Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 31


__ADS_3

"Apa Aku boleh masuk?" Tanya Farhan ketika Nada telah membuka pintu kamarnya.


Nada tak menjawab, ia hanya membuka lebar daun pintu kamar dan Farhan pun langsung masuk.


"Gak apa-apa kan kalau malam ini aku tidur disini?" Tanya Farhan lagi setelah masuk ke kamar dan berdiri dihadapan Nada.


"Bukannya semalam Mas sudah tidur disini? Sekarang tidurlah, Mas, dan besok pagi-pagi sebaiknya Mas Farhan pulang." Ujar Nada lalu melangkah kearah tempat tidur yang hanya beralaskan kasur lipat saja.


Farhan pun mengikuti istrinya itu lalu ikut duduk berselonjor kaki diatas kasur lipat tersebut.


"Tapi kamu ikut pulang sama aku ya? Tujuanku kesini hanya ingin bertemu kamu, kalau bisa membawa kamu pulang. Aku ingin memperbaiki semuanya, Nad." Ujar Farhan dengan penuh kesungguhan.


Nada menggelengkan kepalanya, "Gak bisa, Mas, aku baru beberapa hari disini dan aku bisa pulang setelah satu bulan mengajar disini. Lagipula kalaupun aku ikut pulang dengan Mas Farhan, itu hanya untuk menyelesaikan perceraian kita." Ujar Nada lalu memalingkan wajahnya.


Sungguh, demi apapun sakit rasanya mengucapkan kata perceraian itu. Hingga saat ini nama Farhan masih bertahta dihatinya, entah bagaimana ia bisa mengenyahkan nama itu dihatinya dan menghapus rasa cintanya kepada Farhan.

__ADS_1


Namun, sampai disini ia semakin yakin untuk melepas Farhan karena bukan hanya untuk keselamatan dirinya sendiri. Tetapi juga mama Sarah dan Alfan yang ia takutkan akan ikut di celakai bila istri kedua suaminya itu tahu bahwa mama Sarah dan Alfan pun menentang pernikahan mereka.


"Nada, tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki rumah tangga kita." Ucap Farhan dengan memohon. Sungguh, kini ia merasa tak rela bila pernikahannya dengan Nada harus berakhir, apalagi jika Nada berhenti mencintainya padahal ia sendiri belum menanamkan cinta itu dihatinya untuk Nada.


"Tidak ada yang perlu diperbaiki, Mas. Sejak awal kita menikah, kita tidak pernah membangun apapun dalam rumah tangga kita karena Mas Farhan sendiri yang sudah membangun tembok pembatas diantara kita berdua sejak awal." Ujar Nada, sambil melempar pandangan kearah jendela yang tidak tertutup.


Farhan bergerak, berpindah bersimpuh tepat di hadapan Nada.


"Aku tahu aku salah, aku berucap tanpa memikirkan akibat nya. Tapi aku mohon berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semua nya." Farhan menatap istri nya dengan lekat, berharap Nada akan memberi nya kesempatan untuk memperbaiki pernikahan mereka yang awal nya terlandasi sebuah amanah dari mendiang papanya, menjadi keinginannya sendiri.


Hati Farhan mencelos mendengar ucapan Nada. Sungguh demi apa pun ia hanya menginginkan satu kali kesempatan untuk memperbaiki semua nya. Menutup kembali luka-luka tak berdarah yang ia torehkan. Membuat Nada bahagia seperti yang di harapkan mendiang papanya, namun kali ini akan ia lakukan dengan cara nya sendiri. Menjadi suami yang baik untuk Nada.


"Aku tidak mau kita pisah, Nada." Farhan dengan cepat menggenggam tangan istri nya dengan erat. "Satu kesempatan, aku hanya minta satu kali kesempatan untuk memperbaiki semua nya."


Namun, Nada hanya diam seribu bahasa dengan pandangan lurus ke depan. Keheningan tercipta selama beberapa saat. Dari jendela yang tidak tertutup ia dapat melihat bulan yang bersinar terang.

__ADS_1


.


.


.


Di tempat lain...


Mama Sarah berdiri di dekat jendela kamarnya melempar pandangan kearah langit. Bulan bersinar terang dengan dikelilingi banyaknya bintang-bintang membuat langit nampak indah malam ini.


Namun, pemandangan itu tak membuat hatinya merasa damai setelah beberapa saat lalu mendengar apa yang dikatakan oleh istri kedua putranya itu.


Farhan dengan tega mengatakan jika dirinya memiliki gangguan kejiwaan. Apa semarah itu Farhan padanya karena tidak merestui pernikahannya dengan Kania sehingga dengan tega mengatakan hal tersebut.


Air matanya kembali menetes, mungkin memang sudah tepat keputusannya yang meminta Nada untuk berpisah dari putranya itu, dan jika perlu ia sendiri juga tidak perlu lagi bertemu dengan putranya itu.

__ADS_1


__ADS_2