Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 77


__ADS_3

Mendekati pukul enam pagi akhirnya Farhan selesai juga membenarkan keran air yang bocor di kamar mandi mama nya. Dengan pakaian yang sudah basah sebagian iapun keluar dari kamar mama nya itu dengan ekspresi wajah ditekuk.


"Udah selesai ya?" Tanya mama Sarah yang berpapasan dengan putranya itu di anak tangga.


Farhan hanya mengangguk kemudian berjalan cepat menuju kamarnya.


"Ya ampun, Mas, pakaian kamu basah. Ya udah sekarang buruan mandi, udah pagi ini." Ujar Nada, lalu mendorong pelan tubuh suaminya menuju kamar mandi.


Farhan hanya menurut tanpa mengucapkan apapun hingga tubuhnya telah masuk ke kamar mandi. Tapi dalam hati ia berkata, lihat saja nanti malam tidak akan ia biarkan ada yang menggangu nya.


Beberapa saat kemudian setelah selesai mandi dan berpakaian rapi. Nada dan Farhan pun keluar dari kamar menuju ruang makan.


"Farhan, kenapa sih kayaknya kamu kesel banget lihat Mama?" Tanya mama Sarah akhirnya karena merasa penasaran dengan ekspresi putranya itu yang tampak kesal bila melihatnya.


Mendengar itu Nada langsung menoleh menatap suaminya dengan menaikkan sebelah alisnya sebagai isyarat menanyakan hal serupa dengan mama Sarah.


Namun, Farhan hanya mengedikan bahu lalu meraih secangkir teh hangat dan meminumnya.

__ADS_1


'Gara-gara Mama aku tuh gagal tahu buatin cucu untuk Mama.' Gerutunya dalam hati.


Ruangan itupun hening, semuanya memulai sarapan dalam diam. Hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring terdengar di ruangan itu.


Usai sarapan Nada pun mengantar suaminya keluar rumah.


"Mas, tunggu." Panggil Nada.


Farhan yang hendak masuk ke mobil, menoleh kearah Nada yang memanggil nya sambil tersenyum tipis.


"Mas, gak ngerasa ada yang ketinggalan gitu?." Tanya Nada saat Farhan sudah berbalik menatapnya.


"Aku belum mencium tangan, Mas. Dan Mas juga belum mencium kening ku." ujar Nada sambil tersenyum malu-malu.


"Hah?" Andre terhenyak, lalu menepuk keningnya sendiri. Kenapa ia bisa sampai melupakan hal kecil seperti itu namun penting dilakukan bagi pasangan suami istri.


"Maaf, Nada, aku sampai lupa." Ujar Farhan merasa bersalah.

__ADS_1


'Ini semua gara-gara Mama yang udah buat aku kesal jadi gak kepikiran.' lanjutnya menggerutu dalam hati.


Nada tersenyum, "Iya gak apa-apa, Mas. Tapi jik Mas ingin semakin mencintai ku, hal seperti ini harus terbiasa kita lakukan.


Mas mencium kening ku setiap kali akan berangkat dan pulang bekerja dan aku pun juga akan selalu mencium tangan Mas setiap kali Mas berangkat dan pulang bekerja. " ucap Nada. "Percaya deh, lama-lama kita akan terbiasa, dan perlahan cinta itu akan kian merekah di hati kita." sambungnya dengan penuh keyakinan.


"Kamu benar," ujar Farhan sambil tersenyum. Ia pun mengulurkan tangan nya pada Nada.


Nada dengan antusias langsung mencium punggung tangan suaminya, kemudian Farhan pun mencium kening istri nya itu.


"Aku berangkat ya." ucap Farhan seraya mengusap pucuk kepala Istri nya itu.


"Iya, Mas. Hati-hati di jalan."


"Oh ya, jangan lupa nanti malam persiapan dirimu ya, aku akan usahakan pulang cepat." Ujar Farhan lagi sambil tersenyum lebar.


Nada hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.

__ADS_1


Dan Farhan pun masuk kedalam mobilnya dengan perasaan yang berbunga-bunga.


Nada melambaikan tangan nya kala mobil Farhan mulai melaju meninggalkan pelataran rumah. Di dalam mobil, Farhan pun tersenyum melihat Nada dari kaca spion di samping nya. Ternyata tak seburuk yang ia kira, belajar mencintai istri nya sendiri memang bukanlah hal yang muda. Namun, ternyata seasyik ini bisa mengenal dekat sosok Nada yang selama ini hanya ia anggap adik.


__ADS_2