
Ketika sampai dirumah mama Sarah, ternyata Alfan sudah terlebih dahulu berada di sana. Dengan tergesa Farhan turun dari mobil lalu berjalan cepat menghampiri mama Sarah yang hendak naik ke mobil Alfan.
Mama Sarah langsung menghempaskan tangan Farhan yang menarik tangannya ketika akan membuka pintu mobil Alfan, ia menoleh menatap putranya itu dengan tajam tanpa suara.
"Mama mau jemput Nada, kan? Ikut sama aku ya, Ma, aku juga mau jemput Nada." Ujar Farhan.
Namun, mama Sarah sama sekali tidak menghiraukan. Wanita baya itu masuk ke mobil Alfan dan meminta keponakannya itu segera melajukan mobilnya.
Farhan pun tak tinggal diam, ia juga segera masuk ke mobilnya dan bergegas menyusul mobil Alfan.
Sesampainya di sekolah, Farhan dengan cepat turun dari mobilnya karena tidak ingin didahului oleh Alfan menghampiri Nada.
Terlihat Nada baru saja turun dari bus sambil mengobrol dengan temannya. Ia belum menyadari kedatangan Farhan, mama Sarah dan juga Alfan.
Dari dalam mobilnya, Alfan tersenyum menatap kearah Nada yang juga tampak sesekali tersenyum mengobrol dengan temannya. Dan itu tak luput dari perhatian mama Sarah yang duduk disampingnya. Sampai disini mama Sarah semakin yakin jika keponakan almarhum suaminya itu juga menyukai Nada.
Ketika melihat Farhan berjalan mendekati Nada, mama Sarah pun segera mengajak Alfan turun dari mobil menghampiri Nada.
.
.
__ADS_1
.
"Nada," panggil Farhan.
Nada yang sedang asyik mengobrol dengan temannya langsung menoleh ke sumber suara yang memanggilnya, dan seketika senyumnya memudar melihat Farhan yang telah berdiri dengan jarak hanya beberapa langkah darinya.
Teman Nada pun berpamitan pergi melihat kehadiran Farhan, ia ingin memberi ruang pada sepasang suami istri yang terpisah hampir sebulan itu.
Farhan melangkah lebih mendekati Nada, kemudian mengambil alih koper istrinya itu.
"Kita pulang ya," ujar Farhan yang membuat Nada mengerutkan keningnya.
Pulang kemana yang dimaksud Farhan, jangan bilang suaminya mengajaknya pulang ke rumahnya dan tinggal bersama dengan madunya disana.
Nada pun nampak mengangguk samar.
"Nada, kamu pulang sama Mama dan juga Alfan." Ujar mama Sarah yang tiba-tiba sudah berada diantara keduanya. Mama Sarah melirik Farhan dengan sinis lalu berpindah menatap Alfan.
"Alfan, tolong ambil koper Nada dan bawa ke mobil kamu." Titah mama Sarah.
Alfan mengangguk, iapun melangkah mendekati Farhan untuk mengambil koper Nada, namun sepupunya itu tidak mau memberikannya.
__ADS_1
"Enggak, Nada biar pulang sama aku aja." Ujar Farhan sembari menarik koper Nada ke belakang tubuhnya.
Mendengar itu mama Sarah nampak geram, wanita baya itu mendekati putranya lalu merebut koper Nada.
Farhan pun akhirnya dengan pasrah melepas koper Nada karena tidak mungkin ia membuat keributan dengan mamanya sendiri apalagi di tempat itu sedang ramai.
Mama Sarah memberikan koper Nada kepada Alfan, lalu ia menarik tangan Nada menuju mobil Alfan yang terparkir di seberang jalan tanpa menghiraukan Farhan yang menatap langkah mereka dengan nanar.
Saat hendak menyeberang jalan, terlihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Farhan dan Alfan yang melihat segera berlari kearah Nada dan mama Sarah ketika menyadari ada sinyal bahaya.
"Nada, Mama, awas...!"
"Nada, Tante, awas...!"
Teriak Farhan dan Alfan.
Perhatian Nada seketika teralihkan pada sebuah mobil yang melaju kencang kearahnya dan mama Sarah. Sementara mama Sarah sendiri yang baru akan menoleh, tiba-tiba saja tubuhnya mendapat dorongan kuat hingga terjerembab ke sisi jalan. Rasa perih pun menjalar di bagian kaki dan tangannya saat bergesekan dengan aspal. Namun, tubuhnya serasa membeku ketika tatapannya tertuju pada pemandangan didepannya.
Tubuh Nada terpental hingga beberapa meter saat sebuah mobil menghantam tubuhnya, hingga tergeletak ke sisi jalan dengan bersimbah darah.
"Nada...!!!"
__ADS_1
Teriak Farhan, mama Sarah dan Alfan serentak.