Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 80


__ADS_3

Farhan langsung menarik tangannya yang diapit polisi begitu melihat Nada dan mama Sarah datang. Ia langsung berlari menghampiri dua wanita berbeda generasi itu.


Sementara Nada menatap suaminya yang kini berdiri dihadapannya dengan tatapan sendu. Ada rasa nyeri dihatinya, terlebih melihat wajah Farhan yang sudah babak belur.


"Nada, tolong percaya sama aku. Aku sama sekali gak melakukan hal sehina itu, aku juga gak tahu siapa perempuan itu. Aku hanya menolongnya tapi dia malah memfitnah aku." Farhan tampak bergetar ketika berusaha menjelaskan kepada istrinya.


"Farhan, tenang Nak. Mama percaya kalau kamu gak melakukan itu." Ujar mama Sarah yang berdiri di samping Nada.


Sementara Nada masih diam, sama sekali tidak tahu harus mengatakan apa. Yang ada hanya rasa iba melihat keadaan Suaminya, ia yakin Farhan sehabis di hajar massa.


Polisi pun meminta Nada dan mama Sarah duduk untuk mendengarkan kronologi selengkapnya, sementara Farhan kembali diapit oleh dua polisi.


Wanita yang mengaku telah dilecehkan oleh Farhan pun juga berada di ruangan itu bersama beberapa warga yang menjadi saksi.

__ADS_1


Kemudian polisi pun meminta wanita selaku korban untuk kembali menjelaskan kejadiannya.


"Saat itu aku sedang menunggu taksi dipinggir jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang mampir didepan ku. Pemilik mobil itu menawarkan untuk memberi tumpangan, karena sudah hampir satu jam aku menunggu taksi tapi tidak kunjung ada yang lewat akhirnya aku menerima tawarannya untuk mengantarkan aku pulang. Tapi saat melewati jalanan yang sepi dia menghentikan mobilnya, di situlah laki-laki itu mencoba melecehkan aku dan beruntungnya ada warga yang mendengar teriakkan ku." Ujar wanita itu menjelaskan dengan berurai air mata.


Mendengar penuturan wanita itu Farhan nampak geram, iapun menarik paksa tangannya yang diapit oleh dua polisi lalu menghampiri wanita itu.


"Aku mohon dengan sangat tolonglah berkata jujur tentang kejadian sebenarnya, kenapa kamu memfitnah ku?"


Farhan pun menghampiri polisi penyidik.


"Pak, wanita itu berbohong, dia memfitnah ku. Dia sendiri yang menyetop mobil ku dan meminta diantarkan ke rumah sakit, keadaannya juga waktu itu dia sedang hamil besar dan mengeluh perutnya sakit. Tapi aku terkejut saat diperjalanan tiba-tiba saja dia membuka bantal dari dalam pakaiannya dan merobek bajunya sendiri, lalu berteriak meminta tolong bahwa aku ingin melecehkannya. Pak, tolong jangan dengarkan wanita itu, dia berbohong."


Farhan benar-benar tampak gusar, bahkan ia menjelaskan dengan kalimat yang tidak beraturan.

__ADS_1


"Tapi semua bukti mengarah pada Anda, saksi mata juga membenarkan bahwa Anda melakukan pelecehan itu. Dan kami juga tidak menemukan adanya bantal yang Anda maksud didalam mobil Anda." Tutur polisi.


"Pak, coba cari lebih teliti lagi bantal itu pasti ada. Atau wanita itu yang sudah membuangnya." Ujar Farhan lalu menoleh menatap wanita itu dengan tajam.


Membuat wanita itu langsung menunduk ketakutan.


"Pak, tolong beri saya keadilan. Dia yang sudah mencoba melecehkan saya, lalu ingin memfitnah saya juga dengan mengarang cerita seperti itu." Wanita itu kembali menangis.


"Dia berbohong, Pak. Dia yang sudah mengarang cerita!" Farhan benar-benar tidak terima dengan tuduhan itu.


"Saudara Farhan, harap tenang ini kantor polisi!"


Farhan pun mengusap air seraya beristighfar dalam hati. Entah bagaimana caranya membuktikan bahwa ia tidak bersalah. Niatnya hanya menolong seorang wanita yang tengah hamil besar, namun dirinya terjerumus kedalam fitnah.

__ADS_1


__ADS_2