
Seperti yang dikatakan Nada beberapa saat lalu, bahwa Farhan juga harus membicarakan semuanya kepada mama Sarah selaku wanita yang sudah membesarkannya. Karena bukan hanya dirinya tetapi mama Sarah juga lebih terluka saat itu.
Dan disinilah Farhan berada sekarang, di kamar mama Sarah.
"Ma, aku tahu aku sudah salah besar karena tidak jujur sejak awal. Tapi aku mohon tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki rumah tanggaku bersama Nada, Ma." Ucap Farhan yang kini bersimpuh didepan mama nya itu sambil menggenggam tangan mama nya.
"Aku ingin mengulang ijab Kabul bersama Nada, Ma. Aku berjanji akan mencintai dan menyayangi Nada dengan segenap jiwa dan ragaku. Aku berjanji tidak akan memberikan kesakitan lagi pada Nada selain kebahagiaan dengan cara ku sendiri."
Mama Sarah tersenyum kecut mendengar penuturan Farhan. Dari sini ia menangkap jika selama ini putra nya tidak memperlakukan Nada dengan baik.
"Jangan berjanji pada Mama, Farhan, jika sebelumnya janji mu kepada Tuhan saja bisa kau ingkari." Ucap Mama Sarah.
"Dulu Mama memang marah pada mu, sangat marah atas ketidakjujuran mu. Tapi Mama tidak bisa membuat keputusan apa pun soal rumah tangga kalian. Mama juga tidak bisa memberikan kesempatan itu pada mu, karena Nada lah yang lebih berhak untuk memberikan kesempatan itu atau tidak pada mu, bukan bukan Mama."
__ADS_1
"Berdiri lah, jangan bersimpuh di hadapan Mama. Sekarang temui Nada dan bicarakan baik-baik dengan nya. Tapi jika Nada lebih memilih mundur maka Mama tidak bisa membantu apa pun."
Farhan mengulas senyum tipis meski pun hatinya seketika gundah karena perkataan mamanya barusan.
Setelah mencium punggung tangan mamanya lalu memeluk, Farhan pun bergegas pergi ke kamarnya Nada.
.
.
.
Nada masih diam dengan pandangan lurus menatap ke depan.
__ADS_1
"Nada, aku mohon tolong beri aku kesempatan." Ujar Farhan lagi karena Nada hanya diam saja.
Nada menghela nafas lalu mengarahkan tatapannya pada Farhan, "Mas Farhan bukan sedang melakukan kejahatan besar sehingga harus memohon pada ku seperti ini. Jangan terus memohon, Mas, tapi buktikan lah apa yang ingin Mas Farhan buktikan." Ucap Nada dengan tenang serta raut wajah yang datar.
Farhan senyum, meski tidak secara langsung tapi ia bisa memahami maksud Nada.
"Aku tidak mau membuat Papa kecewa dengan mengakhiri pernikahan kita begitu saja. Aku tahu Papa menitipkan aku pada Mas Farhan, karena Papa yakin jika Mas Farhan bisa menjaga ku. Dan hanya saja saat itu Mas Farhan terpaksa menikahi ku maka dari itu Mas Farhan memperlakukan aku dengan...
"Jangan di terus kan, Nada." Dengan cepat Farhan memotong ucapan Nada. Rasanya ia tidak sanggup mendengar kejahatan nya sendiri. "Aku benar-benar minta maaf atas semua sikap dan perlakuan ku pada mu selama ini." Farhan memberanikan diri menggenggam kedua tangan Nada dengan erat. Sementara Nada sendiri masih membeku di tempat duduknya.
"Baiklah, besok aku akan mulai mempersiapkan semuanya." Farhan pun melepas tangan Nada lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Terima kasih karena sudah memberikan aku kesempatan, aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini." Ucap nya lalu mengayun langkah keluar dari kamar Nada.
__ADS_1