Ketulusan Cinta Nada

Ketulusan Cinta Nada
KCN~ BAB 58


__ADS_3

"Ma, apa Papa sudah minum obat?" Tanya Nada, lalu terdiam sejenak.


"Oh iya aku lupa, Papa kan gak mau minum obat kalau bukan dari tangan ku. Sekarang pasti Papa sedang merajuk karena aku terlambat memberinya obat."


Mama Sarah dan Farhan terlihat bingung dengan ucapan Nada yang seperti sedang mengigau. Jika saja Nada dalam keadaan sehat, mereka pasti berpikir bahwa Nada sedang bercanda.


Mama Sarah pun lantas kembali menatap dokter Reno dengan tatapan penuh tanya perihal keanehan Nada yang tiba-tiba membahas tentang Papa nya. Padahal semua sudah tahu bahwa Papa Aditya sudah meninggal dunia.


Dokter Reno pun memperhatikan Nada dengan seksama, sambil mencoba menyimpulkan sebuah dugaan. Meskipun begitu, ia tetap berusaha bersikap tenang lalu mendekati Nada pelan-pelan.


"Selamat siang, Nada. Perkenalkan saya adalah dokter Reno, dokter yang menangani kamu. Boleh saya mengajukan beberapa pertanyaan?"


Nada menjawabnya dengan anggukan pelan di sertai kedipan mata.


"Siapa nama lengkap mu?"


"Nada Kesya Azzahra," jawabnya dengan singkat.


Dokter Reno tersenyum, ia harus tetap berusaha bersikap setenang mungkin.

__ADS_1


"Em, kalau boleh tahu apa pekerjaan mu?"


"Guru, sejak dua tahun yang lalu."


Mendadak wajah dokter Reno berubah serius. Ia sempat melirik mama Sarah dan Farhan, lalu kembali memusatkan perhatian pada Nada. Yang ia tahu dari mama Sarah, bahwa Nada telah menjadi seorang guru, selama lebih dari lima tahun."


"Apa kamu bisa mengingat kecelakaan yang kamu alami satu bulan yang lalu?"


"Kecelakaan? Satu bulan yang lalu?" Kening Nada tampak berkerut dalam, berusaha mengingat rentetan kejadian terakhir yang dialaminya. Namun, semuanya terasa samar diingatkan. Bahkan ia tidak tahu apa yang terjadi, sampai terbangun didalam kamar yang asing baginya. Dan juga terdapat beberapa peralatan medis yang terhubung ke tubuhnya.


"Aku tidak ingat apa-apa tentang itu. Yang aku ingat sepulang dari mengajar, aku ke rumah Mas Alfan untuk menghibur Key yang selalu menangis setelah ibunya meninggal beberapa hari yang lalu." Terang Nada.


Sementara mama Sarah dan Farhan yang berdiri di tepi tempat tidur, menatap Nada dengan nanar.


"Ma, apa saat diperjalanan menuju rumah Mas Alfan, aku mengalami kecelakaan?"


Mama Sarah nampak bingung untuk menjawab pertanyaan Nada. Yang ia lakukan hanyalah menatap Farhan seperti meminta bantuan untuk menjelaskan apa yang terjadi pada Nada. Terlebih tentang Papa Aditya yang sudah meninggal.


.

__ADS_1


.


.


Suasana lebih tenang setelah Nada histeris beberapa saat yang lalu. Nada histeris setelah diberitahu tentang kemungkinan amnesia yang dialaminya, dan juga tentang papa Aditya yang telah meninggal. Hingga dengan terpaksa dokter Reno menyuntiknya obat penenang.


Sekarang mama Sarah dan Farhan sedang berada di ruang tamu bersama dokter Reno, sedang membahas tentang kondisi Nada.


"Saya menduga bahwa Nada mengalami amnesia anterograde. Amnesia jenis ini membuat penderitanya tidak bisa mengingat hal-hal baru dan hanya mengingat kejadian masa lalu. Hal ini disebabkan oleh cidera di kepalanya." Terang dokter Reno.


Baik mama Sarah maupun Farhan tertegun mendengar penjelasan dokter Reno. Farhan menatap lekat dokter Reno seolah menuntut penjelasan lebih.


"Tapi ini hanya bersifat sementara kan, dokter?" Tanya Farhan penuh harap.


"Tentang hal itu, aku belum bisa memastikan. Ada yang bersifat sementara, ada juga yang bertahan selamanya. Tapi kita bisa mengupayakan penyembuhan dengan terapi, dan tentunya membutuhkan dukungan orang-orang terdekat."


Farhan langsung menundukkan kepala sambil mengusap wajahnya.


Hal ini memang menyakitkan bagi semua orang, terutama bagi Farhan. Amnesia yang dialami Nada tentu juga membuat istrinya itu melupakan tentang pernikahan mereka, dan mungkin juga Nada melupakan bahwa mencintai dirinya.

__ADS_1


__ADS_2