Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 78


__ADS_3

Setelah mobil Farhan tak terlihat lagi, Nada pun pergi ke taman belakang rumah untuk menyiram tanaman dan bunga anggrek kesayangannya.


Di sana ternyata sudah ada mama Sarah yang sedang memberi makan ikan peliharaannya di kolam yang tak jauh dari tempat Nada menanam bunga-bunga.


Mama Sarah tersenyum melihat kedatangan menantu sekaligus putrinya itu, iapun membasuh tangannya lalu menghampiri Nada yang tengah bersiap menyiram tanaman.


"Bunga-bunga Anggrek ini sempat layu waktu kamu koma. Dan ajaibnya sekarang mereka kembali tumbuh subur setelah kamu sudah kembali sehat." Ujar mama Sarah yang telah berdiri di samping Nada.


"Itu semua berkat kuasa Allah, Ma. Aku bisa selamat dari kecelakaan itu juga atas kehendak-Nya." Nada tersenyum menatap bunga-bunga tanamannya yang tumbuh subur. Bunga-bunga itu kian merekah seakan ikut berbahagia bersama dirinya.


"Oh ya, apa kamu dan Farhan ada rencana pergi berbulan madu?" Tanya mama Sarah lagi.


Pertanyaan itu membuat Nada merona, membayangkan malam pertama dan subuh pertamanya gagal membuatnya merasa geli sendiri.


"Kami belum membahas tentang itu, Ma. Tapi sebaiknya gak usah, karena Mas Farhan juga pasti banyak kerjaan di kantor, lagian aku juga ingin mengajar lagi." Ujar Nada.


"Tapi kalian juga perlu waktu hanya berdua saja untuk menebus masa yang terbuang sia-sia. Lagian kapan lagi kalian bisa berduaan seperti itu kalau sudah disibukkan dengan pekerjaan."


Nada nampak berpikir, "Iya deh, Ma, nanti aku coba bicarakan itu sama Mas Farhan."


Mama Sarah tersenyum. Semoga dengan pergi berbulan madu, Farhan dan Nada bisa segera memberikan cucu untuknya, yang sebenarnya mama Sarah tidak tahu saja bahwa tadi subuh ia sudah mengacaukan subuh pertamanya anak-anaknya yang ingin memberinya cucu.

__ADS_1


Menjelang siang hari, Nada mengirim pesan pada suaminya. Mengingatkan agar tidak telat makan dan tetap melaksanakan shalat.


Kurang dari satu menit, pesan yang dikirim Nada itu langsung mendapat balasan dari Farhan yang membuatnya tersenyum-senyum sendiri.


[Iya, Sayang. Ini baru selesai shalat dan sekarang mau makan. Kamu juga makan yang banyak ya biar tenaga kamu kuat, karena nanti malam kita akan menguras tenaga sampai pagi. Dan akan aku usahakan pulang cepat sebelum Magrib.]


.


.


.


Magrib pun berlalu, Nada kira ia bisa shalat magrib berjamaah dengan suaminya, tetapi ternyata Farhan belum juga pulang.


Nada pun keluar dari kamarnya, ia ingin menyiapkan makan malam sambil menunggu suaminya pulang. Di ruang makan, ternyata sudah ada mama Sarah dan bi Ida yang menata makanan di meja makan.


"Farhan kok tumben jam segini belum pulang, apa kamu sudah telepon?" Tanya mama Sarah.


"Sudah, Ma, tapi nomornya gak aktif. Mungkin ponsel Mas Farhan mati."


Hingga dua jam pun berlalu, namun Farhan belum juga pulang dan tidak bisa dihubungi.

__ADS_1


Di pelataran rumah, Nada terus mondar-mandir dengan gelisah menunggu suaminya pulang.


Ponsel Nada berdering, ada panggilan masuk dari nomor asing. Nada agak ragu untuk menjawabnya, namun karena terus berdering akhirnya ia menjawab panggilan itu.


"Assalamualaikum, maaf ini dengan siapa ya?" Tanya Nada.


"Waalaikumsalam. Apa benar ini saudari Nada, istri dari Farhan Adinata? Kami dari pihak kepolisian."


"Iya benar, Pak. Saya Istri Mas Farhan, ada apa dengan Suami saya, Pak?" Tanya Nada dengan bergetar, berbagai dugaan seketika timbul dipikirkannya.


Di ujung sana polisi terus berbicara menjelaskan sebuah kejadian. Hingga tak terasa air mata pun menetes dari sudut mata Nada.


Lidahnya terasa keluh, tangannya bergetar hingga tak sadar Nada sampai menjatuhkan ponsel ditangannya.


"Mas Farhan...


.


.


.

__ADS_1


SAMBIL NUNGGU UPDATE SELANJUTNYA, MAMPIR YUK KAK KE NOVEL BESTI KU 🤗🤗



__ADS_2