran pasir di padang tandus dan lantunan ayat-ayat suci ALQURAN yang secara gratis di bacakan oleh calon mertuanya karena ulahnya mengancam Utari tadi.
"Kak bener mau balik ke rumah?" Varo mengajak kakaknya ke sebuah lestoran mahal, karena Varo engan di ajak ke kosan sempit yang pengap milik Aska.
"Kenapa kamu ngak suka?" tanya Aska yang mencoba tak terlalu serakah makan karena perutnya yang sangat lapar, kan pesen bubur ngak di makan tadi pagi.
"Seneng sih ngak...kesel juga engak....biasa aja, ehhh bonyok(bokap nyokap) kita lagi sedih beberapa hari ini...napa ya!" pertannyaan Varo yang tak bisa di jawab Aska pun keluar.
"Entahlah, kamu yang biasa di rumah kok malah nanya kakak!" jawaban abangnya membuat Varo sedikit merasa bimbang.
"Kak...apa Utari itu bukan manusia?"
Aska berhenti dengan aktifitas menyendok dan mengunyahnya dia memandang nanar dan penuh kesedihan ke arah adiknya, yang tak lama lagi akan beradu banyak hal dengan Utari yang mungkin aja seorang Siluman Kecoak karena menyebalkan sekali.
"Kenapa manusia biasa bisa secantik dan sekeren itu, dia pasti malaikat!" pernyataan Varo membuat Aska tersedak dan dengan cepat meraih minuman di depannya.
__ADS_1
"Aku akan menjadi suami yang baik untuknya....ohhh iya kak ajari aku bagaimana caranya melewati malam pertama dengan Utari nanti!" kata Varo yang sukses membuat Aska tersedak dua kali karena minuman yang dia minum.