Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 45


__ADS_3

"Sarah, istirahatlah ini sudah sangat larut. Nanti kau juga bisa jatuh sakit." Ujar dokter Reno yang kini berdiri di samping mama Sarah yang masih dengan setia menemani Nada.


Mama Sarah tersenyum tipis lalu menatap kearah suster yang bertugas memantau kondisi Nada, sudah tertidur pulas di sofa.


"Biarkan dia tidur sebentar lagi, setelah itu aku akan membangunkannya untuk menjaga Nada karena aku akan pulang." Ujar mama Sarah.


"Aku pikir kau akan terus menemani Putrimu disini?" Dokter Reno nampak tak rela jika temannya itu akan pulang.


"Sebenarnya aku ingin seperti itu, tapi tidak bisa karena orang-orang akan curiga jika aku keseringan tidak berada dirumah sementara yang orang tahu keluarga kami masih dalam suasana berduka." Tutur mama Sarah.


Dokter Reno pun nampak mengangguk pelan. Yang dikatakan temannya itu benar, ia juga khawatir jika mama Sarah keseringan keluar rumah dan orang-orang yang berniat mencelakai Nada akan membuntuti kemana mama Sarah pergi.


"Baiklah, kalau begitu nanti aku akan mengantarmu pulang."

__ADS_1


Mama Sarah pun mengangguk.


.


.


.


Waktu menunjukkan pukul tiga subuh ketika mobil dokter Reno telah terparkir di pelataran rumah mama Sarah.


Setelah mobil dokter Reno telah pergi, mama Sarah pun menekan bel dan tak lama kemudian bi Ida pun membukakan pintu.


"Bibi gak tidur?" Tanya mama Sarah, karena baru sekali ia menekan bel tetapi bi Ida sudah membuka pintu untuknya.

__ADS_1


"Gak bisa tidur, Bu." Jawab bi Ida. "Den Farhan kayaknya juga belum tidur, dia ada di kamarnya Neng Nada." Lanjutnya.


Mama Sarah pun masuk dan langsung menuju kamarnya Nada. Dari celah pintu yang tidak tertutup rapat ia dapat melihat Farhan yang meringkuk di tempat tidur Nada dengan memeluk foto Nada.


Mama Sarah pun mendorong pelan daun pintu lalu masuk ke kamar itu.


Mama Sarah mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidur tepat didepan Farhan.


Dan Farhan sama sekali tidak bereaksi apapun dengan kedatangan Mama nya. Ia masih dengan setia menatap foto Nada bahkan kedua matanya sudah nampak memerah.


Mama Sarah menatap putranya itu dengan sendu. Farhan terlihat sangat terpukul atas meninggalnya Nada yang sebenarnya masih hidup namun sayangnya mengalami koma.


'Mama tahu kalau sebenarnya kamu itu mencintai Nada, hanya saja kamu tidak menyadari itu karena kamu selalu menganggap Nada adalah seorang Adik yang memang harus kau sayangi. Dan maafkan Mama yang sudah membuatmu berpikir bahwa Nada sudah tiada. Mama janji akan mempertemukan mu dengan Nada di saat waktunya sudah tepat. Namun sebelum itu Mama ingin memastikan sesuatu terlebih dahulu.' Ujar mama Sarah dalam hati. Ia ingin tahu kenapa Alfan tidak mengatakan apapun tentang Kania yang ingin mencelakai Nada. Tidak mungkin kan keponakannya itu bekerja sama dengan Kania karena yang ia tahu Alfan juga menyukai Nada.

__ADS_1


Sebenarnya bisa saja mama Sarah mengatakan pada Farhan bahwa Kania lah dalang dibalik kecelakaan yang dialami Nada. Namun mama Sarah tidak yakin jika Farhan akan percaya dengan ucapannya mengingat putranya itu sangat mencintai Kania. Terlebih untuk saat ini ia tidak memiliki bukti apapun untuk ia perlihatkan pada putranya itu.


Mama Sarah menghela nafasnya dengan panjang. Di usia senjanya yang seharusnya ia menikmati hari tua dengan bahagia, justru ia dihadapan dengan sebuah teka-teki peristiwa yang harus ia pecahkan.


__ADS_2