
Kedua mata Farhan nampak memerah setelah membaca sebuah pesan yang entah siapa pengirimnya. Tangannya yang menggenggam ponsel terkepal erat sehingga terlihat jelas urat-urat tangannya.
Di pesan itu tertulis bahwa kecelakaan yang dialami oleh Nada bukanlah kecelakaan biasa melainkan sudah direncanakan seseorang untuk melenyapkan Nada.
Di pesan itu juga tertulis bahwa malam ini ia harus datang ke sebuah apartemen jika ingin mengetahui siapa pelakunya.
Pengirim pesan itu juga menuliskan alamat lengkap dengan sandi apartemen tersebut, serta jam berapa ia harus datang malam ini.
Melirik jam dinding yang menunjukkan pukul tiga sore, Farhan pun bergegas merapikan berkas-berkas yang tercecer di atas meja kerjanya.
Rasanya sudah tidak sabar untuk segera datang ke apartemen itu.
Ia tidak akan mengampuni siapapun orang yang sudah dengan tega melakukan hal kejam itu kepada Nada.
Dalam hati Farhan bertanya-tanya siapakah manusia kejam yang sudah melakukan itu kepada Nada. Setahunya Nada tidak memiliki musuh ataupun pernah berurusan dengan seseorang sehingga menginginkan kematiannya.
__ADS_1
Sebelum mendatangi apartemen itu, Farhan memilih untuk pulang berganti pakaian terlebih dahulu. Dan tentunya ia pulang ke rumah mama Sarah hal yang rutin dilakukannya semenjak meninggalnya Nada sebelum ia pulang ke rumah yang ditempatinya bersama Kania.
Di perjalanan, Farhan mengirimkan pesan pada Kania memberitahu Istrinya itu bahwa malam ini mungkin ia akan pulang larut.
Tentunya Kania tidak mempermasalahkan itu karena malam ini ia juga akan melakukan hal untuk terbebas dari belenggu Alfan.
.
.
.
Mama Sarah bersiap untuk pergi setelah mendapat telepon dari dokter Reno. Temannya itu memberitahu apa yang telah diketahuinya hari ini tentang Kania dan Alfan, ternyata selama ini mereka berdua telah mengkhianati Farhan.
Mama Sarah benar-benar tidak menyangka jika keponakannya itu bermuka dua, tidak sebaik yang ia kira selama ini. Ternyata Alfan bukan hanya bekerja sama dengan Kania untuk mencelakai Nada, tetapi juga bermain api dibelakang Farhan. Namun, ia masih belum mengerti kenapa Alfan tega melakukan itu semua. Bukankah Farhan dan Nada adalah adiknya.
__ADS_1
Mama Sarah tak akan tinggal diam, malam ini ia harus memergoki pertemuan Kania dan Alfan. Tentunya mama Sarah tidak akan bergerak sendirian, ia akan dibantu oleh dokter Reno.
Setelah menitipkan Nada kepada suster, mama Sarah pun bergegas pergi. Wanita baya itu pergi menemui salah satu temannya yang ia tahu bisa melacak keberadaan seseorang melalui nomor telepon. Dengan begitu ia akan tahu dimana Kania dan Alfan akan bertemu malam ini.
.
.
.
Malam hari...
Dari tempat yang berbeda. Mama Sarah dan dokter Reno, Farhan dan juga Kania bersiap untuk pergi menuju apartemen yang sama dengan tujuannya masing-masing.
Mama Sarah dan dokter Reno dengan tujuan akan memergoki pertemuan Kania dan Alfan, membongkar kebusukan mereka berdua untuk di perlihatkan kepada Farhan.
__ADS_1
Sementara Farhan sendiri ingin mengetahui siapa orang yang sudah dengan tega mencelakai Nada hingga kehilangan nyawa. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan mengampuni siapapun orangnya.
Di sisi lain, Kania pun telah sampai di apartemen tersebut. Seringai tipis tersungging di bibirnya sambil menekan beberapa digit angka sandi apartemen milik Alfan itu. Dengan santainya ia melangkah masuk begitu pintu apartemen itu terbuka. Sepanjang langkahnya menuju kamar dimana Alfan sudah menunggunya, Kania mengedarkan pandangan ke sekeliling apartemen itu. Dalam hati ia berkata bahwa malam ini adalah terakhir kalinya ia akan datang ke apartemen ini karena malam ini Alfan akan tiada di tangannya. Yang sebenarnya Kania tidak tahu bahwa dirinyalah yang berada dalam masalah besar.