Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 51


__ADS_3

Dengan gerakan pelan Kania memutar gagang pintu kamar, namun langkah kakinya yang akan masuk terhenti sejenak ketika mendapati pencahayaan didalam kamar itu hanya berasal dari lampu tidur.


Ketika telah masuk ke kamar itu Kania pun meraba dinding sekitarnya untuk mencari sakral lampu, dan hanya dalam beberapa detik iapun berhasil menemukan dan langsung menyalakan lampu.


Namun, setelah pencahayaan lebih terang ia tidak mendapati adanya Alfan didalam kamar itu.


Kania pun mengedarkan pandangannya dan tatapan yang berkeliling itu berhenti pada pintu kamar mandi. Ia yakin jika Alfan berada didalam sana begitu melihat ponsel laki-laki itu berada di atas meja yang artinya Alfan memang sudah berada di apartemen ini.


Sambil mengusap saku jaketnya yang didalamnya terdapat sebilah pisau, Kania melangkah ke arah kamar mandi itu sambil tersenyum. Malam ini Alfan akan tiada di tangannya dan ia akan terbebas dari belenggu laki-laki itu.


Membayangkan hidup tenang bersama Farhan tanpa adanya Alfan dan Nada, membuat senyumnya semakin merekah.


Namun, tiba-tiba saja wajahnya yang mengembangkan senyum itu seketika tampak membeku ketika merasakan pukulan yang cukup keras di bagian belakang kepalanya. Sebelum membalik badan untuk melihat siapa yang telah memukul nya, Kania sudah lebih dulu ambruk di lantai tak sadarkan diri.


_____________


Baru akan menekan beberapa digit angka sandi apartemen, ponsel Farhan berdenting dan terlihat sebuah pesan masuk dari nomor yang sama yang mengirimkan pesan padanya beberapa saat lalu.

__ADS_1


[Langsung ke kamar utama] Isi pesan itu.


Lekas Farhan pun segera menekan sandi apartemen itu dan setelah pintu terbuka ia langsung saja menuju kamar utama yang dimaksud.


Namun, belum sampai ke kamar itu. Langkahnya terhenti kala hantaman keras mendarat di tengkuknya, detik itu juga Farhan pun ambruk tak sadarkan diri.


.


.


.


Dan yang lebih mengejutkan bagi Farhan, bagaimana Kania juga bisa berada di apartemen ini dalam posisi terikat sama seperti dirinya.


Keterkejutan Farhan bertambah kala tatapannya tertuju pada sosok laki-laki yang berdiri di sisinya dengan memegang sebuah ember.


"Mas Alfan?''

__ADS_1


Tawa Alfan pun pecah seketika lalu melempar ember yang dipegangnya ke sembarang tempat. Dengan santai Alfan menarik kursi membawanya diantara Farhan dan Kania kemudian mendudukkan tubuhnya di kursi itu.


"Kenapa, terkejut?" Tanyanya menatap Farhan dengan tersenyum, namun beberapa saat kemudian raut wajahnya berubah. Tatapannya menghunus tajam bak sebilah pisau yang siap menikah jantung Farhan kapan saja.


"Mas Alfan, apa maksud semua ini? Jangan bilang Mas Alfan yang sudah mengirim pesan meminta ku datang kemari?''


Pertanyaan Farhan itu membuat Kania tampak meradang, ia langsung melempar tatapan tajam pada Alfan, namun itu tidak berarti apa-apa bagi laki-laki itu.


"Jadi, apa sebenarnya Mas Alfan tahu siapa orang yang sudah mencelakai Nada?"


Kembali Kania dikejutkan oleh pertanyaan Farhan. Kedua telapak tangannya terkepal erat dengan masih menatap Alfan dengan tajam. Ternyata Alfan sama sekali tidak bisa di percayai. Laki-laki itu ingin membongkar semuanya dengan memanggil Farhan kemari. Dan tidak menutup kemungkinan semua akan dilimpahkan padanya seorang diri.


"Mas, lepaskan aku. Jelaskan apa maksud dari semua ini. Kenapa mengikat ku seperti ini dan kenapa Kania juga bisa berada di sini?" Tanya Farhan untuk yang kesekian kalinya. Namun, tak satupun pertanyaannya dijawab.


Alfan terus menatap Farhan dengan sorot mata yang tajam. Mengingat bagaimana istrinya yang meninggal dalam keadaan yang mengenaskan membuatnya serasa ingin melenyapkan adik sepupunya itu sekarang juga. Yah, seharusnya dari dulu ia melenyapkan Farhan dan sekarang ia akan melakukan itu. Namun, sebelumnya Farhan harus tahu semuanya bukan? Agar semua permainannya selama ini berakhir di finish yang tepat.


Alfan pun mengalihkan tatapannya pada Kania sambil tersenyum menyeringai, membuat wanita itu bergidik ngeri. Setelah ini riwayatnya akan benar-benar tamat di tangan Farhan.

__ADS_1


__ADS_2