Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 63


__ADS_3

"Bi, apa Mas Alfan datang bersama Key?" Tanya Nada.


Bi Ida melirik Farhan sebentar lalu menggelengkan kepalanya, "Sendirian, Neng." Jawabnya.


"Bi, bisa tolong lanjutin goreng udang nya ya? Aku mau ketemu Mas Alfan sebentar." Ujar Nada.


"Em, Nada gak usah." Sela Farhan terlihat gelagapan. "Kamu lanjutin aja goreng udangnya, biar aku aja yang menemui Mas Alfan. Lagian kan kata Bi Ida dia mau ketemu aku."


Nada nampak berpikir sejenak sambil melihat sisa udang yang belum tergoreng. Tinggal sedikit dan mungkin hanya butuh waktu sekitar beberapa menit saja untuk menyelesaikannya.


"Iya deh, Mas." Ucap Nada, ia akan menemui Alfan nanti untuk menanyakan tentang Key, setelah selesai menggoreng udang crispy nya.


Farhan pun nampak lega, lalu bergegas meninggalkan dapur untuk menemui Alfan yang sudah menunggunya di ruang tamu.

__ADS_1


Terlihat, mama Sarah mengobrol dengan keponakannya dengan raut yang nampak berapi-api. Samar-samar Farhan mendengar ocehan mamanya ketika semakin dekat menuju ruang tamu.


"Maaf Kamu bilang? Apa kamu gak pernah berpikir kalau yang kamu lakukan sangat keterlaluan, Alfan! Apa kamu pikir dengan meminta maaf semuanya akan kembali seperti semula?"


Alfan hanya dapat menundukkan kepalanya mendengar kemarahan tantenya, dan ia memang pantas mendapatkan itu. Ia masih sangat beruntung karena mama Sarah dan Farhan tidak melaporkannya ke polisi atas tindakannya yang sudah mencelakai Nada bekerjasama dengan Kania.


"Ada apa Mas Alfan datang kemari?" Tanya Farhan yang sudah mendudukkan tubuhnya di samping mama Sarah.


Sebelum mendengar jawaban Alfan, Farhan lebih dulu berbisik pada mamanya mengenai Nada. Bagaimana jika Nada tiba-tiba keluar dan menemui Alfan. Dan Farhan sedikit merasa lega karena mama Sarah sudah meminta bi Ida untuk mencegah Nada apabila ingin keluar menemui Alfan.


"Aku benar-benar minta maaf, Farhan. Aku memang sudah keterlaluan menuduh Kamu yang menabrak Hana tanpa mencari bukti yang sebenar-benarnya. Aku minta maaf dengan semua yang telah aku perbuat karena kesalahpahaman ku itu." Ujar Alfan penuh sesal.


"Jadi, Mas Alfan datang kemari hanya untuk meminta maaf? Aku rasa itu tidak perlu, Mas. Mau bagaimana pun kita itu keluarga, dan lambat laun apa yang sudah terjadi perlahan akan terlupakan. Jadi sebaiknya Mas Alfan pulang sekarang." Ucap Farhan, ia meminta saudara sepupunya itu pulang karena khawatir jika Nada tiba-tiba saja keluar dan Alfan melihatnya.

__ADS_1


"Farhan, sebenarnya aku kemari karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu." Tutur Alfan lagi, ia nampak sedikit ragu untuk menyampaikannya.


"Apa?"


"Kania...


Farhan terkekeh sembari menggeleng pelan mendengar nama wanita yang pernah dicintainya itu disebut. Ia merasa tidak mempunyai urusan lagi dengan wanita itu, semua kisah nya dengan Kania sudah selesai. Bahkan ia juga sudah melupakan pernah mencintainya. Dan jika boleh jujur ia sangat menyesal telah mencintai wanita yang salah.


"Kania masuk rumah sakit, dia juga sempat kritis karena mengalami pendarahan yang hebat. Dan dia...


"Mas Alfan, Kania itu bukanlah lagi tanggungjawab ku. Apa Mas Alfan lupa? Di depan Mas sendiri aku talak dia. Jadi jika ada sesuatu yang terjadi pada Kania hubungi saja keluarganya bukan aku. Lagi pula apapun yang terjadi pada Kania sekarang itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab Mas Alfan sendiri, karena anak yang di kandungnya itu adalah Anak Mas Alfan. Dan aku juga yakin pendarahan yang dialaminya itu juga karena perbuatan Mas Alfan sendiri." Ujar Farhan dengan emosi, kemudian beranjak dari tempat duduknya hendak meninggalkan ruangan itu.


"Farhan, Kania ingin bertemu denganmu sebentar saja, ada yang ingin disampaikannya." Ucap Alfan, yang berhasil menghentikan langkah Farhan.

__ADS_1


__ADS_2