Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 40


__ADS_3

Mama Sarah memasang wajah sedihnya ketika Farhan dan bi Ida datang. Wanita baya itu beranjak dari depan pemakaman, melangkah mundur dan memberikan ruang pada Farhan.


Tubuh jangkung Farhan luruh diatas tanah tepat didepan pemakaman istri pertamanya itu. Kedua tangannya bergetar terulur menyentuh batu pusara yang bertuliskan nama Nada Keysa Azzahra, seiring air matanya yang kembali berjatuhan.


"Kamu bilang sangat mencintai aku, tapi kenapa kamu meninggalkan aku, Nada." Ucap Farhan dengan tersendat-sendat.


"Kenapa kamu pergi disaat aku juga ingin belajar mencintai kamu. Kenapa kamu pergi sebelum aku bisa membahagiakan kamu. Kenapa, Nada...!?"


Farhan bahkan tak lagi merasa malu menangis bak anak kecil dan disaksikan oleh mama Sarah dan bi Ida. Ia menjatuhkan tubuhnya di atas gundukan tanah yang masih basah itu. Kedua tangannya menepuk-nepuk tanah seolah ia sedang membangunkan Nada yang sedang tertidur. Istrinya yang malang telah pergi untuk selamanya, meninggalkan dirinya yang dirundung rasa bersalah karena telah menyakiti Nada selama ini. Nada nya telah pergi membawa cinta untuknya yang belum sempat ia balas.


Mama Sarah pun tak dapat membendung air matanya lagi melihat Farhan seperti itu. Ia tidak bisa membayangkan jika yang ada didalam pusara itu adalah benar-benar Nada.

__ADS_1


Sementara bi Ida sendiri sudah menangis semenjak awal datang, bahkan kedua matanya telah terlihat sembab. Sangat ia sayangkan karena majikannya itu melarangnya melihat wajah Nada untuk yang terakhir kalinya.


"Sudahlah Farhan, tidak usah menangis berlebihan seperti itu. Bukankah kamu sendiri yang ingin membuang Nada dari kehidupan kamu. Dan lihatlah sekarang, Nada bukan hanya pergi dari kehidupan kamu tapi pergi dari dunia ini meninggalkan kita semua. Seharusnya kamu senang, bukan? Dengan begitu Kamu tidak perlu bertemu Nada lagi meskipun sebagai Adik mu." Ujar mama Sarah.


Mendengar ucapan mama Sarah, Farhan pun mengusap dengan kasar air matanya lalu beranjak dari atas pusara itu dan berdiri tepat dihadapan mama nya.


"Ini semua gara-gara Mama! Kalau Mama membiarkan Nada pulang bersama ku, Nada tidak akan celaka!" Ucap Farhan dengan Nada tinggi.


Membuat mama Sarah tersentak. Wanita baya itu terdiam. Untuk hal ini, ia memang menyalakan dirinya atas kecelakaan yang menimpa Nada. Andai ia tidak menarik tangan Nada menyebrang jalan menuju mobil Alfan, Nada tidak akan mengalami kecelakaan itu.


.

__ADS_1


.


.


Di tempat lain.


Alfan sedang menenangkan Key yang terus menangis atas berita meninggalnya Nada. Gadis kecil itu tentu merasa terpukul atas kepergian Nada karena ia sudah menganggap Nada lebih dari sekedar tante. Rencana indah yang sudah ia rencanakan bersama ayahnya harus pupus atas berita duka itu.


Beberapa saat terus menangisi Nada, Key pun akhirnya tertidur di pelukan Ayahnya karena lelah menangis.


Alfan pun menggendong putrinya itu membawanya ke kamarnya.

__ADS_1


Setelah membaringkan Key di tempat tidurnya, iapun bergegas keluar dari kamar putrinya itu menuju kamarnya sendiri.


Ketika telah berada didalam kamar, Alfan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Beberapa saat kemudian setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, iapun segera pergi menuju tempat dimana ia akan bertemu dengan seseorang malam ini.


__ADS_2