
Imanuel dengan kekuatan setengah silumannya mencoba menyerang Kanaya, tapi dengan sigap Kanaya berhasil menghindari setiap seragan mahluk tampan itu.
Imanuel tampak masih bernafsu untuk menyerang Kanaya, lelaki itu harus membunuh Kanaya dan kembali merebut Nessi dari tangan Utari yang sekarang entah di mana keberadaannya.
"Manusia dan siluman, mereka di takdirkan punya dua dunia yang berbeda!" gumam Kanaya.
"Takdirmu hanyalah mati bocah tampan, jika kau tak mau menyerah....aku jamin kematianmu akan sangat menyakitkan nanti!" ancam Kanaya.
Imanuel hanya mengeram untuk menangapi ancaman Kanaya itu, dia langsung mengayunkan tinjunya ke arah Kanaya. Dengan penuh keberanian Kanaya mengengam tinju Imanuel dengan satu telapak tangannya dan menahan kekuatan Imanuel.
Kanaya sama sekali tak bergeser dari pijakannya, kekuatan fisik ras campuran tak akan sekuat siluman asli. Apa lagi manusia yang berilmu kanuragan yang telah di kutuk menjadi siluman. Semua siluman di bumi ini menyebut Kanaya adalah siluman setengah dewi.
Dengan sangat mudah, Kanaya memutar tubuh kekar Imanuel dengan memelintir kepalan tangan Imanuel. Yang berada di gengaman telapak tangan Kanaya, hanya dengan satu tangannya.
Bruakkkkkkkkkk
lagi-lagi lantai hancur karena efek dari dua kekuatan yang saling beradu itu. Belum sampai Imanuel berkedip untuk meredakan rasa sakit di tubuhnya, karena tubuh kekarnya terhantam ke lantai beton rumahnya. Kanaya sudah membuat tubuh Imanuel melayang ke udara dan mendarat keras di dinding tebal rumah kastil itu.
Tubuh Imanuel terjatuh kelantai lagi menyisakan cekungan retak di tembok tebal tempat dia mendarat. Sepertinya Kanaya masih belum puas, dia ingin meremukkan seluruh tulang di tubuh lelaki ras campuran itu.
Dengan cengkraman yang kuat di leher Imanuel Kanaya kembali melempar tubuh itu dan sebuah pilar yang sangat besar telah hancur karena terpaan tubuh Imanuel yang di tekan dengan kekuatan hitam Kanaya.
Bayangan wanita itu kembali menyelimuti Kanaya, wanita ras campuran yang menolongnya. Wanita yang tak di sangkanya akan tega menjadikannya tumbal untuk mewujutkan keinginanya.
.
.
.
.
Gitari ras campuran manusia dan siluman macan putih, gadis yang telah menemukan Kanaya di air terjun saat Kanaya berhasil kabur dari kejaran para tentara Belanda.
Misinya membunuh salah satu komandan Belanda kala itu gagal, Kanaya terluka cukup parah dengan sebuah peluru yang bersarang di salah satu bahunya.
__ADS_1
"Sebaiknya nona tak banyak bergerak, atau tubuh nona akan melemah lagi!" kata Gitari. Gadis cantik dengan pakaian yang sangat minim, kecantikan tanpa polesan itu membuat Kanaya seketika iri.
"Aku tak papa!" kata Kanaya yang memaksakan diri untuk keluar dari gua tempat tingal Gitari.
"Jika nona keluar anda akan tertangkap oleh tentara Belanda dengan cepat!" kata Gitari.
Mata Kanaya melihat ke arah bibir gua yang di aliri air yang sangat deras, Kanaya baru sadar mereka berada di dalam gua di balik air terjun. Tentara Belanda tak akan sampai ke sana untuk mencari Kanaya.
Kanaya di rawat Gitari sampai sembuh di tempat itu, Kanaya tau Gitari bukanlah mahluk biasa tapi dia tak punya pilihan selain sembuh.
Setelah sembuh Kanaya kembali ke tempat asalnya, setatus putri kerajaan kembali di sandangnya tapi hal itu juga membuat Kanaya harus menikahi seorang komandan muda Belanda.
Bukan istri pertama tapi menjadi Istri ketiga, Kanaya mau tak mau harus menerima. Tapi Kanaya punya rencana lain di balik pernikahannya itu, setiap hari Kanaya berusaha mengumpulkan informasi dari kantor suaminya yang mengirimnya ke salah satu kelompoknya.
Kanaya mengoda komandan-komandan lain semata untuk mengumpulkan informasi untuk pemberontak. Dia seorang putri yang di jatuhkan martabatnya dengan di jadikan istri ketiga oleh orang Belanda. Hal itu membuat Kanaya sangat berambisi untuk memgusir penjajah Belanda dari tanah kelahirannya.
Mungkin itu lima tahun setelah kejadian di air terjun, Kanaya bertemu lagi dengan Gitari yang sudah menjadi nyonya di salah satu kediaman komandan. Tapi sebuah kenyataan yang mengerikan juga terselip di sana.
Suami Gitari telah berselingkuh lama dengan Kanaya, Kanaya yang merasa bersalah pada Gitari mencoba memutuskan hubungannya dengan suami Gitari. Tapi seperti sebuah film yang penuh dengan plot twis.
Suami Gitari sangat mencintai Kanaya yang pintar dan cerdik, serta berpandangan luas. Kanaya mempunyai pemikiran yang lain, tak seperti para wanita pribumi pada umumnya.
Kanaya adalah manusia yang paling di cintai oleh suami Gitari, jadi suami Gitari bisa menumbalkan Kanaya. Gitari bisa hidup sebagai manusia seutuhnya dan bahagia bersama suaminya. Itu rencana Gitari si ras campuran siluman macan putih.
Di hari penumbalan itu, Gitari di bunuh pasukan siluman yang di utus Utari untuk membasmi para ras campuran yang mulai bertindak tak terkendali.
Jiwa Kanaya terperangkap di buku kuno, dan satu-satunya cara untuk mengeluarkan jiwanya adalah dengan bantuan sihir Ratu Retno.
Kanaya bisa kembali hidup tapi sebagai siluman yang akan tunduk pada pohon kehidupan.
Itulah kisah singkat kehidupan Kanaya.
Nyai peselingkuh yang menghianati negaranya untuk nafsunya. Pemerintah Belanda memanipulasi kematian Kanaya dengan menghancurkan mayat Kanaya.
Tubuh Kanaya yang telah hancur di pajang di alun-alun kota, agar para rakyat takut untuk melakukan pemberontakan.
__ADS_1
Tapi suatu malam tubuh Kanaya hilang dan, sebuah ancaman pada pihak Belanda di tulis dengan darah di atas tanah lapang di alun-alun.
Kanaya membunuh tiga tentara Belanda malam itu, dan dengan darah ketiga lelaki itu Kanaya menulis ancaman untuk Belanda di tanah lapang alun-alun kota.
"Mencampuri urusan manusia, itu tak akan membantu mereka!" kata Utari.
Wanita iblis itu berdandan bak wanita belanda dengan gaun selutut merah yang meriah serta topi bowler yang menghiasi kepalanya.
"Siapa kamu?" tanya Kanaya.
"Kencana Utari!"
.
.
.
Tubuh Imanuel telah terkapar di rerumputan tak berdaya, kedua telapak tangan Kanaya sudah penuh dengan darah Imanuel. Saat ini Imanuel bahkan sangat kesusahan hanya untuk sekedar bernafas.
Mendelin sudah mati karena membeku di penjara es Utari.
Kastil indah milik Hasan sudah hancur lebur seperti reruntuhan bangunan yang baru saja di jatuhi bom.
Kanaya berdiri di dekat tubuh Imanuel wanita berenergi hitam itu mengeluarkan panah jambroanya kembali dan membidik tepat di jantung Imanuel. Tubuh lelaki itu perlahan-lahan hancur, menjadi abu yang berterbangan di tengah padang rumput halaman kastil Hasan yang telah hancur.
Tak ada yang tersisa lagi di sana hanya mata panah jambroa Kanaya yang kini telah di jabut kembali oleh Kanaya.
Wajahnya yang penuh amarah kini telah berubah seperti biasa, tapi raut kesedihan itu tiba-tiba muncul. Wajah cantik itu mendongak ke atas langit dan di saat itu dia mengingat sebuah ucapan palsu yang sangat dia hafal.
"Aku mencintaimu Kanaya, jangan tingalkan aku"
Ribuan kali Kanaya telah mendengar kalimat itu, dari ratusan mulut manusia. Tapi tak ada satu pun yang tulus mengucapkan itu padanya.
__ADS_1