Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 76


__ADS_3

Suara azan subuh berkumandang, sayup-sayup Farhan mengerjapkan matanya. Kedua tangannya terangkat mengusap wajah dan setelah kesadarannya terkumpul iapun menarik diri bangkit dari pembaringan.


"Nada dimana?" Gumamnya ketika tatapannya tertuju pada bagian ranjang disampingnya yang sudah kosong.


Perhatian Farhan teralihkan pada pintu kamar mandi yang terbuka, matanya yang menyipit karena masih mengantuk seketika terbuka lebar ketika melihat Nada keluar dari kamar mandi sambil menggosok-gosok rambutnya yang tampak basah, dengan handuk.


"Mas sudah bangun rupanya," ucap Nada sambil berjalan kearah tempat tidur. "Ayo cepat ambil wudhu terus kita sholat." Lanjutnya.


Farhan masih bergeming diatas tempat tidur, namun bola matanya mengikuti pergerakan Istrinya.


"Kamu mau sholat juga?" Tanya Farhan ketika melihat Nada memakai mukenah.


"Iya, Mas."


"Kamu sudah selesai halangan?" Tanya Farhan lagi memastikan.


Melihat Nada mengangguk sambil tersenyum, detik itu juga Farhan langsung melompat turun dari tempat tidur.


"Tunggu sebentar, aku wudhu dulu." Ujar Farhan lalu berlarian masuk ke kamar mandi.


Nada menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah suaminya.


.


.


.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian setelah shalat.


"Pagi ini Mas ada meeting kan?" Tanya Nada setelah merapikan sajadah dan mukenah.


"Iya," jawab Farhan singkat, tanpa mengalihkan tatapannya dari Nada.


"Terus kenapa gak siap-siap? Mas juga tadi cuma wudhu aja kan, gak mandi?"


"Nanti aja sekalian mandinya." Jawab Farhan, dan kali ini ia tersenyum penuh makna.


"Sekalian? Maksudnya mandinya nanti gitu pas pulang dari kantor?''


Farhan terkekeh, " Ya ampun, kamu kok gak ngerti sih maksud aku." Ucapnya lalu mendekati istrinya.


"Masih jam 5, kita subuh pertama yuk." Ajaknya sambil mengedipkan sebelah matanya.


Diamnya Nada dijadikan tanda persetujuan oleh Farhan. Iapun menuntun Istrinya menuju tempat tidur dan kini keduanya telah duduk berhadapan di tepi tempat tidur.


Sebelah tangan Farhan terangkat dan meletakkan diatas kepala Nada hendak membacakan doa.


"Bismillahirrahmanirrahim...


Tok tok tok...


Ketukan dibalik pintu kamar membuat Farhan menjeda doanya.


Dalam hati ia ingin sekali menjitak kepala orang yang sudah mengganggu ritual subuh pertama nya ini.

__ADS_1


"Farhan, kamu udah selesai sholat kan?" Tanya mama Sarah dari balik pintu dengan sedikit berteriak. Sebenarnya ia tidak enak mengganggu anak-anaknya didalam kamar, namun keadaan yang cukup darurat membuatnya terpaksa.


"Belum, Ma, ini baru mau sholat." Jawab Farhan juga dengan sedikit berteriak.


"Mas, kenapa bohong?" Tegur Nada.


Nada pun menurunkan tangan suaminya yang masih bertengger diatas kepalanya, kemudian beranjak dari tempat tidur menuju pintu.


"Ada apa, Ma?" Tanya Nada ketika telah membuka pintu kamarnya.


Mama Sarah sedikit tersenyum canggung, ia benar-benar merasa tidak enak pada anak-anaknya.


"Farhan baru mau sholat ya?" Tanyanya.


"Enggak kok, Ma. Mas Farhan sudah sholat, tadi itu Mas Farhan cuma iseng aja kok." Jawab Nada.


Farhan yang telah berdiri disamping istrinya, tersenyum lebar kepada mamanya karena ketahuan berbohong.


"Dasar anak nakal! Ayo sekarang tolong benerin keran air di kamar mandi Mama."


"Tunggu pagi aja sih, Ma, panggil tukang." Ucap Farhan.


"Kalau nunggu pagi, keburu kamar Mama banjir, Farhan. Ayo cepetan!" Mama Sarah pun menarik tangan putranya itu menuju kamarnya tanpa mau mendengar penolakan karena keadaannya benar-benar darurat. Keran air dikamar mandinya bocor sejak satu jam yang lalu.


Nada terkekeh geli melihat suaminya yang sesekali menoleh kearahnya dengan tampang yang terlihat frustasi.


Farhan hanya dapat menggaruk-garuk kepalanya hingga sampai di kamar mama nya. Wajahnya di tekuk, benar-benar merasa kesal. Ia sudah menunggu beberapa malam sejak malam pertamanya gagal karena karena drama palang merah, dan kali ini subuh pertamanya pun gagal karena drama keran air bocor.

__ADS_1


__ADS_2