Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 55


__ADS_3

Satu Minggu berlalu...


Farhan sudah kembali bekerja seperti biasa walaupun suasana hatinya masih sedang tidak baik-baik saja. Dan hari ini ia kembali izin karena akan pergi ke kantor pengadilan agama untuk mengurus perceraiannya dengan Kania.


Setelah dari pengadilan, Farhan pergi menemui Kania namun wanita itu tidak ada dirumah yang mereka tempati maupun dirumah orangtuanya Kania. Membuat keluarga Kania menjadi cemas Putri mereka menghilang terlebih Farhan yang tiba-tiba saja datang dengan membawa surat cerai.


"Kenapa kamu melakukan ini, Farhan? Kenapa kamu ingin menceraikan Kania, salah apa dia sama kamu?" Tanya ibunya Kania sambil menangis.


"Maaf, Bu, kesalahan Kania sangat fatal dan aku sangat sulit untuk memaafkan nya. Dia bukan hanya sudah mengkhianati aku tapi juga sudah menghilangkan nyawa seseorang." Ujar Farhan menjelaskan.


Keluarga Kania pun terdiam tanpa kata, semuanya larut dalam pikiran dan kesedihan masing-masing. Tak ada yang dapat mereka lakukan selain menerima keputusan Farhan. Namun, dimana keberadaan Kania sekarang?


"Kalian tenang saja, aku akan mencari Kania. Di sini aku mengambilnya secara baik-baik, maka di sini pula aku akan mengembalikannya dengan cara baik-baik pula." Ujar Farhan kemudian berpamitan pergi.


Farhan tahu dimana Kania berada saat ini, wanita itu pasti masih berada di apartemen Alfan menerima semua akibat dari perbuatannya.


Sesampainya di apartemen Alfan, Farhan langsung saja masuk ke dalam karena sudah tahu dengan password apartemen tersebut.

__ADS_1


Suasana didalam apartemen itu sepi, Farhan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan orang yang dicarinya.


Samar-samar dari sebuah ruangan Farhan mendengar suara, iapun melangkah mendekati ruangan itu. Di daun pintu Farhan menempelkan telinganya untuk mendengarkan suara dari dalam ruangan itu, dan seketika tubuhnya serasa membeku setelah mendengar dengan jelas suara itu.


"Hentikan, Mas Alfan. Kau bisa membunuh bayi kita. Biarkan dia hidup, dia tidak bersalah." Terik Kania dari dalam ruangan itu.


"Memangnya kenapa kalau dia mati, itu malah bagus bukan? Dengan begitu aku tidak perlu bertanggung jawab. Lagi pula aku masih belum yakin jika itu adalah Anak ku!"


"Sudah ku bilang Mas Farhan sudah lama tidak pernah menyentuh ku. Anak yang aku kandung ini adalah anak mu!"


Di luar ruangan itu, Farhan bersandar di daun pintu sambil menekan dadanya yang tiba-tiba saja terasa sesak. Sungguh biadab perbuatan dua orang didalam ruangan itu, Kania bahkan sampai hamil anak dari kakak sepupunya sendiri.


Ketika pintu ruangan itu telah terbuka, Farhan kembali dikejutkan melihat penampilan Kania yang sangat berantakan. Entah apa yang habis dilakukan Alfan padanya, namun ia tidak ingin memperdulikan apapun lagi.


"Mau apa kau kesini? Jangan bilang kau datang meminta Kania untuk di lepaskan?" Tanya Alfan dengan sedikit ketus.


Farhan tak menjawab pertanyaan saudara sepupunya itu, ia hanya menatap Alfan untuk beberapa detik kemudian melangkah masuk melewati Alfan.

__ADS_1


Farhan berdiri di depan Kania yang tengah memeluk selimut menutupi tubuhnya. Terlihat jelas banyaknya luka lebam di tubuh wanita itu termasuk di bagian wajah yang terlihat cukup parah.


Sebagai manusia biasa tentu Farhan merasa kasihan melihat keadaan Kania sekarang, namun ia juga bisa berhati iblis untuk tidak memperdulikan nya.


Di balik jas nya, Farhan mengeluarkan sebuah map yang berisi surat cerai dari pengadilan. Ia melemparkannya ke depan Kania.


"Tanda tangani surat itu sekarang juga!" Tekan Farhan.


Namun, Kania menggelengkan kepalanya.


Sehingga membuat Farhan harus memaksa wanita itu untuk menandatangani nya. Hingga pada akhirnya Kania pun menandatangani nya.


Alfan yang berdiri di dekat pintu, menyila kedua tangannya di dada melihat apa yang dilakukan Farhan. Ternyata adik sepupunya itu juga bisa berbuat kejam, ya walaupun tidak sekejam dirinya.


"Dengarkan aku baik-baik, Kania. Mulai detik ini juga. Kamu bukanlah lagi Istriku, dan aku bukanlah lagi Suamimu. Talak ku sudah jatuh untukmu."


Setelah mengatakan itu, Farhan pun pergi meninggalkan tempat itu. Awalnya ia yang memiliki niat untuk memulangkan Kania ke rumah orangtuanya, sekarang ia menjadi tidak perduli setelah apa yang di dengar dan dilihatnya.

__ADS_1


Tentu ia bukan orang bodoh yang tidak tahu apa yang habis dilakukan Alfan terhadap Kania didalam ruangan itu. Saudara sepupunya itu bukan hanya menyiksa Kania tetapi juga menikmati tubuhnya. Terlebih mendengar Kania yang saat ini sedang mengandung anak Alfan, begitu memporak-porandakan hatinya.


__ADS_2