Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 67


__ADS_3

"Tidak perlu bertemu dengannya, Nada. Aku pun tidak ingin bertemu lagi dengannya." Ucap Farhan.


"Kenapa, Mas?"


"Karena aku sudah tidak punya hubungan apapun lagi dengannya."


"Ya aku tahu itu, Mama sudah memberitahu semuanya. Tapi, bukankah Mas Farhan sangat mencintai dia?"


Pertanyaan Nada kali ia membuat Farhan mematung. Iya, dulu ia memang sangat mencintai Kania melebihi apapun, bahkan saking cintanya dan ingin menikahi wanita itu ia sampai tega mengatakan bahwa mamanya memiliki gangguan kejiwaan agar keluarga Kania tak lagi mempertanyakan ketidakhadiran mama nya.


Tapi kini, ia sudah yakin bahwa sebenarnya selama ini ia tidak benar-benar mencintai Kania. Rasa yang ia miliki selama ini hanya sebuah obsesi untuk memiliki bukan cinta. Karena ia tidak pernah merasa kehilangan, berbeda dengan Nada. Saat Nada dinyatakan meninggal, ia sangat terpuruk saat itu.

__ADS_1


"Sekarang aku sadar, bahwa sebenarnya aku tidak benar-benar mencintai Kania selama ini. Karena perasaan ku padanya dan kepada mu itu berbeda. Rasa takut kehilangan itu lebih cenderung kepadamu."


Nada terkekeh mendengar jawaban Farhan, entah kenapa itu terdengar seperti lelucon ditelinga nya. Padahal dengan jelas dan secara sadar kala itu Farhan mengatakan dengan lantang bahwa sangat mencintai Kania dan ia masih mengingat semua kalimat yang pernah diucapkan oleh Farhan tentang kekasihnya itu.


"Jadi, apa mau Mas Farhan sekarang?"


"Tidak banyak, aku hanya meminta satu kali kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku, Nada. Aku tahu aku salah, aku berucap tanpa memikirkan akibat nya. Tapi aku mohon berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semua nya." Farhan menatap Nada dengan lekat, berharap Nada akan memberi nya kesempatan untuk memperbaiki pernikahan mereka yang awal nya terlandasi sebuah amanah menjadi keinginan sendiri.


Hati Farhan mencelos mendengar ucapan Nada. Sungguh demi apa pun ia hanya menginginkan satu kali kesempatan untuk memperbaiki semua nya. Menutup kembali luka-luka tak berdarah yang ia torehkan. Membuat Nada bahagia seperti yang di harapkan mendiang papanya, namun dengan cara nya sendiri. Menjadi suami yang baik untuk Nada.


"Aku tidak mau kita pisah, Nada." Farhan dengan cepat menggenggam tangan Nada dengan erat. "Satu kesempatan, aku hanya minta satu kali kesempatan untuk memperbaiki semua nya."

__ADS_1


Nada hanya diam seribu bahasa dengan pandangan menunduk. Ia masih sangat mencintai Farhan, namun ia juga merasa bimbang untuk memberikan kesempatan itu atau tidak.


"Aku tahu semua yang aku perbuat selama ini sama kamu sulit untuk termaafkan. Sikap dingin ku yang terus mengabaikan mu. Dan juga sudah menutupi semua tentang Kania dari mu yang seharusnya aku beritahukan pada mu sejak awal sebelum menikahimu."


Nada masih terdiam dengan wajah yang datar, namun sesekali ia melirik kepada tangannya yang di genggam Farhan. Ingin sekali ia menarik tangannya, namun entah kenapa rasanya begitu sulit. Genggam Farhan begitu menenangkan dan membuat nya menghangat.


"Dan teruntuk ucapan ku saat itu, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bisa berpikir jernih saat itu jika apa yang aku ucapkan sangat berakibat fatal. Maka dari itu aku ingin memperbaiki semuanya. Memulai hubungan kita dari awal yang baru dan aku ingin mengulang ijab Kabul."


Kalimat panjang lebar yang di ucapkan Farhan membuat Nada membeku. Sesaat ia mengangkat pandangan menatap wajah teduh Farhan usai mengutarakan kalimat panjang itu.


Mengulang ijab Kabul?

__ADS_1


Nada sendiri tidak pernah terpikirkan untuk hal itu, yang ada dalam pikiran nya hanyalah tentang memberi kesempatan atau tidak pada Farhan.


__ADS_2