
Sesampainya di rumah, Nada langsung menuntun suaminya menuju ruang makan. Sementara mama Sarah langsung menuju kamarnya untuk beristirahat dan bi Ida pun langsung meninggalkan ruang makan itu ketika Nada dan Farhan datang untuk memberikan ruang pada kedua anak majikannya itu.
Nada menarik kursi lalu menarik tubuh suaminya untuk duduk, setelah itu dengan begitu antusias ia menyajikan makanan kedalam piring suaminya. Udang goreng crispy tak pernah ketinggalan menjadi menu kesukaan Farhan.
Farhan menatap setiap pergerakan istrinya dengan kedua mata berkaca-kaca, inilah yang sangat ia rindukan selama hampir dua minggu berada didalam tahanan. Betapa beruntungnya ia memiliki istri seperti Nada yang tulus mencintainya dalam waktu yang tidak singkat.
Farhan pun menarik pinggang istirnya untuk duduk di pangkuannya. Saling menyuapi dengan penuh kerinduan seakan baru dipertemukan kembali dari perpisahan yang sangat lama.
.
.
.
Malam hari...
Nada yang baru saja menyimpan mukenah nya usai shalat Isya bersama sang suami, tersentak kaget saat tiba-tiba kedua tangan kekar melingkar di perut nya dari belakang. Sontak ia mengelus dada, namun terbit sebuah senyuman di wajah nya.
__ADS_1
"Mas, bikin kaget aja sih!"
Farhan menarik tangan nya sendiri melingkar di perut Nada lalu memutar tubuh sang istri berhadapan dengan nya.
"Aku kangen," ujar Farhan sembari mencolek hidung istrinya.
Nada hanya tersenyum dengan kedua pipi yang nampak merona. Ia paham betul dengan kata kangen yang diucapkan suaminya.
Beberapa saat kamar itu hening, baik Nada mau pun Farhan sama-sama terdiam dengan saling menatap, hingga Farhan teringat dengan misi nya malam ini.
Farhan pun menarik pinggang istri nya lebih mendekat sehingga tidak ada cela sedikit pun di antara mereka berdua. Kemudian Farhan sedikit mencondongkan kepalanya mendekat ke telinga Nada.
Kedua pipi Nada yang merona semakin bersemu merah mendengar bisikan suami nya yang begitu menggelitik. Dan beberapa saat kemudian ia pun mengangguk pelan yang langsung membuat Farhan tersenyum sumringah.
Tanpa mengucapkan apa pun lagi Farhan langsung menggendong tubuh Nada dan membawa nya menuju tempat tidur.
Setelah mendudukkan tubuh istri nya di tepi tempat tidur, Farhan pun mengangkat sebelah tangannya dan meletakkannya diatas pucuk kepala Nada lalu membacakan doa.
__ADS_1
"Bismillah, allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa."
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.”
Setelahnya, Farhan mengecup kening Nada dengan lembut lalu perlahan membaringkan tubuh istrinya itu ke tengah ranjang, kemudian di susul dengan dirinya lalu menarik selimut menutupi tubuh mereka.
Kembali Farhan mendaratkan kecupan di kening istri nya, dan kali ini lebih
Lama...
Dalam...
Lembut...
Dan menuntun. Farhan membawa bibir nya berpindah pada bibir Nada yang begitu menggoda. Awal nya hanya mengecup, namun lama kelamaan ia semakin membenamkan bibir nya lebih dalam.
Di bawah penerangan lampu kamar yang temaram, suasana kamar yang sunyi di hiasi dengan suara decapan dari dua bibir yang saling bertautan.
__ADS_1
DAN TERJADILAH APA YANG SEHARUSNYA TERJADI 🙈
Seketika Nada menitihkan air mata merasakan perih di bagian int!m nya, akhir nya keinginan nya sejak dulu menjadi istri Farhan yang sesungguhnya kini nya telah terwujud.